DPW PERHIPTANI Bali–SASHI Cetak Pekaseh Pelopor AWD

Pelatihan Budidaya Padi Hemat Air sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) yang digelar DPW PERHIPTANI Bali bersama Yayasan SASHI Bali meninggalkan kesan mendalam bagi para pekaseh peserta. Setelah mengikuti pelatihan selama sepuluh hari hingga ditutup di P4S Cau Chocolate, Tabanan, para petani mengaku semakin optimistis menerapkan pertanian hemat air dan ramah lingkungan di subaknya masing-masing.

May 9, 2026 - 05:39
May 9, 2026 - 06:39
 0  34
DPW PERHIPTANI Bali–SASHI Cetak Pekaseh Pelopor AWD

DPW PERHIPTANI Bali–SASHI Cetak Pekaseh Pelopor AWD

seluas 20 pekaseh dari kawasan Subak Catur Angga Batukaru resmi menuntaskan pelatihan Budidaya Padi Hemat Air sistem Alternate Wetting and Drying (AWD) yang digelar DPW PERHIPTANI Bali bersama Yayasan SASHI Bali. Pelatihan selama sepuluh hari itu ditutup di P4S Cau Chocolate, Kabupaten Tabanan, sekaligus menjadi momentum lahirnya pekaseh pelopor pertanian hemat udara dan rendah emisi di Bali.

Sekadar belajar teknis budidaya, para peserta juga dibekali pemahaman tentang pentingnya transformasi pola pikir petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, keterbatasan udara, hingga upaya menjaga sistem subak sebagai warisan budaya dunia UNESCO.

Ketua DPW PERHIPTAN Bali, Dr.Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., menegaskan pelatihan AWD bukan hanya soal mengubah pola pengairan sawah, tetapi juga membangun gerakan baru pertanian berkelanjutan berbasis subak.

Menurutnya, solusi AWD menjadi nyata untuk menjaga produktivitas padi sekaligus menekan penggunaan udara dan emisi karbon dari sektor pertanian.

“Petani tidak bisa lagi bertahan dengan cara lama. Kita harus mulai bergerak menuju pertanian yang lebih cerdas, efisien, dan ramah lingkungan. Dari pelatihan ini kami berharap lahir pekaseh-pekaseh pelopor AWD yang mampu menggerakkan subaknya masing-masing,” tegasnya.

Hari pamungkas pelatihan dikemas berbeda melalui farm tour dan refleksi bersama di P4S Cau Chocolate. Para peserta diajak melihat langsung praktik pertanian terintegrasi hingga proses hilirisasi produk cokelat. Suasana santai namun penuh pembelajaran membuat diskusi berjalan hidup dan interaktif.

Bagi para pekaseh, pengalaman tersebut memberi perspektif baru bahwa pertanian tidak hanya berhenti pada produksi, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah dan keinginan ekonomi petani.

Pekaseh Subak Rejasa, I Nengah Sutamaya, mengaku pelatihan AWD membuka wawasan baru dalam pengelolaan sawah modern.

“Pelatihan ini benar-benar membuka wawasan kami. Ternyata mengurangi penampungan air bukan berarti mengurangi hasil, justru membuat pengelolaan sawah lebih terkendali. Saya melihat ini sebagai perubahan penting bagi masa depan subak kami,” ujarnya.

Ia menilai petani harus mulai berani mencoba inovasi baru agar sistem subak tetap mampu bertahan di tengah ancaman perubahan iklim.

“Kalau kita ingin tetap bertahan di tengah perubahan iklim, kita harus berani mencoba cara baru seperti AWD ini. Saya siap menjadi contoh di subak saya,” tegasnya.

Semangat serupa disampaikan Pekaseh Subak Pesagi, I Made Buana. Menurutnya, sistem AWD sangat relevan diterapkan pada kondisi pertanian saat ini yang menuntut efisiensi dan kemiskinan.

“Kita diajak bertani lebih cerdas, bukan hanya bekerja keras. Selain bisa menghemat udara, kita juga ikut menjaga lingkungan,” ujarnya.

Ia optimistis AWD dapat berkembang menjadi gerakan bersama di tingkat subak.

“Ini membuat saya semakin semangat untuk bertani dan membuktikan bahwa pertanian juga bisa modern dan berkelanjutan. Saya optimis AWD bisa jadi gerakan bersama di subak kami,” tambahnya.

Yayasan SASHI Bali yang mendukung penuh kegiatan tersebut juga mengapresiasi konsistensi para peserta selama mengikuti pelatihan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal memperluas penerapan pertanian rendah emisi berbasis subak di Bali.

Sebagai penutup kegiatan, para pekaseh menerima bantuan odrok untuk mendukung implementasi budidaya padi hemat air berbasis AWD di lapangan. Bantuan tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi petani untuk mulai menerapkan ilmu yang telah diperoleh di subaknya masing-masing. (GusDe/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0