“Pekaseh Gotong Royong, Bukti Cinta Penyuluh”

Suasana berbeda tampak di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Denpasar Selatan. Sejumlah pekaseh kompak bergotong royong membersihkan lingkungan BPP. Bukan sekadar kerja bakti, aksi itu menjadi simbol kuat kedekatan petani dan penyuluh yang selama ini berjalan bersama membangun pertanian Bali.

May 9, 2026 - 05:30
 0  18
“Pekaseh Gotong Royong, Bukti Cinta Penyuluh”

“Pekaseh Gotong Royong, Bukti Cinta Penyuluh”

Gotong royong para pekaseh di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Denpasar Selatan belum lama ini bukan sekadar aksi bersih-bersih lingkungan. Di balik kegiatan sederhana itu, tersimpan pesan kuat tentang eratnya hubungan petani dan penyuluh pertanian yang selama ini berjalan berdampingan membangun pertanian.

Para pekaseh se-Kecamatan Denpasar Selatan kompak membersihkan halaman hingga lingkungan BPP. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan pun terasa selama kegiatan berlangsung. Bagi mereka, BPP bukan hanya kantor penyuluh, tetapi rumah bersama tempat petani berdiskusi, belajar, hingga mencari solusi berbagai persoalan di lapangan.

“Karena kami sering berkunjung ke BPP, para pekaseh akhirnya berinisiatif melakukan kerja bakti bersama. Memang sudah ada jadwal rutin. Bahkan setelah kerja bakti, suasananya seperti keluarga. Ada pekaseh yang membawa nasi, lauk-pauk, membuat es, lalu kami makan siang bersama-sama. Kebersamaan seperti ini yang membuat hubungan petani dan penyuluh semakin dekat,” ujar Pekaseh Sidakarya, Made Redika.

Kedekatan antara petani dan penyuluh memang tak bisa dipisahkan. Penyuluh hadir sebagai fasilitator, edukator, sekaligus motivator bagi petani dalam meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan produktivitas usaha tani. Sebaliknya, penyuluh juga membutuhkan dukungan dan kepercayaan petani agar program pembangunan pertanian berjalan optimal.

Koordinator BPP Denpasar Selatan, Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, SP., mengapresiasi semangat gotong royong para pekaseh tersebut. Menurutnya, kegiatan itu menjadi bukti bahwa BPP telah menjadi bagian penting dalam kehidupan petani.

“Kerja bakti ini menjadi bukti bahwa BPP bukan sekadar tempat kerja, tetapi rumah bersama bagi petani dan penyuluh. Sinergi seperti ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan pertanian,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Pekaseh Subak Cuculan, Nyoman Sudarya. Ia menilai keberadaan penyuluh selama ini sangat membantu petani dalam menghadapi berbagai tantangan usaha tani.

“BPP menjadi tempat kami berdiskusi, belajar, dan mencari solusi. Kerja bakti ini bentuk terima kasih kami kepada penyuluh yang selama ini selalu mendampingi petani,” katanya.

Di balik suasana penuh keakraban tersebut, para pekaseh juga menyampaikan harapan terhadap perhatian pemerintah kepada penyuluh pertanian. Pekaseh Subak Kerdung, I Nyoman Mudarsana, menilai beban kerja penyuluh saat ini semakin berat karena jumlah tenaga yang terbatas.

“Kami sangat merasakan peran penyuluh di lapangan. Sekarang satu penyuluh bisa menangani hingga 10 subak. Tugasnya semakin banyak, sementara dukungan operasional masih minim. Kami berharap ada penambahan tenaga penyuluh dan dukungan operasional agar pendampingan kepada petani bisa lebih optimal,” ujarnya.

Sebagai lembaga penyuluhan di tingkat kecamatan, BPP memiliki fungsi strategis sebagai pusat data dan informasi, tempat pembelajaran, konsultasi agribisnis, hingga pusat pengembangan kemitraan pembangunan pertanian. Di tempat inilah program pertanian disinkronkan, inovasi diperkenalkan, dan semangat kebersamaan antara petani dan penyuluh terus dirawat.

Kerja bakti para pekaseh itu pun menjadi simbol sederhana namun bermakna: petani dan penyuluh adalah pasangan perjuangan yang tak terpisahkan dalam menjaga ketahanan pangan dan masa depan pertanian Bali. (JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0