Road Show Kelsi Bali, Distan Provinsi Perkuat Data dan Kelembagaan Petani

Penguatan data dan kelembagaan petani menjadi fokus Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali melalui Kelsi Bali Road Show di Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini menekankan pentingnya sinergi penyuluh, BPP, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.

May 8, 2026 - 05:48
May 8, 2026 - 05:53
 0  79
Road Show Kelsi Bali, Distan Provinsi Perkuat Data dan Kelembagaan Petani

Road Show Kelsi Bali, Distan Provinsi Perkuat Data dan Kelembagaan Petani

Penguatan kelembagaan petani tidak cukup hanya mengandalkan pendampingan di lapangan. Validitas data kelompok tani dan optimalisasi penyuluh pertanian menjadi fondasi penting dalam mendukung pembangunan pertanian yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Hal itu mengemuka dalam kegiatan kolaborasi Kelsi Penyuluhan Bali bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng. Kegiatan ini fokus pada koordinasi penilaian kelas kemampuan kelompok tani dan penguatan kelembagaan penyuluhan pertanian, Kamis, (7/5).

Kegiatannya meliputi Ketua Tim Kerja Penyuluhan beserta staf, Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali bersama tim, Katimker dan Timker Kabupaten Buleleng, Koordinator BPP se-Kabupaten Buleleng, hingga para PPL Kecamatan Sukasada.

Katimker Kabupaten Buleleng saat membuka kegiatan pentingnya validitas data kelompok tani sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan pertanian di daerah. Menurutnya, data yang akurat akan menentukan tepat tidaknya program intervensi pemerintah kepada petani.

Suasana koordinasi berlangsung dinamis dengan berbagai diskusi konstruktif terkait penguatan kelembagaan kelompok tani, optimalisasi peran penyuluh pertanian, hingga sinkronisasi data pertanian di lapangan.

Ketua Tim Kerja Penyuluhan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ni Luh Putu Eka Martini, SP, dalam Arahnya menekankan pentingnya penguatan peran penyuluh dalam mendampingi kelompok pertanian secara berkelanjutan. Ia menyebut penyuluh pertanian tetap menjadi ujung tombak pembangunan pertanian karena bersentuhan langsung dengan petani di lapangan.

Sementara itu, Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP, M.Agb., memaparkan sejumlah isu strategi yang menjadi perhatian bersama. Mulai dari koordinasi kegiatan penyuluhan bersama pemerintah daerah, pengajuan CPCL bantuan pemerintah melalui aplikasi E-Banper, hingga optimalisasi penyebarluasan informasi pertanian melalui Kelompencapir Digital.

“PPL harus mampu melakukan penderasan informasi petani agar berbagai inovasi dan program pertanian dapat diterima lebih cepat dan lebih luas,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, berbagai persoalan administrasi penyuluh pertanian juga turut dibahas guna mendukung efektivitas dan optimalisasi kinerja penyuluh di lapangan.

Usai melaksanakan sosialisasi di BPP Sukasada, I Ketut Arya Sudiadnyana bersama tim melanjutkan Kelsi Bali Road Show dengan melakukan kunjungan ke sejumlah Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di wilayah Kabupaten Buleleng. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memperkuat koordinasi, memantau kondisi kelembagaan penyuluhan di lapangan, sekaligus menyerap berbagai persoalan dan kebutuhan penyuluh pertanian di masing-masing wilayah kerja.

Dalam road show tersebut, rombongan juga mendorong optimalisasi peran BPP sebagai pusat data, pusat pembelajaran, dan pusat gerakan pembangunan pertanian di tingkat kecamatan. Selain itu, penguatan sinergi antarpenyuluh dan percepatan penyebaran informasi pertanian digital juga menjadi perhatian dalam setiap kunjungan.

Arahan berikutnya disampaikan Penyuluh Utama I Dewa Nuada, SP, MP Ia menegaskan bahwa penilaian kelas kemampuan kelompok tani menjadi indikator penting dalam mengukur perkembangan dan tingkat kemandirian kelembagaan petani.

Menurutnya, peran penyuluh pertanian lapangan bersifat strategis dan polivalen. Tidak hanya sebagai pendamping teknis budidaya, tetapi juga fasilitator, motivator, hingga penghubung antara program pemerintah dengan kebutuhan petani.

Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta sinkronisasi data yang lebih akurat serta penguatan kelembagaan penyuluhan pertanian yang semakin solid guna mendukung pembangunan pertanian Bali yang maju, mandiri, dan berkelanjutan. (JikWid/DND)

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0