Besok Kita Tanam! Jembrana Jadi Pionir PM-AAS

BBRMP Bali menunjukkan kelasnya. “Besok kita tanam!” digaungkan sebagai awal penerapan PM-AAS di Jembrana, menghadirkan teknologi pertanian modern yang siap mendongkrak produktivitas sekaligus hemat air.

May 4, 2026 - 05:20
 0  67
Besok Kita Tanam! Jembrana Jadi Pionir PM-AAS

Besok Kita Tanam! Jembrana Jadi Pionir PM-AAS

Teknologi Arkansas Siap Dongkrak Produksi, Hemat Air Hadapi El Nino

Momentum modernisasi pertanian benar-benar dimulai dari Bali Barat. “Besok kita tanam!” menjadi penanda dimulainya implementasi program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM-AAS) di Subak Tegal Jati, Desa Banyu Biru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.

Program yang diinisiasi Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Perakitan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali ini mengadopsi teknologi pertanian dari Arkansas, Amerika Serikat. Sistem tersebut diproyeksikan menjadi solusi strategis untuk meningkatkan produktivitas padi nasional sekaligus menjawab tantangan perubahan iklim, terutama ancaman El Nino.

Pelaksanaan PM-AAS melibatkan sinergi antara BBRMP Bali, Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana, penyuluh pertanian, serta petani setempat. Kolaborasi ini menjadi langkah konkret menuju sistem budidaya padi yang lebih modern, efisien, dan adaptif.

Kepala BBRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., menegaskan bahwa program ini bukan sekadar uji coba, melainkan bagian dari transformasi besar sektor pertanian.
“PM-AAS adalah model budidaya padi modern yang mengedepankan efisiensi input dan ketahanan terhadap perubahan iklim. Dengan teknologi ini, kita optimistis produktivitas meningkat, penggunaan air lebih hemat, dan petani lebih siap menghadapi kondisi ekstrem,” ujarnya.

Salah satu keunggulan utama PM-AAS terletak pada penerapan metode Alternate Wetting and Drying (AWD) atau pengairan berselang. Teknik ini terbukti mampu menekan penggunaan air irigasi secara signifikan tanpa mengurangi hasil panen, bahkan berpotensi meningkatkan efisiensi usaha tani.

Kabupaten Jembrana dipilih sebagai salah satu pilar utama pengembangan sistem ini di Bali. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Jembrana, Ni Nengah Wartini, S.Si., M.Si., menyambut positif langkah tersebut.

“Semoga kegiatan padi Arkansas ini memberikan dampak nyata bagi petani, sekaligus menjadi media edukasi dalam penerapan teknologi pertanian modern. Potensi tanaman pangan di Jembrana sangat besar, sehingga inovasi seperti ini perlu terus didorong agar swasembada pangan tetap berkelanjutan,” ungkapnya.

Tak hanya mengandalkan inovasi, pengawalan di lapangan juga dipastikan solid. Kelsi Penyuluhan Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., menegaskan kesiapan jajarannya. “Rekan-rekan penyuluh yang di Komando Katiker Penyuluhan Jembrana siap mengawal, dari tanam hingga panen.” tegasnya. Teknologi jalan, penyuluh bergerak, petani pun siap menanam.

Dengan dimulainya penanaman perdana, PM-AAS diharapkan segera direplikasi secara lebih luas oleh petani mandiri. Langkah ini sekaligus memperkuat kedaulatan pangan nasional di tengah dinamika perubahan iklim global yang semakin tidak menentu.(JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0