“41 Titik Tuntas Sehari, 674 Hektare Siap Tanam”

Gerak cepat penyuluh pertanian di Gianyar membuahkan hasil. Dalam sehari, distribusi benih padi tuntas di 41 titik subak, menyiapkan tanam seluas 674 hektare pada awal musim tanam.

Apr 30, 2026 - 04:43
Apr 30, 2026 - 04:55
 0  74
“41 Titik Tuntas Sehari, 674 Hektare Siap Tanam”

“41 Titik Tuntas Sehari, 674 Hektare Siap Tanam”

Gerak cepat memimpin jajaran penyuluh pertanian di Kabupaten Gianyar. Dikomando Koordinator BPP Gianyar, Ni Nyoman Apriani, SP, distribusi bantuan benih padi berhasil dituntaskan dalam sehari, Senin (29/4).

Sebanyak 41 titik subak langsung menerima benih padi inbrida varietas Inpari 32 HDB. Total benih yang disalurkan mencapai 16.850 kilogram, untuk mendukung penanaman seluas 674 hektare pada Musim Tanam (MT) I periode April–Mei.

Apriani menegaskan, percepatan distribusi ini penting agar petani tidak kehilangan momentum tanam. “Benih harus cepat sampai dan langsung ditanam agar target luas tambah tanam bisa tercapai optimal,” ujarnya.

Di lapangan, bantuan ini langsung disambut antusias petani. Pekaseh Subak Kembengan, Desa Tulikup, I Nyoman Bawa, mengaku distribusi cepat sangat membantu. “Bantuan benih ini sangat membantu petani. Kami tidak perlu menunggu lama, jadi benih datang langsung bisa ditanam. Harapan kami, hasil panen nanti bisa lebih baik karena varietasnya sudah terbukti bagus,” katanya.

Hal senada disampaikan Pekaseh Subak Bonbatu, Desa Bitera, Dewa Nyoman Darmada. Ia menyebut kualitas benih yang diterima membuat petani lebih optimis. “Petani sangat antusias. Benih yang diberikan ini kualitasnya bagus, jadi kami optimistis produksi bisa meningkat. Apalagi kondisi juga mendukung saat ini,” ujarnya.

Peran penyuluh di lapangan juga menjadi kunci sukses percepatan ini. PPL Gede Jaya Mahendra menegaskan pihaknya mengawal distribusi hingga ke petani. “Distribusi kali ini benar-benar cepat dan tepat sasaran. Kami memastikan benih langsung diterima petani dan segera ditanam, agar tidak ada waktu terbuang di awal musim tanam,” jelasnya.

Sementara itu, Apriani menambahkan, pendampingan tidak berhenti pada penyaluran. “Ini bagian dari komitmen kami mendampingi petani dari awal. Kami kawal dari distribusi sampai tanam, agar bantuan benar-benar berdampak pada peningkatan produksi,” imbuhnya.

Bantuan benih tersebut bersumber dari APBN 2026 dan menyasar kelompok tani/subak yang tersebar di tujuh kecamatan se-Kabupaten Gianyar. Benih yang disalurkan merupakan varietas unggul hasil pengembangan balai penelitian nasional dan diproduksi oleh penakar terpercaya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mendorong swasembada pangan, khususnya komoditas beras. Penggunaan varietas unggul seperti Inpari 32 HDB dinilai mampu meningkatkan produktivitas karena memiliki potensi hasil tinggi, umur panen lebih genjah, serta lebih tahan terhadap hama dan penyakit.

Dengan keunggulan tersebut, petani tidak hanya berpeluang meningkatkan hasil panen, tetapi juga mempercepat siklus tanam. Dampaknya, indeks pertanaman dapat meningkat dan produksi beras daerah ikut terdongkrak.

Di sisi lain, ketahanan terhadap organisme pengganggu tanaman (OPT) juga membantu menekan risiko gagal panen serta mengurangi ketergantungan pada pestisida.

“Kalau produksi meningkat dan stabil, kontribusinya langsung terasa pada ketersediaan beras. Ini bagian penting menuju kemandirian pangan,” tegas Apriani.

Kabupaten Gianyar sendiri menjadi salah satu daerah potensial pengembangan padi di Bali. Dengan dukungan benih unggul dan percepatan distribusi, upaya peningkatan produksi diharapkan semakin optimal sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Koresponden; Jaya Mahendra

Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0