BPP Banjarangkan Pacu Subak Penasan dan Dlod Bakas Naik Kelas
BPP Banjarangkan mulai menggeber pendampingan dua subak pemula agar naik kelas. Penguatan kelembagaan hingga modernisasi pertanian jadi fokus utama.
BPP Banjarangkan Pacu Subak Penasan dan Dlod Bakas Naik Kelas
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Banjarangkan tancap gas memperkuat kelembagaan petani. Dua subak yang masih berstatus Kelas Pemula, yakni Subak Penasan dan Subak Dlod Bakas, kini dibidik naik kelas melalui pendampingan intensif dan penguatan tata kelola kelompok tani.
Langkah tersebut dibahas dalam koordinasi peningkatan penilaian kelas kelompok tani yang digelar di Ruang Pertemuan BPP Banjarangkan. Forum strategis ini dipimpin langsung Katimker Penyuluhan Provinsi Bali I Nyoman Gede Surendra Atmaja, SP., M.P., Pokja Penyuluhan Dinas Pertanian dan Pangan Provinsi Bali, Ni Luh Putu Eka Martini, SP., serta Koordinator Wilayah BPP Banjarangkan I Komang Edi Winarta, S.TP.
BPP Banjarangkan sendiri bukan pemain baru dalam urusan prestasi. BPP berstatus Tingkat Madya ini pernah menorehkan prestasi bergengsi dengan meraih Juara I Lomba BPP Berprestasi Tingkat Provinsi Bali tahun 2018.
Spirit juara itu kini coba ditularkan kepada Subak Penasan dan Subak Dlod Bakas. Pendampingan tidak hanya menyasar administrasi kelompok, tetapi juga kesiapan petani mengadopsi teknologi dan mekanisasi pertanian modern.
Kehadiran tim Provinsi dinilai menjadi amunisi penting dalam proses pendampingan. Sebab, peningkatan kelas kelompok tani harus dibarengi peningkatan kapasitas petani, penguatan kelembagaan subak, hingga optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian.
Dalam arahannya, Gede Surendra dan Putu Eka Martini, menegaskan penilaian kelas kelompok tani bukan sekadar formalitas administratif. Lebih dari itu, penilaian menjadi tolok ukur kemampuan kelompok dalam memperkuat struktur organisasi, meningkatkan skala ekonomi anggota, serta mendorong kemandirian petani.
“Kita ingin memastikan Subak Penasan dan Subak Dlod Bakas memiliki fondasi yang kuat untuk naik kelas. Dengan pendampingan PPL dan dukungan modernisasi pertanian, kita optimistis kelompok tani semakin maju dan mandiri,” ujar Edi Winarta.
Melalui koordinasi ini, hasil penilaian kelas kelompok tani di Kecamatan Banjarangkan diharapkan segera diverifikasi tim provinsi. Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah nyata mendorong peningkatan kesejahteraan petani secara berkelanjutan. (Rendra/MangAsih)
What's Your Reaction?
Like
4
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0