Lakususi Abang, Ajang Evaluasi dan Penguatan Penyuluh

Lakususi di BPP Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, menjadi momentum penguatan kinerja penyuluh pertanian. Fokus pembahasan diarahkan pada penyusunan programa penyuluhan pertanian dan pembinaan kelas kemampuan kelompok tani guna memperkuat pendampingan petani di lapangan.

May 16, 2026 - 08:37
May 16, 2026 - 08:39
 0  12
Lakususi Abang, Ajang Evaluasi dan Penguatan Penyuluh

Lakususi Abang, Ajang Evaluasi dan Penguatan Penyuluh

Rapat koordinasi Latihan, Kunjungan dan Supervisi (Lakususi) di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, menjadi ajang penguatan kinerja penyuluh pertanian sekaligus percepatan penyusunan program penyuluhan pertanian dan pelatihan kelas kemampuan kelompok tani. Pertemuan itu melibatkan jajaran penyuluh, tim pembina provinsi hingga kabupaten dengan fokus utama memperkuat arah penyuluhan pertanian di tingkat desa dan kecamatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala UPTD BPPP Kabupaten Karangasem, Ni Ketut Ratih Juliartini, SP, perwakilan Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali, Ir. I Made Oka Parwata, MMA., selaku PPL Provinsi untuk wilayah binaan Kabupaten Karangasem, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Kabupaten Karangasem, serta jajaran penyuluh pertanian dari BPP Kecamatan Abang.

Kegiatan dibuka Koordinator BPP Kecamatan Abang, I Gede Sudewa, S.TP., memaparkan evaluasi kinerja penyuluh pertanian di wilayah setempat. Evaluasi tersebut menjadi pijakan untuk memperkuat peran penyuluh dalam mendampingi petani dan kelompok tani di lapangan.

Selanjutnya, Kepala UPTD BPPP Kabupaten Karangasem memaparkan dukungan fasilitasi anggaran serta sarana-prasarana bagi BPP kecamatan dan PPL dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian. Dukungan itu mencakup pelaksanaan Lakususi, penyusunan hingga pengesahan program penyuluhan desa dan kecamatan yang telah dilaksanakan serentak pada 28 April 2026, penilaian kelas kemampuan kelompok tani, demplot, hingga berbagai kegiatan pendukung lainnya.

Ketua Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Karangasem yang disampaikan, I Made Samudra, SP, menegaskan, penyusunan program penyuluhan tidak boleh sekadar formalitas administrasi. Menurutnya, program penyuluhan pertanian desa dan kecamatan merupakan dokumen strategi yang disusun secara sistematis dan terpadu antara rencana kerja pemerintah dengan aspirasi pelaku utama, pelaku usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.

“Program ini menjadi arah utama dalam penyelenggaraan penyuluhan pertanian di tingkat desa dan kecamatan, karena penyusunannya harus tepat sasaran dan sesuai kebutuhan petani,” tegasnya.

Ia menjelaskan, substansi program penyuluhan pertanian mencakup rencana kegiatan perubahan perilaku petani terkait penerapan inovasi teknologi yang direkomendasikan, sekaligus kegiatan pendukung yang mempengaruhi keberhasilan usaha pertanian.

Di tingkat desa dan kecamatan, program diarahkan untuk mendorong perubahan pengetahuan, keterampilan, dan sikap (PKS) petani. Sementara di tingkat kabupaten, fokus lebih diarahkan pada peningkatan kapasitas sumber daya manusia penyuluh.

Sementara itu, Tim Pembina Provinsi Bali mengingatkan para penyuluh agar tetap sejalan dengan arahan pemerintah pusat, baik dalam pelaksanaan kegiatan maupun pelaporan. Penyuluh juga diminta aktif mempercepat penderasan informasi melalui LCS dan KCD sebagai bagian dari penguatan sistem penyuluhan pertanian.

Tim pembina juga menekankan bahwa penilaian kelas kemampuan kelompok tani bukan sekedar mengukur perkembangan kelompok. Lebih dari itu, penilaian tersebut menjadi salah satu indikator evaluasi kinerja penyuluh sekaligus dasar penyaluran bantuan pemerintah agar tepat sasaran.

“PPL harus terus membangun sinergi dengan Dinas Pertanian Kabupaten dalam mewujudkan program pemerintah pusat maupun daerah,” pesannya.

Koresponden: Sudewa

Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0