Dwi, Kepincut Moyang Kopi Buleleng

Kunjungan Tim Pembina Pusat BPPSDMP Kementerian Pertanian ke BPP Sukasada, Buleleng, tak hanya diwarnai diskusi serius soal penguatan penyuluhan. Produk lokal binaan penyuluh, Moyang Kopi, justru sukses mencuri perhatian lewat kualitasnya sekaligus candaan hangat Koordinator BPP Sukasada yang mengundang gelak tawa peserta.

May 16, 2026 - 06:45
 0  19
Dwi, Kepincut Moyang Kopi Buleleng

Dwi, Kepincut Moyang Kopi Buleleng

Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Sukasada, Kabupaten Buleleng, mendapat kunjungan Tim Pembina Pusat dari Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, kemarin. Tim yang dipimpin Ir. Dwi Hayanti, M.Si. bersama Miranda Vionita, S.Ak. tersebut hadir didampingi jajaran Kelompok Substansi (Kelsi) Penyuluhan Provinsi Bali usai melakukan pembinaan dan kunjungan KEP di Koperasi Tani Swakarsa Subak Gede Padangbukia, Buleleng.

Kunjungan ini tidak sekadar meninjau kondisi sarana dan prasarana BPP, tetapi juga menjadi ruang dialog terbuka antara tim pusat dengan para penyuluh pertanian di lapangan. Suasana pertemuan berlangsung hangat, dinamis, dan penuh diskusi konstruktif. Berbagai persoalan riil yang dihadapi penyuluh, mulai dari tantangan pendampingan petani, penguatan kelembagaan, hingga kebutuhan dukungan fasilitas kerja disampaikan secara langsung guna menjadi bahan evaluasi dan perbaikan strategis ke depan.

Di tengah pembahasan serius tersebut, muncul satu momen yang mencuri perhatian sekaligus mengundang tawa peserta. Koordinator BPP Sukasada, Mohammad Hanan, S.P., memperkenalkan produk kopi lokal unggulan bertajuk Moyang Kopi kepada Tim Pembina Pusat. Produk kopi binaan dari Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada itu menjadi simbol keberhasilan sinergi penyuluh dengan petani muda di wilayah setempat.

Sambil menyerahkan produk kopi kepada Ir. Dwi Hayanti, Hanan pun melontarkan candaan bernada manja yang langsung mencairkan suasana. “Bu Dwi, ini kopi kebanggaan petani muda kami lho….. Mohon dukungannya terus untuk BPP Sukasada, jangan cuma kopinya yang dibawa pulang,” ujarnya disambut gelak tawa rekan-rekan penyuluh.

Moyang Kopi merupakan hasil kerja keras petani muda lokal, Gede Nien Ari Cahyadi, yang terus tumbuh melalui pendampingan intensif para penyuluh pertanian BPP Sukasada. Berbekal konsistensi mutu dan inovasi pengolahan, produk tersebut kini mulai dikenal luas dan bahkan berhasil menembus jajaran grand finalis program bergengsi Young Ambassador Kementerian Pertanian.

“Ini produk Moyang Kopi dari petani muda kami di Kayuputih. Potensinya sangat bagus dan kualitasnya sekarang mulai dikenal masyarakat luas,” ujar Mohammad Hanan sembari menunjukkan produk tersebut kepada Dwi Hayanti.

Apresiasi positif pun disampaikan, Dwi Hayanti atas lahirnya inovasi berbasis komoditas lokal yang tumbuh dari proses pendampingan penyuluh di lapangan. Kehadiran Moyang Kopi dinilai menjadi bukti nyata bahwa peran penyuluh tidak hanya mendampingi budidaya, tetapi juga mampu mendorong lahirnya produk bernilai tambah dan berdaya saing nasional.

Keberhasilan ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi generasi muda tani lainnya di Kabupaten Buleleng untuk terus berinovasi, membangun usaha pertanian modern, sekaligus mengangkat komoditas lokal Bali agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. (JikWid/Ratna Dewi)

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1