“Pupuk Aman, Petani Sukasada Siap Tempur!”
Distribusi pupuk subsidi 2026 di Kecamatan Sukasada dipastikan aman. Kepastian itu memantik semangat petani untuk bergerak lebih agresif meningkatkan produksi lewat workshop yang juga membahas irigasi, jalan usaha tani, alsintan hingga layanan uji unsur hara tanah.
“Pupuk Aman, Petani Sukasada Siap Tempur!”
Distribusi pupuk subsidi tahun 2026 di Kabupaten Buleleng dipastikan aman. Kepastian tersebut mengemuka dalam Workshop Penyaluran Pupuk Bersubsidi Tahun 2026 yang digelar di BPP Sukasada, Rabu (13/5). Tak sekadar membahas stok pupuk, forum ini juga menjadi ruang adu gagasan dan solusi pertanian antara petani, penyuluh, distributor pupuk, hingga pemerintah daerah.
Workshop berlangsung dinamis. Para petani tampak aktif menyampaikan berbagai persoalan di lapangan, mulai dari penebusan pupuk subsidi, kondisi stok di kios, hingga kebutuhan sarana pendukung pertanian seperti irigasi, jalan usaha tani, dan alat mesin pertanian (alsintan).
Kegiatan tersebut dihadiri Kabid Sarana Prasarana dan Penyuluhan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng Made Siladharma, S.TP, AAE Pupuk Indonesia Wilayah Buleleng Herry Kusuma Yudha, SP, Koordinator BPP Sukasada, para PPL wilayah Sukasada, Ketua Kelompok Tani se-Kecamatan Sukasada, pihak CV Agro Tani Lestari, serta PPTS Kecamatan Sukasada.
Dalam pemaparannya, Made Siladharma menyampaikan perkembangan serapan pupuk bersubsidi Kabupaten Buleleng periode 1 Januari hingga 11 Mei 2026. Untuk pupuk Urea, dari alokasi 5.596.483 kilogram telah terserap 1.699.845 kilogram atau 30,37 persen. Sementara pupuk NPK dari alokasi 5.295.247 kilogram telah terserap 1.886.364 kilogram atau 35,62 persen.
Sedangkan pupuk NPK Formula Khusus memiliki alokasi 42.797 kilogram dengan serapan 700 kilogram atau 1,64 persen. Adapun pupuk organik dari alokasi 314.083 kilogram telah terserap 139.880 kilogram atau mencapai 44,54 persen.
Selain membahas pupuk subsidi, Made Siladharma juga membuka peluang bantuan pemerintah bagi kelompok tani. Kelompok tani yang membutuhkan bantuan perbaikan irigasi, jalan usaha tani maupun alsintan diminta segera melengkapi proposal pengajuan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kesempatan bantuan terbuka. Kelompok tani silakan segera melengkapi proposal agar bisa diproses sesuai mekanisme,” ujarnya.
Sementara itu, AAE Pupuk Indonesia Wilayah Buleleng Herry Kusuma Yudha memastikan stok pupuk subsidi di Kabupaten Buleleng dalam kondisi aman. Baik pupuk Urea, NPK maupun Petroganik disebut tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan musim tanam petani.
“Stok pupuk aman, silakan petani segera melakukan penebusan agar kebutuhan pemupukan tidak terlambat,” tegasnya.
Dukungan juga datang dari staf pemasaran PUD CV Agro Tani Lestari I Nengah Suwarnadi Putra, SP. Ia menyampaikan kelompok tani yang ingin melakukan uji unsur hara tanah dapat mengajukan surat permohonan. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengetahui tingkat kesuburan lahan sehingga pemupukan bisa lebih tepat dan efisien.
Suasana workshop berlangsung hidup dan interaktif. Antusiasme petani terlihat dari banyaknya pertanyaan dan masukan yang disampaikan selama diskusi berlangsung. Kondisi itu menjadi gambaran tingginya perhatian petani terhadap keberlanjutan produksi pertanian di Kecamatan Sukasada.
Melalui kegiatan ini, distribusi pupuk subsidi tahun 2026 diharapkan berjalan lebih tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Buleleng.
Koresponden: DND, Indrayani
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
5
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0