Jagung Subak Belong Tembus 11,2 Ton/Ha
Panen raya jagung di Subak Belong, Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, membawa kabar menggembirakan. Produktivitas jagung varietas Panglima diperkirakan mencapai 11,2 ton per hektare, menjadi sinyal positif bagi penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani.
Jagung Subak Belong Tembus 11,2 Ton/Ha
Suasana penuh kegembiraan hamparan lahan jagung di Subak Belong, Desa Pejeng Kaja, Tampaksiring, Sabtu (16/5/2026). Momen yang telah lama dinantikan para petani akhirnya tiba. Panen jagung yang menjadi salah satu strategi komoditas dan andalan Kementerian Pertanian itu berlangsung meriah sekaligus menghadirkan optimisme baru bagi penguatan ketahanan pangan nasional.
Panen bersama tersebut digelar Polres Gianyar dengan melibatkan berbagai unsur dan pemangku kepentingan. Hadir dalam kegiatan itu Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Dinas Kebudayaan Gianyar, BPP Tampaksiring, Katim Kerja Kabupaten Gianyar, BPS Kabupaten Gianyar, Bulog Gianyar, Danramil Tampaksiring, Kapolsek Tampaksiring, Perbekel Pejeng Kaja, para pekaseh se-Desa Pejeng Kaja, hingga petani setempat.
Kebersamaan lintas sektor tersebut menjadi gambaran kuat bahwa pengembangan sektor pertanian, khususnya komoditas jagung, memerlukan sinergi dan kolaborasi berbagai pihak. Kehadiran seluruh elemen itu juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan produksi dan keinginan sektor pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan wujud komitmen institusi dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjaga stabilitas nasional melalui penguatan sektor pangan yang berkelanjutan. Menurutnya, ketahanan pangan menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan masyarakat yang mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.
“Melalui sinergi semua pihak, kami berharap program ketahanan pangan dapat terus diperkuat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Katim Kerja Kabupaten Gianyar I Made Geben, SP., mengatakan hasil panen tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap pengembangan komoditas jagung di Kabupaten Gianyar. Menurutnya, peningkatan produksi jagung memiliki peran penting dalam mencukupi kebutuhan pangan nasional.
“Panen ini merupakan langkah positif untuk mendorong pengembangan pengembangan jagung ke depan. Kami berharap Gianyar mampu memberikan kontribusi lebih besar terhadap penyediaan kebutuhan jagung dalam negeri,” ujarnya.
Di sisi lain, Koordinator BPP Tampaksiring I Nengah Surata Adnyana, SP., menilai panen tersebut tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi petani, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung di lapangan.
“Panen jagung ini dapat menjadi laboratorium lapangan bagi petani, baik dari sisi budidaya maupun teknik pemasarannya. Harapannya para petani semakin percaya diri dalam mengembangkan usahatani jagung,” jelasnya.
Hasil panen di Subak Belong juga menunjukkan pencapaian yang menggembirakan. Berdasarkan hasil ubinan sebesar 7 kilogram, produktivitas jagung varietas Panglima diperkirakan mencapai 11,2 ton per hektare. Dengan luas lahan tanam mencapai 45 are atau setara 0,45 hektare, potensi hasil panen diperkirakan dapat mencapai sekitar 5,04 ton.
Capaian tersebut menjadi modal optimisme bagi petani untuk terus meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kontribusi daerah dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Dengan produktivitas yang cukup tinggi, pengembangan jagung di Gianyar diharapkan mampu menjadi salah satu pengungkit peningkatan produksi pangan sekaligus mendorong kesejahteraan petani. (Surata/JikWid)
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0