PERHIPTANI Geber AWD di Batukaru, Petani Digembleng 10 Hari
Penyuluh turun tangan. Metode AWD langsung digeber di Subak Batukaru, petani pun digembleng 10 hari di sawah untuk mengejar produksi sekaligus menekan emisi.
PERHIPTANI Geber AWD di Batukaru, Petani Digembleng 10 Hari
Upaya mendongkrak produktivitas padi sekaligus menekan emisi mulai digeber. Perhiptani turun tangan menggeber bimtek bagi petani di Subak Catur Angga Batukaru. Persiapan dimatangkan lewat rapat koordinasi teknis di BPP Penebel, Tabanan, Jumat (10/4/2026).
Fokus pelatihan mengarah pada penerapan Alternate Wetting and Drying (AWD) atau sistem pengairan berselang. Metode ini dinilai mampu menghemat penggunaan air, meningkatkan hasil panen, serta menekan emisi gas metana dari lahan sawah.
Kegiatan ini merupakan kolaborasi DPW Perhiptani Bali bersama Yayasan Sasi. Rapat tersebut melibatkan jajaran Perhiptani, perwakilan BBRMP Bali, serta penyuluh pertanian BPP Penebel.
Sebagai organisasi profesi, Perhiptani terus mendorong peningkatan kompetensi dan profesionalisme penyuluh. Perannya juga strategis dalam mendukung sistem penyuluhan yang lebih efektif dan adaptif terhadap tantangan pertanian modern.
Ketua DPW Perhiptani Bali, Dr.Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., menegaskan pelatihan dirancang berbasis praktik lapangan.
“Komposisinya 10 persen teori dan 90 persen praktik di sawah. Petani harus langsung paham dan mampu menerapkannya di lahannya,” tegasnya.
Pelatihan akan diikuti 20 petani dan pekaseh, berlangsung dalam dua tahap, 16–22 April 2026 untuk pembekalan teori dan 4–8 Mei 2026 untuk praktik lapangan.
Koordinator penyuluh pertanian BPP Penebel, I Made Adhi Putra Suastika, SP., menilai pendekatan ini penting agar petani tidak hanya mengejar produksi, tetapi juga mulai peduli aspek lingkungan.
“Selama ini petani fokus pada hasil. Melalui AWD, kita mendorong lebih efisien dalam penggunaan air sekaligus berkontribusi menekan emisi,” ujarnya.
Sementara itu, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP, M.Agb., selaku Ketua Harian Perhiptani Bali menambahkan, kegiatan praktik lapangan melalui demplot akan dikawal langsung oleh penyuluh BPP Penebel. Tujuannya, guna memastikan petani mampu menerapkan sistem AWD secara tepat di lahan sawah.
“Kalau hasil tetap bagus dan airlebih hemat, petani akan cepat menerima,” katanya.
Melalui pelatihan ini, petani diharapkan mampu menerapkan sistem AWD secara tepat, meningkatkan produktivitas, sekaligus memahami konsep dasar perdagangan karbon berbasis pertanian.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pertanian di kawasan Subak Batukaru menuju sistem yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan berkelanjutan. (JikWid/Ratna Dewi)
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0