“Permen Jilat” dari Gobleg, Untuk kambing Gobleg.
Suara kambing terdengar bersahut-sahutan di kandang milik Kelompok Tani Ternak Widya Amerta, Dusun Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Pagi itu, suasana kandang sedikit berbeda. Ada mahasiswa berbaju almamater UGM yang sibuk mengaduk campuran molases, garam, dan mineral. Manfaatnya luar biasa membuat kambing lebih sehat, gemuk, dan bahkan produktif.
“Permen Jilat” dari Gobleg, Untuk kambing Gobleg.
Suara kambing terdengar bersahut-sahutan di kandang milik Kelompok Tani Ternak Widya Amerta, Dusun Unusan, Desa Gobleg, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali. Pagi itu, suasana kandang sedikit berbeda. Ada mahasiswa berbaju almamater UGM yang sibuk mengaduk campuran molases, garam, dan mineral. Manfaatnya luar biasa membuat kambing lebih sehat, gemuk, dan bahkan produktif.
Ya, kambing diberi permen. Awalnya terdengar aneh. Tapi setelah dicoba, ternyata manfaatnya luar biasa membuat kambing lebih sehat, gemuk, dan bahkan produktif. Dari sini, terlihat bahwa inovasi tak selalu harus rumit. Kadang, solusi sederhana sedikit molases, urea, dan mineral—bisa mengubah wajah usaha peternakan rakyat.
Di sisi lain, beberapa peternak memperhatikan dengan seksama. Bukan tanpa alasan, karena yang sedang dibuat para mahasiswa itu adalah sesuatu yang mereka sebut “permen jilat” untuk kambing.
“Awalnya kami heran, kok kambing dikasih permen? Tapi setelah dijelaskan, ternyata permen ini bisa bikin kambing lebih sehat dan cepat gemuk,” ujar Putu Budiartawan, Ketua KTT Widya Amerta Simantri 637, sambil tersenyum.
Permen yang dimaksud adalah Urea Molasses Multinutrient Block (UMMB). Bentuknya padat seperti batu bata kecil, namun manfaatnya luar biasa. Ia bisa menambah bobot badan, jadi sumber mineral, meningkatkan produksi susu, sekaligus menyuplai protein tinggi.
Para mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (FKH UGM) datang bukan sekadar kuliah lapangan. Mereka ingin berbagi ilmu tentang cara membuat UMMB. Dengan didampingi Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Gobleg, Gede Wahyu Dhiyana Mahardika, S.P., mereka menggelar bimbingan teknis yang langsung melibatkan para peternak.
“Semoga ke depan, inovasi sederhana ini bisa terus digunakan untuk mendukung usaha peternakan rakyat. Sederhana, tapi dampaknya bisa besar. Kambing lebih sehat. Produksi susu naik. Berat badan bertambah.” tutur Wahyu.
Langkah-langkah pembuatannya pun sederhana. Untuk memebuat 10 Kg, campurkan dedak 5,5 Kg, Molases 2,4 Kg, garam kasar o,7 Kg, mineral 1,2 Kg, Urea 20 gram dan semen putih dan air secukupnya. Setelah itu tambahkan molases dan air sedikit demi sedikit hingga mengental. Adonan kemudian dicetak, dibiarkan beberapa hari, dan jadilah “permen jilat” yang siap disantap kambing.
Mahasiswa-mahasiswa UGM itu pun tampak bersemangat. Szaqia, Anya, dan Aurel. Mereka mencampur bahan di dalam wadah besar. Menakar dengan timbangan. Menambahkan molases hingga lengket. Lalu mencetaknya jadi blok-blok kecil. Peternak pun ikut mencoba. Tangan mereka belepotan molases. Tapi wajah mereka tersenyum. Sesekali tertawa.
“Dengan pelatihan ini, kami tidak hanya dapat teori, tapi bisa praktik langsung. Jadi kami bisa bikin sendiri di rumah tanpa biaya mahal,” kata salah satu peternak yang ikut pelatihan.
Bagi warga Gobleg, ilmu baru ini bagaikan tambahan energi untuk usaha mereka. Kambing yang sehat berarti tabungan hidup yang semakin bernilai.
“Harapannya, peternak di sini bisa mandiri. Tidak perlu beli suplemen mahal, karena dengan bahan sederhana pun kita bisa buat pakan tambahan yang bermanfaat besar,” kata Anya salah satu mahasiswa FKH UGM.
Kini, selain hijauan, kambing-kambing di Gobleg punya camilan istimewa, “permen jilat” penuh gizi. Sementara bagi para peternak, kegiatan ini bukan hanya tentang permen, tapi juga tentang harapan masa depan yang lebih sejahtera.
Kontributror Humas DPD Perhiptani Kabupaten Buleleng
What's Your Reaction?
Like
6
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0