BPP Blahbatuh Racik Inovasi, Petani Kurangi Pestisida Kimia

Ketergantungan petani terhadap pestisida kimia mulai mendapat alternatif baru. Melalui pendampingan penyuluh pertanian, bahan-bahan lokal yang selama ini mudah ditemukan di sekitar lingkungan petani kini diolah menjadi pestisida nabati ramah lingkungan.

May 23, 2026 - 06:23
 0  36
BPP Blahbatuh Racik Inovasi, Petani Kurangi Pestisida Kimia

BPP Blahbatuh Racik Inovasi, Petani Kurangi Pestisida Kimia

Ketergantungan petani terhadap penggunaan pestisida kimia perlahan mulai diarahkan menuju pola budidaya yang lebih ramah lingkungan. Melalui pendampingan penyuluh pertanian, petani kini didorong memanfaatkan bahan-bahan lokal yang tersedia di sekitar lingkungan mereka sebagai bahan dasar pestisida nabati.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tematik yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar dan dilaksanakan Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Blahbatuh dengan mengangkat tema Pembuatan Pestisida Nabati dari Bahan Lokal. Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar sebagai bagian dari penguatan kapasitas petani dan penyuluh.

Sebanyak 20 petani perwakilan subak se-Kecamatan Blahbatuh mengikuti kegiatan tersebut. Mereka tidak hanya menjadi peserta pelatihan, tetapi juga diharapkan menjadi agen penyebar informasi di wilayahnya masing-masing agar pemanfaatan pestisida nabati berbahan lokal semakin luas diterapkan petani.

Kegiatan dibuka oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, I Wayan Suarta, S.Sn., M.Si. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi terhadap upaya pemanfaatan bahan lokal sebagai pestisida nabati.

“Pemanfaatan bahan-bahan lokal yang ada di sekitar petani sebagai pestisida nabati merupakan langkah yang baik dan perlu dikembangkan secara berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Koordinator BPP Blahbatuh, Ni Kadek Sintya Dewi, SP, dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut dirancang tidak hanya sebatas penyampaian materi, tetapi dipadukan dengan praktik langsung pembuatan pestisida nabati.

Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar terhadap peningkatan kapasitas petani dan penyuluh. Selain memperoleh materi, peserta juga diajak memahami proses pembuatan hingga implementasi pestisida nabati ramah lingkungan.

“Harapannya peserta yang hadir dapat menyebarluaskan informasi ini kepada petani di wilayahnya masing-masing. Bahkan peserta juga memperoleh pestisida nabati terfermentasi yang telah disiapkan Tim BPP Blahbatuh,” jelasnya.

Ketua Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Gianyar, I Made Geben, SP, juga mengajak para peserta untuk mulai membiasakan pemanfaatan bahan-bahan lokal sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih aman dan berkelanjutan.

Bimtek menghadirkan Koordinator BPP Sukawati sekaligus Penyuluh Pertanian Ahli Madya, Ni Ketut Poliadi, SP, sebagai narasumber. Dengan gaya penyampaian yang santai namun tetap serius, suasana pelatihan berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak lebih terbuka berdiskusi serta aktif terlibat dalam setiap sesi.

Usai pemaparan materi di ruang pertemuan, kegiatan berlanjut ke sesi praktik di halaman BPP Blahbatuh. Di bawah rindangnya pohon mangga dan alpukat, peserta bersama-sama meracik pestisida nabati dengan penuh antusias. Suasana akrab terasa ketika canda tawa dan keseriusan berjalan beriringan selama praktik berlangsung.

Antusiasme peserta juga terlihat dalam sesi diskusi lapangan. I Ketut Subrata selaku Pekaseh Subak Buruan mengawali sesi tanya jawab dengan menanyakan dosis penggunaan dan kemungkinan efek samping pestisida nabati tersebut.

Pertanyaan berikutnya datang dari I Dewa Made Mudra, Pekaseh Subak Nengan, yang menanyakan interval penyemprotan serta masa penggunaan pestisida nabati setelah proses fermentasi selesai.

Seluruh pertanyaan peserta dijawab secara lugas dan jelas oleh narasumber. Diskusi yang hidup tersebut menunjukkan meningkatnya minat petani terhadap penerapan teknologi pertanian berbasis sumber daya lokal yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas peran penyuluh pertanian tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga penggerak perubahan di lapangan melalui inovasi yang dekat dengan kebutuhan petani.

Koresponden : Ni Kadek Sintya Dewi, SP. BPP Blahbatuh Gianyar

Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 9
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0