Berguru ke Penangkar, Mahasiswa Unud Dalami Benih Padi Bersertifikat

Belajar benih padi tak cukup dari ruang kuliah. Dr. Gede Wijana mengajak 30 mahasiswa Agroekoteknologi Universitas Udayana berguru langsung kepada penangkar di Subak Delod Sema, Badung, untuk mendalami proses produksi benih padi bersertifikat dari hulu hingga hilir.

Jun 11, 2026 - 05:20
Jun 11, 2026 - 08:03
 0  51
Berguru ke Penangkar, Mahasiswa Unud Dalami Benih Padi Bersertifikat

Berguru ke Penangkar, Mahasiswa Unud Dalami Benih Padi Bersertifikat

BADUNG – Tak sekadar mempelajari teori di ruang kuliah, sebanyak 30 mahasiswa Semester VI Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian Universitas Udayana (Unud), turun langsung ke lapangan untuk mendalami proses produksi benih padi bersertifikat. Mereka mengunjungi penangkar benih padi Subak Delod Sema, Desa Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Sabtu (6/6).

Kunjungan yang merupakan bagian dari mata kuliah Produksi Benih tersebut didampingi oleh Dr. Gede Wijana, Dr. Ni Luh Made Pradnyawathi, Dr. Ida Ayu Putri Darmawati, Dr. Listihani, serta Heru Anggara, M.Si. Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh kepada mahasiswa mengenai proses produksi dan sertifikasi benih padi, mulai dari hulu hingga hilir.

Rombongan diterima langsung oleh Ketua Penangkar Benih Padi Subak Delod Sema, I Gede Adnyana, didampingi Deva. Dalam pemaparannya, Gede Adnyana menjelaskan berbagai tahapan produksi benih padi bersertifikat, termasuk persiapan yang harus dilakukan sebelum benih dinilai oleh Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BPSBTPH Bun).

Selain mendapatkan materi, mahasiswa juga terlibat langsung dalam berbagai praktik lapangan. Mereka berlatih mengukur kadar air benih, mengamati hasil perkecambahan untuk mengetahui viabilitas atau daya berkecambah, melakukan teknik penjemuran, proses pembersihan (cleaning), hingga pengemasan calon benih.

Mahasiswa juga mencoba mengambil contoh benih menggunakan alat stick sampler, mengamati tata cara penyusunan dan memadatkan karung calon benih, serta melihat langsung benih yang telah dikemas dan diberi label sertifikasi.

Suasana diskusi dan pelatihan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif berdiskusi dengan narasumber untuk memperdalam pemahaman mengenai sistem perbenihan yang selama ini dipelajari di bangku kuliah.

Gede Wijana mengatakan, pembelajaran lapangan menjadi bagian penting dalam membekali siswa dengan kompetensi yang lebih utuh mengenai sistem perbenihan.

“Produksi benih tidak cukup dipahami hanya melalui teori di ruang kuliah. Melalui kunjungan ini, mahasiswa dapat melihat secara langsung tahapan produksi hingga proses sertifikasi benih, sehingga kompetensi yang dimiliki semakin kuat dan aplikatif ketika terjun ke masyarakat maupun dunia kerja,” ujar Dr. Gede Wijana.

Salah seorang perwakilan mahasiswa mengaku memperoleh pengalaman yang sangat berharga melalui kegiatan tersebut. Menurutnya, materi yang disampaikan narasumber sangat selaras dengan pembelajaran yang diterima di kampus.

“Apa yang disampaikan narasumber sangat sesuai dengan materi yang kami pelajari di kampus. Kunjungan ini membuat kami lebih memahami tahapan produksi benih padi secara nyata, mulai dari pengujian daya berkecambah, pengukuran kadar air, hingga persiapan penilaian untuk sertifikasi benih. Pengalaman seperti ini sangat berarti bagi kami sebagai calon sarjana pertanian,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis, tetapi juga pengalaman praktis mengenai proses produksi benih padi bersertifikat. Diperkirakan, bekal tersebut mampu melahirkan sumber daya manusia pertanian yang kompeten dan siap mendukung sistem pengembangan manfaat nasional di masa mendatang. (JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1