"Dua Asesor PERHIPTANI Bali Cetak 71 Penyuluh Kompeten"
Kepercayaan kepada penyuluh Bali kembali mendapat pengakuan. Dua asesor dari PERHIPTANI Bali turut mengawal pelaksanaan surveilan kompetensi penyuluh pertanian di Banyuwangi. Hasilnya, sebanyak 71 penyuluh dari Banyuwangi dan Situbondo dinyatakan kompeten setelah mengikuti sertifikasi dan surveilan kompetensi yang digelar DPW PERHIPTANI Jawa Timur.
"Dua Asesor PERHIPTANI Bali Cetak 71 Penyuluh Kompeten"
Profesionalisme penyuluh pertanian terus diperkuat. Sebanyak 71 penyuluh pertanian dari Kabupaten Banyuwangi dan Situbondo mengikuti kegiatan Sertifikasi Kompetensi dan Surveilan Kompetensi Penyuluh Pertanian yang diselenggarakan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Provinsi Jawa Timur di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Rogojampi, Banyuwangi, pada 6–8 Juni 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga dan memastikan kompetensi yang telah diperoleh penyuluh melalui pendidikan formal, pelatihan, pengalaman kerja maupun sertifikasi sebelumnya tetap terpelihara dan berkembang. Langkah ini sekaligus memperkuat kualitas sumber daya manusia penyuluhan agar mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian yang semakin dinamis.
Pelaksanaan asesmen sertifikasi dilakukan oleh tim asesor kompetensi yang ditugaskan berdasarkan Surat Perintah Ketua Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pertanian Kementerian Pertanian. Tim asesor terdiri atas Dr. Ir. Ugik Romadi, SST., M.Si., IPM dari BBPP Batu, Jawa Timur, Dr. Ir. Andi Warnaen, S.ST., M.Ikom., IPM dari Pusat Penyuluhan Pertanian BPPSDMP Kementerian Pertanian, serta Ir. Hermanu Ekamto, MMA dari DPW PERHIPTANI Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, kegiatan surveilan kompetensi dilaksanakan oleh Made Sumetriani, M.P. dan Putu Suwardiyasa, SP., M.I.L. dari Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Buleleng, serta Sunandar, S.P., M.Agr. dari Tim Kerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Kediri.
Menariknya, dua asesor surveilan berasal dari keluarga besar PERHIPTANI Bali. Mereka adalah Made Sumetriani, M.P. dan Putu Suwardiyasa, SP., M.I.L. yang sehari-hari bertugas pada Tim Kerja Penyuluhan Kabupaten Buleleng. Kepercayaan yang diberikan kepada keduanya menjadi bukti bahwa kapasitas dan kompetensi penyuluh pertanian Bali semakin diperhitungkan dalam mendukung penguatan sumber daya manusia penyuluhan di tingkat nasional.
Pada kegiatan sertifikasi kompetensi, tercatat sebanyak 35 peserta mengikuti asesmen yang terdiri atas satu orang jenjang Fasilitator Terampil, tujuh orang Supervisor Pertama, 25 orang Supervisor Muda, dan dua orang Supervisor Madya. Sedangkan pada kegiatan surveilan kompetensi diikuti 46 peserta yang terdiri atas enam orang Fasilitator Terampil, satu orang Fasilitator Mahir, satu orang Supervisor Pertama, 32 orang Supervisor Muda, dan enam orang Supervisor Madya.
Sertifikasi kompetensi bertujuan memberikan pengakuan resmi atas kompetensi penyuluh pertanian sekaligus menjamin kualitas sumber daya manusia penyuluhan. Adapun surveilan kompetensi dilakukan untuk memastikan kemampuan tersebut tetap terjaga, diterapkan secara konsisten, serta terus berkembang selama masa berlaku sertifikat sehingga profesionalisme dan mutu layanan penyuluhan kepada petani tetap terjamin.
Berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan melalui verifikasi bukti, observasi, wawancara, dan uji kompetensi, secara umum seluruh peserta menunjukkan kemampuan yang memadai dalam melaksanakan tugas dan fungsi penyuluhan pertanian sesuai standar kompetensi yang dipersyaratkan.
Seluruh peserta dinyatakan Kompeten (K) pada unit kompetensi yang diasesmen. Mereka mampu menunjukkan pengetahuan, keterampilan, serta sikap kerja yang sesuai dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) maupun standar kompetensi yang berlaku di bidang penyuluhan pertanian.
Meski demikian, peserta tetap dianjurkan untuk terus meningkatkan kapasitas melalui pendidikan, pelatihan, bimbingan teknis, maupun pembelajaran mandiri agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tantangan sektor pertanian yang terus berubah.
Dengan hasil tersebut, seluruh peserta direkomendasikan memperoleh sertifikat kompetensi sesuai skema yang diikuti. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen PERHIPTANI Jawa Timur bersama LSP Pertanian Kementerian Pertanian dalam menjaga kualitas dan profesionalisme penyuluh pertanian sebagai ujung tombak pembangunan pertanian di tingkat lapangan.
Keikutsertaan dua asesor dari PERHIPTANI Bali dalam kegiatan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri. Kehadiran Made Sumetriani, M.P. dan Putu Suwardiyasa, SP., M.I.L. menunjukkan bahwa sumber daya penyuluhan asal Pulau Dewata memiliki kapasitas yang diakui dan dipercaya untuk turut mengawal peningkatan kompetensi penyuluh pertanian di berbagai daerah di Indonesia. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
4
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0