Buleleng Matangkan Strategi, Kejar Target LTT 2026

Buleleng mulai memetakan target Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026. Melalui rapat koordinasi petugas data tanaman pangan dan perkebunan, akurasi data dan strategi pencapaian target menjadi fokus utama untuk mendukung pembangunan pertanian yang lebih efektif.

Jul 1, 2026 - 04:52
 0  18
Buleleng Matangkan Strategi, Kejar Target LTT 2026

Buleleng Matangkan Strategi, Kejar Target LTT 2026

BULELENG – Menyamakan persepsi, memperkuat validitas data, serta menyusun strategi pencapaian target Luas Tambah Tanam (LTT) tahun 2026 menjadi fokus utama Rapat Koordinasi Petugas Data Tanaman Pangan dan Perkebunan Kabupaten Buleleng yang digelar di CWS BPP Sukasada, Selasa (30/6). Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumetriani, M.P., serta diikuti petugas data dan penyuluh pertanian dari seluruh kecamatan sebagai langkah awal memetakan target LTT sekaligus meningkatkan kualitas data pertanian.

Rapat diawali dengan pembahasan target LTT tahun 2026 yang mengacu pada target nasional sebelum didistribusikan ke masing-masing kecamatan. Dalam pelaksanaannya, petugas tidak hanya dituntut mengejar target, tetapi juga memastikan setiap data yang dilaporkan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Setiap petugas data diminta menyusun justifikasi apabila target belum dapat dicapai. Justifikasi tersebut harus memuat penyebab yang jelas, seperti mundurnya musim tanam, kerusakan jaringan irigasi, hingga kendala teknis lainnya. Selain itu, proyeksi capaian LTT hingga Desember 2026 diminta disampaikan paling lambat 13 Juli 2026 sebagai bahan evaluasi sekaligus penyusunan strategi tindak lanjut.

Pembahasan juga mencakup penyusunan data sektor perkebunan. Seluruh pelaporan akan mengacu pada data dasar Angka Tetap (Antap) Tahun 2025 sehingga perubahan luas Tanaman Menghasilkan (TM), Tanaman Belum Menghasilkan (TBM), maupun Tanaman Tidak Menghasilkan (TTM) dapat tercatat secara konsisten dan akurat. Pendataan komoditas nonpadi, seperti jagung dan berbagai jenis palawija, juga akan diperkuat untuk melengkapi basis data pertanian daerah.

Selain aspek pendataan, rapat turut membahas sejumlah agenda peningkatan kapasitas penyuluh, mulai dari persiapan Sertifikasi Kompetensi Penyuluh, pelaksanaan surveillance, penyusunan programa berdasarkan potensi wilayah (Potwil), hingga pengelolaan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP). Para penyuluh juga diingatkan untuk mendokumentasikan seluruh kegiatan dalam bentuk digital sebagai bukti dukung penilaian asesor dan mempercepat proses unggah SKP.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumetriani, menegaskan bahwa kualitas data merupakan fondasi utama dalam perencanaan pembangunan pertanian. Menurutnya, data yang akurat akan menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran sekaligus memudahkan proses monitoring dan evaluasi program.

"Data yang kita susun bukan sekadar memenuhi administrasi. Data ini menjadi dasar pengambilan kebijakan dan penentuan program pembangunan pertanian. Karena itu, saya berharap seluruh petugas menyampaikan data yang valid, disertai justifikasi yang jelas apabila terdapat kendala di lapangan. Dengan komitmen bersama, target LTT maupun kualitas data perkebunan dapat dicapai secara optimal," ujarnya.

Melalui rapat koordinasi ini, diharapkan terbangun kesamaan pemahaman di antara petugas data dan penyuluh pertanian sehingga kualitas pelaporan semakin baik, target LTT tahun 2026 dapat dicapai secara optimal, dan setiap kebijakan pembangunan pertanian benar-benar disusun berdasarkan data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan.

Koresponden: Wira (BPP Sukasada)
Editor: JikWid/DND

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0