Penyuluh Tanam Inovasi, Petani Petik Hasil

Inovasi bawang merah asal biji mulai menunjukkan hasil menjanjikan di Kota Denpasar. Melalui pendampingan intensif penyuluh pertanian, petani di Subak Petangan berhasil mencatat produktivitas setara 21,2 ton per hektare, membuka peluang sumber pendapatan baru bagi petani hortikultura.

Jun 26, 2026 - 06:32
 0  36
Penyuluh Tanam Inovasi, Petani Petik Hasil

Penyuluh Tanam Inovasi, Petani Petik Hasil

DENPASAR – Budi daya bawang merah asal biji atau True Shallot Seed (TSS) dinilai memiliki prospek cerah untuk dikembangkan di Kota Denpasar. Selain lebih efisien dalam penggunaan benih, teknologi ini berpotensi menghasilkan produktivitas tinggi hingga mencapai 30 ton per hektare.

Potensi tersebut mengemuka dalam kegiatan Farm Field Day (FFD) Budi Daya Bawang Merah Asal Biji yang diselenggarakan Dinas Pertanian Kota Denpasar di Subak Petangan, Kecamatan Denpasar Utara, Kamis (25/6).

Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum panen perdana bawang merah asal biji di lahan milik petani I Made Puja dan I Nyoman Sukradana seluas 5 are. Panen tersebut dihadiri Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar I G.A.N. Anggreni Suwari, SP., M.Si., beserta jajaran, Penyuluh Pertanian Lapangan BPP Denpasar Utara, Katim Kerja Penyuluhan Provinsi Bali, perwakilan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali, para pekaseh, dan petani pelaksana.

Dalam kesempatan tersebut dilakukan ubinan untuk mengetahui tingkat produktivitas tanaman. Hasilnya menunjukkan produktivitas mencapai 256 kuintal per hektare. Setelah dikonversi dengan memperhitungkan 20 persen area guludan, produktivitas efektif tercatat sebesar 212 kuintal per hektare atau setara 21,2 ton per hektare.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kota Denpasar, I G.A.N. Anggreni Suwari, SP., M.Si., mengatakan hasil panen perdana ini menunjukkan bahwa teknologi bawang merah asal biji memiliki prospek yang sangat baik untuk dikembangkan di Kota Denpasar.

"Produktivitas yang dicapai petani pada demplot ini cukup menggembirakan. Ini membuktikan bahwa bawang merah asal biji dapat menjadi alternatif teknologi budidaya yang efisien dan menguntungkan apabila diterapkan sesuai rekomendasi teknis," ujarnya.

Anggreni juga mengapresiasi peran penyuluh pertanian yang terus mendampingi petani sejak tahap persemaian hingga panen.

"Keberhasilan demplot ini tidak lepas dari kerja sama yang baik antara petani, penyuluh, dan seluruh pihak yang terlibat. Penyuluh menjadi ujung tombak dalam proses transfer teknologi di lapangan sehingga inovasi yang diperkenalkan dapat diterapkan dengan baik oleh petani," tegasnya.

Petani pelaksana, I Made Puja, mengaku awalnya sempat ragu mencoba budi daya bawang merah asal biji karena berbeda dengan kebiasaan petani yang menggunakan umbi sebagai benih. Namun, berkat pendampingan penyuluh pertanian, dirinya semakin yakin menerapkan teknologi tersebut.

Keberhasilan panen perdana tersebut menunjukkan bahwa inovasi teknologi dapat diadopsi dengan baik oleh petani apabila dibarengi pendampingan yang intensif. Penyuluh pertanian berperan mengawal seluruh tahapan budidaya, mulai dari persemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman hingga panen.

Selain menghasilkan produktivitas yang kompetitif, penggunaan benih asal biji juga memiliki sejumlah keunggulan, antara lain kebutuhan benih yang lebih sedikit, biaya distribusi yang lebih rendah, serta risiko penularan penyakit yang lebih kecil dibandingkan penggunaan benih umbi.

Melalui kegiatan FFD ini, Dinas Pertanian Kota Denpasar berharap semakin banyak petani yang tertarik mengadopsi teknologi bawang merah asal biji. Inovasi tersebut diyakini dapat menjadi alternatif usaha tani yang menjanjikan sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan petani di tengah keterbatasan lahan pertanian perkotaan. (JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0