Dulu Buruh Mebel, Kini Penyuluh Andalan
Di tengah hamparan lahan pertanian Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, awak media PERHIPTANI Bali bertemu dengan sosok bersahaja yang tak pernah lelah mendampingi petani. Dialah Nikodemus Nggaba, SST. Sulit membayangkan, pria yang kini menjadi penyuluh pertanian andalan itu pernah mengais rezeki dari pekerjaan serabutan hingga menjadi buruh mebel. Perjalanan panjang dari Tarimbang, Sumba Timur, menuju Bangli telah menempa dirinya menjadi pribadi yang tangguh dan menemukan panggilan hidupnya sebagai sahabat petani.
Dulu Buruh Mebel, Kini Penyuluh Andalan
BANGLI – Tak pernah terlintas di benak Nikodemus Nggaba, SST, perjalanan hidupnya sebagai perantau asal Tarimbang, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan bermuara pada dunia penyuluhan pertanian. Setelah sempat bekerja serabutan dan menjadi buruh mebel di Bangli, pria kelahiran Sumba Timur ini justru menemukan jalan pengabdiannya sebagai sahabat petani.
Lulusan Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Kabupaten Sumba Timur tahun 2002 tersebut mulai menetap di Bangli pada 2005. Demi menyambung hidup, berbagai pekerjaan dijalaninya. Hingga pada 2010, saat pemerintah membuka penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi penyuluh pertanian, Nikodemus memberanikan diri mengikuti seleksi. Kesempatan itu menjadi titik balik hidupnya setelah dinyatakan lulus dan resmi mengemban tugas sebagai penyuluh pertanian.
Penempatan pertamanya berada di Desa Kutuh, Kecamatan Kintamani. Di kawasan pegunungan yang dikenal sebagai sentra hortikultura tersebut, Nikodemus mulai menempa diri sebagai penyuluh lapangan. Berhadapan langsung dengan petani membuatnya banyak belajar, mulai dari memahami karakter masyarakat tani hingga mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.
Dua tahun berselang, tepatnya pada 2012, Nikodemus mendapat amanah baru untuk mendampingi petani di Desa Selulung, Kecamatan Kintamani. Desa yang berada di bawah wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Kintamani itu menjadi tempat baginya memperdalam pengalaman sekaligus memperkuat kedekatan dengan para petani.
"Menjadi penyuluh tidak cukup hanya menguasai teori. Kami harus hadir di tengah petani, mendengar keluhan mereka, memahami kebutuhan mereka, dan bersama-sama mencari jalan keluarnya," ujarnya.
Semangat untuk terus belajar membawanya mengikuti seleksi ikatan dinas Kementerian Pertanian pada 2013. Kesempatan emas itu berhasil diraihnya setelah dinyatakan lulus pada Jurusan Peternakan Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Magelang, Jawa Tengah.
Empat tahun menjalani tugas belajar, Nikodemus menyelesaikan pendidikan pada 2017 dan kembali mengabdi di Kabupaten Bangli setahun kemudian. Ia kembali dipercaya mendampingi petani di Desa Selat, sebelum akhirnya pada 2026 mendapat amanah baru sebagai penyuluh pertanian di Desa Tiga, Kecamatan Susut.
Di tengah perjalanan pengabdiannya, ada satu momen yang paling membekas dalam ingatannya. Saat mengikuti kegiatan di Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali, Nikodemus berkesempatan bertemu langsung dengan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, beserta rombongan.
Baginya, kesempatan bertatap muka dengan pimpinan tertinggi yang membina para penyuluh pertanian di Indonesia merupakan kebanggaan tersendiri. Namun, yang tak kalah berkesan adalah suasana hangat ketika berkumpul dengan rekan-rekan penyuluh dari seluruh Bali.
"Yang lebih seru lagi, kami bisa bertemu teman-teman penyuluh se-Bali. Ada yang sudah lama tidak bertemu. Rasanya seperti reuni. Kami saling berbagi pengalaman dan saling menyemangati untuk terus mendampingi petani," kenangnya.
Dari seorang buruh mebel hingga menjadi sarjana terapan dan penyuluh pertanian andalan, perjalanan Nikodemus Nggaba menjadi bukti bahwa kerja keras, ketekunan, dan semangat untuk terus belajar mampu mengubah jalan hidup seseorang. Bagi pria asal Sumba Timur itu, pengabdian kepada petani adalah panggilan yang akan terus dijalani dengan sepenuh hati. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0