Kelsi Bali Pantau Droping Benih di Klungkung

Di tengah berpacu dengan musim tanam dan cuaca yang tak menentu, jajaran penyuluhan pertanian Provinsi Bali memastikan bantuan benih tidak hanya selesai di atas kertas. Turun langsung ke lapangan, mereka mengawal proses distribusi hingga benih tiba di tangan petani.

Jun 16, 2026 - 07:17
 0  29
Kelsi Bali Pantau Droping Benih di Klungkung

Kelsi Bali Pantau Droping Benih di Klungkung

KLUNGKUNG – Komitmen memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran ditunjukkan jajaran Kelompok Substansi (Kelsi) Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali. Dipimpin Ketua Kelsi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., bersama jajaran turun langsung memantau dan mengawal jalannya droping bantuan benih padi varietas Inpari 32 di Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Jumat (12/6/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan lancar dan bantuan yang merupakan hasil usulan petani melalui aplikasi e-Banper (Elektronik Bantuan Pemerintah) Kementerian Pertanian RI dapat diterima petani tepat waktu menjelang musim tanam.

Dalam pelaksanaannya, jajaran Kelsi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali bersinergi dengan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Banjarangkan yang selama ini menjadi garda terdepan pendampingan petani. Kehadiran tim provinsi di lapangan menjadi bentuk dukungan sekaligus memastikan tidak ada kendala dalam proses penyaluran bantuan.

Untuk mempercepat distribusi, tim penyuluh membagi pergerakan menjadi dua jalur. Strategi tersebut diterapkan mengingat luasnya wilayah layanan dan banyaknya subak penerima bantuan di Kecamatan Banjarangkan.

Tim Jalur I melayani wilayah Desa Tohpati (Subak Tohpati), Desa Bungbungan (Subak Togoh dan Subak Giri), Desa Nyalian (Subak Gombeng Kaler dan Gombeng Kelod), Desa Bakas (Subak Bakas), Desa Tusan (Subak Lunjungan dan Subak Sema Agung), serta Desa Banjarangkan (Subak Dlod Banjarangkan).

Sementara Tim Jalur II bergerak menuju Desa Nyanglan (Subak Nyanglan), Desa Aan (Subak Aan Dangin Desa dan Subak Sengkiding), Desa Tihingan (Subak Penasan), Desa Takmung (Subak Takmung dan Subak Lepang), serta Desa Negari.

Meski harus menghadapi terik matahari dan hujan yang turun silih berganti, semangat para penyuluh tidak surut. Mereka tetap bergerak dari satu titik distribusi ke titik lainnya demi memastikan benih unggul Inpari 32 sampai ke tangan petani sesuai kebutuhan dan jadwal tanam.

Ketua Kelsi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, menegaskan bahwa pengawalan langsung di lapangan merupakan bagian dari upaya memastikan program bantuan pemerintah benar-benar memberikan manfaat bagi petani.

“Penyuluh tidak hanya berperan dalam pendampingan budidaya, tetapi juga mengawal setiap program pemerintah agar dapat diterima petani secara tepat waktu, tepat jumlah, dan tepat sasaran. Dengan demikian, petani dapat segera memanfaatkan benih untuk mendukung peningkatan produksi,” ujarnya.

Menurutnya, sinergi antara pemanfaatan teknologi digital melalui aplikasi e-Banper Kementerian Pertanian, dukungan pemerintah daerah, serta kerja nyata para penyuluh menjadi kunci keberhasilan penyaluran bantuan kepada petani.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja (Katimker) Penyuluhan Kabupaten Klungkung, Desak Made Diah Wijayanti, S.P., M.Agb., menyampaikan bahwa keberhasilan penyaluran bantuan benih tidak terlepas dari sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, serta para penyuluh pertanian yang berada di garis depan pendampingan petani.

Menurutnya, ketepatan waktu distribusi menjadi faktor penting mengingat petani tengah bersiap memasuki musim tanam. Karena itu, seluruh jajaran penyuluhan bergerak bersama untuk memastikan bantuan benih varietas Inpari 32 dapat diterima petani sesuai kebutuhan dan jadwal tanam di masing-masing subak.

“Penyuluh pertanian memiliki tanggung jawab untuk mengawal program dari hulu hingga hilir. Kami ingin memastikan benih yang telah diusulkan petani melalui aplikasi e-Banper benar-benar sampai ke tangan penerima dan segera dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produksi padi di Kabupaten Klungkung,” ujar Desak Made Diah Wijayanti.

Ia menambahkan, semangat gotong royong yang ditunjukkan para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) di Kecamatan Banjarangkan patut diapresiasi. Di tengah tantangan cuaca yang tidak menentu, para penyuluh tetap hadir mendampingi dan mengawal proses distribusi hingga ke tingkat subak.

“Bagi kami, keberhasilan program bukan hanya diukur dari tersalurkannya bantuan, tetapi dari sejauh mana bantuan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi petani. Karena itu, penyuluh akan terus hadir mendampingi krama subak agar proses budidaya berjalan optimal dan produktivitas pertanian semakin meningkat,” tambahnya.

 Langkah tersebut sekaligus menegaskan bahwa penyuluh pertanian tidak hanya hadir sebagai pendamping dan penyampai inovasi, tetapi juga menjadi pengawal program pembangunan pertanian dari hulu hingga bantuan benar-benar diterima oleh krama subak. Harapannya, penggunaan varietas unggul Inpari 32 mampu mendukung peningkatan produktivitas dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Klungkung maupun Provinsi Bali.

Koresponden: Ni Komang Tinggal Asih, S.P. (BPP Banjarangkan)
Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 4
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0