Penyuluh Semai Embrio Smart Farming
BULELENG – Bukan sekadar menerbangkan drone, para penyuluh pertanian di Kecamatan Sawan tengah menebar benih perubahan. Dari Subak Dalem, Desa Bungkulan, embrio smart farming mulai disemai untuk 17 subak di Kecamatan Sawan dan Kubutambahan.
Penyuluh Semai Embrio Smart Farming
BULELENG – Suara baling-baling drone memecah keheningan hamparan sawah Subak Dalem, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Jumat (12/6). Teknologi yang selama ini identik dengan dunia digital kini mulai akrab dengan aktivitas petani. Kehadirannya menjadi penanda dimulainya langkah menuju pertanian modern atau smart farming di wilayah timur Kabupaten Buleleng.
Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sawan sebagai wilayah kerja yang membina petani dan kelembagaan subak di Kecamatan Sawan mengambil peran aktif dalam memperkenalkan teknologi pertanian modern kepada petani. Bersama seluruh penyuluh pertanian lapangan (PPL), BPP Kecamatan Sawan mendampingi kegiatan demonstrasi penggunaan drone semprot pertanian yang difasilitasi CV Agro Jaya dan didukung Bank BPD Bali melalui program Kredit Usaha Alsintan (KUA).
Kegiatan yang dipusatkan di areal persawahan Subak Dalem, Desa Bungkulan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, tersebut diikuti oleh perwakilan dari 17 subak yang berada di Kecamatan Sawan dan Kecamatan Kubutambahan. Para pekaseh dan anggota subak hadir untuk menyaksikan secara langsung penerapan teknologi pertanian modern yang diharapkan menjadi embrio pengembangan smart farming di wilayah Buleleng bagian timur.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan. Mereka mengikuti setiap tahapan demonstrasi, mulai dari proses pemetaan lahan hingga praktik penyemprotan secara otomatis menggunakan drone. Bagi sebagian petani, teknologi tersebut menjadi pengalaman baru yang memperlihatkan bahwa pekerjaan di sawah kini dapat dilakukan dengan lebih cepat, efisien, dan presisi.
Teknologi yang diperkenalkan adalah drone pertanian DJI Agras T25P yang dirancang untuk mendukung efisiensi usaha tani. Drone ini dilengkapi tangki penyemprotan berkapasitas 20 liter dan tangki pemupukan 25 kilogram, sehingga mampu melayani areal pertanian yang luas dalam waktu relatif singkat. Didukung sistem navigasi cerdas dan tenaga baterai listrik, drone dapat bekerja secara efektif dengan hasil aplikasi yang lebih merata.
Dalam sesi praktik lapangan, peserta diperlihatkan bagaimana pilot drone menyusun jalur penerbangan melalui aplikasi berbasis Android yang terintegrasi dengan sistem DJI. Setelah proses pemetaan selesai, drone dapat beroperasi secara otomatis sesuai rute yang telah ditentukan. Berbagai sensor pintar yang dimiliki juga memungkinkan drone mendeteksi serta menghindari rintangan seperti pohon, tiang listrik, maupun kabel udara sehingga operasional menjadi lebih aman dan presisi.
Koordinator BPP Kecamatan Sawan, Gede Swidana Mardawa, S.P., mengatakan pengenalan teknologi drone merupakan salah satu langkah nyata dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern dan berdaya saing.
“Pemanfaatan drone pertanian dapat membantu petani mengatasi keterbatasan tenaga kerja sekaligus meningkatkan ketepatan aplikasi pupuk maupun pestisida. Kami berharap inovasi seperti ini dapat dimanfaatkan secara bertahap oleh kelompok tani dan subak di Kecamatan Sawan maupun Kubutambahan sehingga produktivitas pertanian semakin meningkat,” ujarnya.
Menurut dia, keterlibatan perwakilan dari 17 subak menjadi langkah awal penting dalam mempercepat adopsi teknologi di tingkat petani. Melalui peran penyuluh pertanian, berbagai inovasi diharapkan dapat diteruskan dan diterapkan secara bertahap di masing-masing wilayah subak.
Sementara itu, Putu Sukawa, petani dari Subak Pungakan, Desa Bungkulan, mengaku terkesan dengan kemampuan teknologi yang diperagakan. Menurutnya, penggunaan drone mampu memangkas waktu kerja sekaligus mengurangi tenaga yang dikeluarkan petani.
“Penyemprotan menjadi lebih cepat, tidak menguras tenaga, dan mampu menjangkau lahan yang lebih luas dalam waktu singkat. Teknologi seperti ini sangat membantu petani untuk bekerja lebih efisien. Kami berharap ke depan semakin banyak petani yang dapat memanfaatkan teknologi ini,” ungkapnya.
Melalui demonstrasi tersebut, petani memperoleh pengalaman langsung mengenai penerapan teknologi modern dalam usaha tani. Kehadiran drone pertanian tidak hanya meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.
Dari hamparan sawah Subak Dalem Desa Bungkulan, para penyuluh pertanian menebar benih perubahan. Smart farming yang selama ini hanya dikenal melalui berbagai literatur dan media digital, perlahan mulai diperkenalkan kepada petani. Dengan dukungan kelembagaan subak yang kuat, sinergi penyuluh, serta semakin terbukanya petani terhadap inovasi, embrio pertanian modern di Kecamatan Sawan dan Kubutambahan diharapkan tumbuh menjadi fondasi bagi terwujudnya pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
Koresponden: Ni Made Candraningsih, SP (BPP Sawan)
Editor: JikWid/DND
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0