Sore Ceria RRI Singaraja: Saat Petani Muda Menepis Stigma "Petani Itu Kotor"

"Petani itu kotor." Stigma itulah yang hingga kini masih menjadi penghalang regenerasi petani. Melalui talkshow Sore Ceria di RRI Pro 2 Singaraja, Senin (29/6), Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 Gede Nien Ari Cahyadi hadir untuk mematahkan anggapan tersebut. Menurutnya, pertanian modern justru membuka peluang usaha yang menjanjikan bagi generasi muda.

Jun 30, 2026 - 00:09
 0  6
Sore Ceria RRI Singaraja: Saat Petani Muda Menepis Stigma "Petani Itu Kotor"

Sore Ceria RRI Singaraja:

Saat Petani Muda Menepis Stigma "Petani Itu Kotor"

BULELENG – Stigma bahwa profesi petani identik dengan pekerjaan kotor dan tidak menjanjikan masih menjadi tantangan besar dalam regenerasi petani. Isu tersebut mengemuka dalam talkshow Sore Ceria RRI Pro 2 Singaraja, Senin (29/6), yang mengangkat tema "Pelopor Tani Muda". Hadir sebagai narasumber, Young Ambassador Agriculture (YAA) 2026 Gede Nien Ari Cahyadi mengajak generasi muda mengubah cara pandang terhadap dunia pertanian yang kini semakin modern, inovatif, dan memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan.

Dalam dialog interaktif yang dipandu host Zaky selama satu jam, pemuda asal Desa Kayu Putih, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng itu membagikan pengalaman hingga berhasil meraih predikat Young Ambassador Agriculture 2026. Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan lagi keterbatasan teknologi, melainkan masih kuatnya stigma negatif terhadap profesi petani.

"Banyak anak muda masih menganggap petani itu kotor dan tidak memiliki masa depan. Padahal pertanian sekarang sudah berubah. Yang dibutuhkan generasi muda bukan sekadar ajakan, tetapi bukti nyata bahwa bertani mampu memberikan penghasilan dan peluang usaha yang menjanjikan," ujarnya.

Gede Nien menilai regenerasi petani harus dimulai dengan menghadirkan contoh keberhasilan yang dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh generasi muda. Ketika pertanian mampu memberikan nilai tambah dan keuntungan ekonomi, minat anak muda untuk terjun ke sektor ini akan tumbuh dengan sendirinya.

Keberhasilan yang diraih Gede Nien tidak lepas dari pendampingan intensif Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukasada, khususnya Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Kayu Putih, I Dewa Nyoman Darmayasa, SP., M.P. Pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, mulai dari aspek budidaya, peningkatan kualitas produksi, hingga pengembangan usaha berbasis hilirisasi.

Salah satu inovasi yang kini berkembang di Desa Kayu Putih adalah pengolahan kopi menjadi produk bernilai tambah. Bersama kelompok tani, Gede Nien tidak lagi hanya memasarkan hasil panen dalam bentuk biji kopi mentah, tetapi mengolahnya menjadi coffee beans dan coffee powder berkualitas premium. Langkah tersebut disertai penerapan standar pengolahan yang lebih modern, higienis, dan berorientasi pasar.

Melalui inovasi hilirisasi tersebut, nilai jual kopi meningkat sehingga memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi petani. Tidak hanya itu, model usaha ini juga menjadi media pembelajaran bagi generasi muda bahwa sektor pertanian memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kreativitas, inovasi, dan penerapan teknologi.

Penyuluh Pertanian Lapangan Desa Kayu Putih, I Dewa Nyoman Darmayasa, mengatakan regenerasi petani tidak cukup dilakukan melalui sosialisasi, tetapi harus dibuktikan dengan lahirnya petani muda yang mampu menjadi contoh keberhasilan di lapangan.

"Anak muda akan tertarik ketika melihat pertanian mampu menghasilkan produk berkualitas, memiliki pasar yang jelas, dan memberikan keuntungan ekonomi. Karena itu, pendampingan penyuluh tidak berhenti pada budidaya, tetapi juga mencakup pengolahan hasil, pengembangan usaha, hingga pemasaran," jelasnya.

Talkshow Sore Ceria di RRI Pro 2 Singaraja menjadi ruang edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk melihat wajah baru pertanian Indonesia. Kehadiran sosok seperti Gede Nien membuktikan bahwa profesi petani tidak lagi identik dengan pekerjaan tradisional, melainkan telah berkembang menjadi bidang usaha yang memadukan inovasi, teknologi, kewirausahaan, dan kreativitas.

Melalui kolaborasi antara penyuluh pertanian, petani muda, dan berbagai pemangku kepentingan, upaya regenerasi petani diharapkan terus menguat. Pengukuhan Gede Nien Ari Cahyadi sebagai Young Ambassador Agriculture 2026 menjadi bukti bahwa generasi muda mampu menjadi motor penggerak transformasi pertanian menuju sektor yang lebih modern, berdaya saing, dan membanggakan.(JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0