Dari Karangasem ke Gorontalo, Salak Zero Waste Siap Unjuk Gigi di Penas KTNA
GORONTALO – Lima peserta asal Kabupaten Karangasem dipercaya mewakili Provinsi Bali pada ajang Penas KTNA XVII di Gorontalo. Mereka membawa inovasi pengolahan Salak Karangasem berbasis zero waste sebagai upaya memperkenalkan potensi pertanian unggulan daerah di tingkat nasional.
Dari Karangasem ke Gorontalo, Salak Zero Waste Siap Unjuk Gigi di Penas KTNA
Gorontalo – Sebanyak lima peserta dari Kabupaten Karangasem dipercaya mewakili Provinsi Bali pada ajang Pekan Nasional (Penas) Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo. Kontingen Karangasem tampil pada lomba Temu Karya dengan membawa inovasi pengolahan Salak Karangasem berbasis zero waste atau tanpa limbah.
Rombongan bertolak dari Bali pada 15 Juni 2026. Perjalanan menuju Gorontalo tidaklah mudah. Keterbatasan tiket penerbangan membuat kontingen harus berangkat lebih awal dan menempuh jalur melalui Kota Manado, Sulawesi Utara. Dari Manado, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat selama kurang lebih 12 jam menuju Gorontalo.
Di tengah perjalanan panjang tersebut, para peserta juga merayakan Hari Raya Galungan di wilayah transmigrasi Kabupaten Boalemo, Gorontalo. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan masyarakat setempat sekaligus melihat secara langsung kehidupan sosial, budaya, dan aktivitas pertanian masyarakat di daerah transit.
Setelah melaksanakan persembahyangan, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju lokasi penyelenggaraan Penas KTNA dengan waktu tempuh sekitar 2,5 jam. Setibanya di lokasi, Kontingen Karangasem mendapat sambutan hangat dari bapak lurah bersama Bhabinkamtibmas setempat.
Pada 18 Juni 2026, peserta langsung meninjau lokasi lomba Temu Karya serta membantu persiapan stan pameran KTNA Provinsi Bali. Keikutsertaan dalam Penas KTNA tidak hanya bertujuan mengikuti perlombaan, namun juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan teknologi pertanian yang dapat diterapkan di Kabupaten Karangasem.
Dalam kegiatan tersebut, Katimker Penyuluhan Kabupaten Karangasem sekaligus pendamping dan peninjau, I Putu Eka Budi Antara, SP., M.Agb., menyampaikan harapannya agar keikutsertaan Kontingen Karangasem di Penas KTNA XVII dapat memberikan manfaat bagi pengembangan sektor pertanian di daerah.
"Kami berharap dapat memperoleh banyak informasi dan teknologi pertanian yang nantinya dapat dikembangkan di daerah. Yang paling penting, kami ingin memperkenalkan Kabupaten Karangasem di tingkat nasional, termasuk Salak Karangasem yang telah dikenal dunia dan kini telah diolah menjadi berbagai produk dengan prinsip zero waste," ujar I Putu Eka Budi Antara, SP., M.Agb.
Menurutnya, keikutsertaan dalam Penas KTNA XVII tidak hanya menjadi ajang berbagi inovasi, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan potensi pertanian Kabupaten Karangasem kepada masyarakat Indonesia. Inovasi pengolahan Salak Karangasem dengan konsep zero waste diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi komoditas unggulan daerah sekaligus mendukung pengembangan pertanian yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Melalui ajang nasional ini, Kabupaten Karangasem tidak hanya menunjukkan kualitas produk pertaniannya, tetapi juga menegaskan komitmennya dalam mendorong inovasi dan hilirisasi hasil pertanian sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani serta memperluas pasar produk unggulan daerah di tingkat nasional.
Koresponden: Eka Budi
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0