Kelsi Bali - Distan Gianyar Pacu Lahirnya Petani Muda
GIANYAR – Kisah I Kadek Badra Kartika alias Dek Mbot membuktikan bahwa pertanian modern mampu menarik minat generasi muda. Berawal dari seorang mekanik, pemuda asal Banjar Apuan, Singapadu, Sukawati itu kini menjadi inspirasi pengembangan bawang merah dari biji (TSS), sekaligus memantik langkah Dinas Pertanian Gianyar dan Kelsi Bali mendorong lahirnya kelompok tani muda.
Kelsi Bali - Distan Gianyar Pacu Lahirnya Petani Muda
GIANYAR – Regenerasi petani tak cukup hanya dengan teori. Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar bersama Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian (Kelsi) Provinsi Bali turun langsung mempertemukan generasi muda dengan sosok petani milenial inspiratif, I Kadek Badra Kartika atau akrab disapa Dek Mbot. Dari lahan sederhana di Banjar Apuan, Singapadu, Sukawati, semangat membangun pertanian modern sekaligus kelompok tani muda mulai ditumbuhkan.
Kunjungan lapangan itu dipimpin Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb., didampingi Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian (Kelsi) Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb. Hadir pula Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan, Ni Kadek Krisna Jayanti, SP., bersama jajaran penyuluh pertanian lainnya yang selama ini menjadi garda terdepan pendampingan petani di lapangan.
Sosok Dek Mbot terbilang unik. Lulusan SMK Teknik Mesin tahun 2019 itu awalnya tak memiliki latar belakang pertanian. Namun, saat pandemi Covid-19 melanda, ia terpanggil membantu keluarganya mengolah lahan. Kemampuan mekaniknya dimanfaatkan untuk mengenalkan cultivator mini agar pekerjaan menjadi lebih ringan dan efisien.
Dari sana, kecintaannya terhadap dunia pertanian mulai tumbuh. Setelah sempat menanam cabai dan padi, pemuda berusia 25 tahun itu memilih menekuni bawang merah. Jalan yang ditempuh tak selalu mulus. Ia pernah mengalami kegagalan hingga tertipu bibit umbi palsu. Namun, pengalaman tersebut justru mengantarkannya menemukan teknologi budidaya bawang merah dari biji atau True Shallot Seed (TSS).
"Bertani bawang merah dari biji jauh lebih efisien. Benih TSS siap tanam untuk lahan 1,5 are hanya membutuhkan biaya sekitar Rp400 ribu. Kalau memakai umbi, biayanya bisa mencapai Rp750 ribu. Selisihnya bisa digunakan untuk pupuk dan perawatan," jelas Dek Mbot.
Inovasi tersebut juga terbukti mampu menghasilkan umbi berukuran besar, termasuk saat musim hujan ketika produksi bawang merah dari bibit umbi umumnya menurun dan kurang diminati pasar.
Keberhasilan Dek Mbot mendapat apresiasi dari Kepala Bidang TPH Dinas Pertanian Gianyar, Ni Made Yuliani Putri. Menurutnya, inovasi dan efisiensi usaha tani menjadi daya tarik penting agar generasi milenial dan Gen Z tidak ragu menekuni sektor pertanian.
"Apa yang dilakukan Dek Mbot sangat luar biasa. Dari seorang mekanik menjadi inovator TSS. Hortikultura, khususnya bawang merah, memiliki nilai ekonomi tinggi jika dikelola secara presisi. Kami berharap semangat dan pengalaman yang dimiliki Dek Mbot dapat menular kepada pemuda lain di Gianyar dan menjadi embrio lahirnya kelompok tani muda," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Kelsi Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana. Menurutnya, keberhasilan petani muda akan semakin kuat jika didukung kelembagaan yang kokoh melalui kelompok tani.
"Pertanian modern tidak bisa berjalan sendiri. Kelompok tani menjadi wadah untuk memperkuat akses terhadap teknologi, penyuluhan, permodalan, hingga pemasaran. Anak muda memiliki keunggulan dalam mengadopsi inovasi. Jika mereka berhimpun dalam kelompok, kekuatan itu akan berlipat ganda," tegasnya.
Sementara itu, PPL setempat, Ni Kadek Krisna Jayanti, menyatakan siap mendampingi Dek Mbot sekaligus memfasilitasi pemuda sekitar yang ingin terjun ke sektor pertanian.
Dinas Pertanian Gianyar bersama Kelsi Bali berharap, dari Banjar Apuan, Singapadu, akan lahir kelompok tani muda berbasis teknologi yang mampu menjadi motor regenerasi petani dan memperkuat ketahanan pangan di Kabupaten Gianyar. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0