TNI-PPL Kompak Kawal Petani Kaliakah
TNI dan penyuluh pertanian tak sekadar mengawal program. Di Desa Kaliakah, Jembrana, keduanya turun langsung ke lahan mendampingi petani menyiapkan bedengan terong dan cabai dalam rangka pendampingan Tim Wasev TNI guna memperkuat ketahanan pangan
TNI-PPL Kompak Kawal Petani Kaliakah
JEMBRANA – Komitmen menjaga swasembada pangan terus diperkuat melalui sinergi lintas sektor. Di Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, jajaran Kodim 1617/Jembrana bersama Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) turun langsung mendampingi petani dalam kegiatan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) TNI, Kamis (11/6).
Kegiatan tersebut menjadi bukti nyata kolaborasi antara aparat kewilayahan dan insan pertanian dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. PPL memberikan pendampingan teknis kepada petani, sedangkan TNI mengawal pelaksanaan program agar berjalan optimal dan tepat sasaran.
Pendampingan melibatkan unsur Kodim 1617/Jembrana, Tim Kerja Penyuluh Pertanian yang dipimpin Widoretno Prabandari, S.ST, PPL Desa Kaliakah I Nyoman Widnyana Putra, S.P., serta perwakilan petani setempat. Kehadiran seluruh pihak tersebut semakin memperkuat koordinasi dalam mendukung peningkatan produktivitas pertanian di wilayah Desa Kaliakah.
Tidak hanya melakukan pengawasan dan evaluasi, jajaran Kodim 1617/Jembrana bersama PPL juga turun langsung mendampingi petani menyiapkan bedengan untuk pertanaman terong dan cabai. Di tengah terik matahari, TNI, penyuluh, dan petani bahu-membahu mengolah lahan sebagai wujud nyata sinergi menjaga ketahanan pangan. Pendampingan tersebut sekaligus menjadi sarana bagi penyuluh untuk memberikan bimbingan teknis budidaya, sehingga tanaman yang akan ditanam nantinya mampu tumbuh optimal dan memberikan hasil yang maksimal bagi petani.
Tidak hanya melakukan pengawasan dan evaluasi, jajaran TNI bersama penyuluh juga turun langsung ke lahan mendampingi petani menyiapkan bedengan yang akan ditanami terong dan cabai. Di tengah semangat gotong royong, petani, penyuluh, dan personel TNI bahu-membahu mengolah lahan sebagai bagian dari upaya optimalisasi pemanfaatan lahan pertanian.
Pada kesempatan tersebut, penyuluh memberikan arahan teknis mengenai pembuatan bedengan, pengolahan tanah, hingga persiapan pemupukan dasar agar tanaman dapat tumbuh optimal. Sementara itu, kehadiran personel TNI memberikan dukungan moril sekaligus memperkuat semangat petani dalam mengembangkan usaha taninya.
Pendampingan Tim Wasev juga difokuskan pada pemantauan kondisi pertanaman, penerapan teknologi budidaya, serta identifikasi berbagai kendala yang dihadapi petani. Mulai dari ketersediaan air irigasi, pemupukan, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), hingga kesiapan menghadapi musim tanam berikutnya menjadi perhatian bersama.
PPL Desa Kaliakah Widnyana mengatakan, keterlibatan TNI dalam sektor pertanian memberikan semangat tambahan bagi para petani. Selain memperkuat koordinasi di lapangan, sinergi tersebut menunjukkan bahwa menjaga ketersediaan pangan merupakan tanggung jawab bersama.
“Pendampingan bersama TNI membuat petani semakin termotivasi. Berbagai persoalan di lapangan dapat lebih cepat diidentifikasi dan dicarikan solusi secara bersama-sama,” ujarnya.
Sementara itu, jajaran Kodim 1617/Jembrana menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembangunan sektor pertanian sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional. Melalui kegiatan Wasev, TNI tidak hanya melakukan pemantauan, tetapi juga memastikan program pendampingan yang berjalan benar-benar memberikan manfaat bagi petani.
Kehadiran Tim Wasev mendapat sambutan positif dari petani Desa Kaliakah. Mereka mengaku terbantu dengan pendampingan langsung dari penyuluh serta dukungan moril dari aparat TNI. Kolaborasi tersebut dinilai mampu mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di lapangan sekaligus meningkatkan semangat petani untuk terus berproduksi.
“Kami senang karena tidak bekerja sendiri. Ada penyuluh yang memberi bimbingan dan bapak-bapak TNI yang ikut mendampingi di lapangan. Kehadiran mereka membuat kami semakin bersemangat mengelola lahan dan optimistis hasilnya bisa lebih baik,” kata Ketut Gegel.
Sinergi antara Kodim 1617/Jembrana dan para penyuluh pertanian ini menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi yang kuat mampu memperkokoh pembangunan pertanian. Pendampingan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjaga produktivitas lahan, meningkatkan hasil panen, serta memperkuat cita-cita besar mewujudkan swasembada pangan nasional.
Koresponden: Widnyana
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0