Melon Berbuah Manis, Petani Sidakarya Kantongi Untung Jutaan
DENPASAR – Senyum sumringah terpancar dari wajah I Made Redika. Petani di Subak Sidakarya, Denpasar Selatan, itu menikmati panen melimpah dari 600 pohon melon yang dibudidayakannya. Tak hanya melon, semangka dan kacang panjang yang ditanam di lahan garapannya juga ikut mendatangkan cuan.
Melon Berbuah Manis, Petani Sidakarya Kantongi Untung Jutaan
Panen kali ini menjadi berkah tersendiri bagi I Made Redika. Melon yang dipanen dari sekitar 600 pohon telah menarik minat pembeli bahkan sebelum seluruh buah dipetik. Sebagian hasil panen sudah diborong dengan harga Rp 8 ribu per kilogram.
“Syukur hasilnya bagus. Sebagian sudah ada yang memborong dengan harga Rp 8 ribu per kilogram,” ujar Redika.
Dari sekitar 600 pohon tersebut, setiap tanaman rata-rata menghasilkan 2 hingga 2,5 kilogram buah. Dengan total produksi mencapai sekitar 1,2 ton, nilai penjualan melon diperkirakan mencapai Rp 9,6 juta. Setelah dikurangi biaya produksi, Redika mengaku masih dapat mengantongi keuntungan bersih sekitar Rp 8 juta.
Tak hanya mengandalkan melon, petani asal Sidakarya itu juga menanam semangka dan kacang panjang sebagai sumber pendapatan tambahan. Strategi diversifikasi tersebut terbukti mampu mendatangkan hasil yang menjanjikan.
Pada panen perdana kacang panjang, Redika berhasil memanen sekitar 3,3 kuintal dengan harga jual Rp 12 ribu per kilogram. Dari sekali panen saja, ia memperoleh pendapatan sekitar Rp 4 juta.
“Ini baru panen pertama. Kacang panjang masih bisa dipanen berkali-kali,” katanya.
Tanaman kacang panjang diketahui mampu menghasilkan hingga 15 sampai 20 kali panen dalam satu siklus budidaya. Kondisi tersebut membuat komoditas hortikultura ini menjadi salah satu penopang pendapatan petani.
Penyuluh Ahli Utama, I Made Oka Parwata, MMA., menilai keberhasilan yang diraih petani di Subak Sidakarya menjadi bukti bahwa diversifikasi usaha tani mampu meningkatkan nilai ekonomi sekaligus mengurangi risiko kegagalan usaha.
“Petani tidak harus bergantung pada satu komoditas. Ketika mampu memadukan tanaman seperti melon, semangka, Cabe dan kacang panjang, sumber pendapatan menjadi lebih beragam. Ini merupakan bentuk pertanian yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan petani,” ujarnya.
Menurut Oka Parwata, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa lahan pertanian di kawasan perkotaan masih memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui penerapan teknologi budidaya dan pendampingan yang berkelanjutan.
Senada dengan itu, Koordinator BPP Denpasar Selatan, Ni Nyoman Ayu Trisna Kartika, SP., mengatakan capaian yang diraih Redika tidak lepas dari ketekunan petani dalam menerapkan teknik budidaya yang baik serta dukungan pendampingan penyuluh di lapangan.
“Pak Redika membuktikan bahwa bertani masih menjanjikan. Dengan diversifikasi komoditas dan pendampingan yang tepat, petani bisa memperoleh keuntungan yang cukup baik. Ini menjadi motivasi bagi petani lain untuk terus berinovasi dan tidak ragu mengembangkan usaha taninya,” katanya.
Ia berharap keberhasilan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi petani lainnya untuk memanfaatkan lahan secara optimal. Di tengah pesatnya perkembangan wilayah perkotaan, Subak Sidakarya dinilai masih memiliki peran penting sebagai penyangga pangan sekaligus penggerak ekonomi masyarakat.
Keberhasilan panen yang diraih I Made Redika menjadi bukti bahwa sektor pertanian masih menyimpan peluang besar. Dengan keberanian berinovasi dan menerapkan pola tanam yang beragam, petani mampu memanen hasil sekaligus menjaga keberlanjutan usaha taninya. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0