Idha Widi Arsanti Minta Penyuluh Terapkan Micro Management

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian, Dr. Idha Widi Arsanti, SP., MP., meminta para penyuluh pertanian di Bali menerapkan pola micro management dan memperbanyak aksi di lapangan guna mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Jun 13, 2026 - 18:02
Jun 14, 2026 - 06:30
 0  104
Idha Widi Arsanti  Minta Penyuluh Terapkan Micro Management

Idha Widi Arsanti Minta Penyuluh Terapkan Manajemen Mikro

DENPASAR – Upaya percepatan swasembada pangan nasional terus digencarkan Kementerian Pertanian. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementan, Dr. Idha Widi Arsanti, SP., MP., turun langsung berdiskusi dengan para penyuluh pertanian Bali dalam kunjungan kerja ke Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali, Sabtu (13/6).

Kehadiran pejabat yang akrab disapa Santi tersebut menjadi suntikan semangat bagi penyuluh pertanian yang tergabung dalam Coworking Space (CWS) Bali. Dalam agenda itu, ia didampingi Sekretaris BPPSDMP Zuroqi Mubarok, SE., MAP., dan disambut Kepala BBRMP Bali Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP., bersama Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian (Kelsi) Provinsi Bali I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb.

Sebanyak 158 perwakilan penyuluh pertanian dari sembilan kabupaten/kota se-Bali hadir secara langsung, masing-masing sebanyak 16 orang per daerah. Sementara ratusan penyuluh lainnya mengikuti kegiatan secara interaktif melalui Zoom.

Dalam sambutannya, Kepala BBRMP Bali I Made Rai Yasa mengucapkan selamat datang kepada jajaran pimpinan BPPSDMP. Ia kemudian memperkenalkan para penyuluh pertanian Bali yang selama ini menjadi ujung tombak pembangunan pertanian di Pulau Dewata.

Sementara itu, Idha Widi Arsanti mengaku senang dapat bertatap muka langsung dengan para penyuluh. Ia juga mengapresiasi keberadaan fasilitas Coworking Space BBRMP Bali yang dinilai mampu mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian.

Menurut Santi, penyuluh tidak lagi cukup hanya menjadi penyampai informasi, tetapi harus mampu bertransformasi sebagai pemecah masalah bagi berbagai persoalan yang dihadapi petani di lapangan.

“Penyuluh wajib menerapkan manajemen mikro, artinya harus detail terhadap semua aspek pekerjaan. Kita butuh strategi-strategi baru, banyak tindakan, dan harus gigih di lapangan demi mengejar target Luas Tambah Tanam (LTT) agar potret pertanian kita terus menghijau,” tegasnya.

Ia menegaskan, peningkatan aktivitas lapangan harus dibarengi pengawalan yang diintensifkan kepada petani, terutama dalam mempermudah akses terhadap pupuk dan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi. Menurutnya, berbagai terobosan pemerintah pusat juga terus dilakukan untuk mempercepat penerapan inovasi teknologi di tingkat petani.

Salah satunya melalui nota kesepahaman antara Kementerian Pertanian dengan BRIN yang bertujuan mempercepat hilirisasi hasil-hasil penelitian agar segera dapat diterapkan di lapangan. Selain peningkatan produksi, penguatan kelembagaan petani juga menjadi perhatian untuk menciptakan nilai tambah melalui program hilirisasi pertanian.

Di hadapan para penyuluh, Santi juga menyoroti masih rendahnya pemanfaatan Kredit Usaha Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) dengan bunga hanya tiga persen. Ia meminta penyuluh lebih masif melakukan sosialisasi agar modernisasi pertanian dapat berjalan lebih cepat.

Tidak hanya itu, para penyuluh juga diminta berani merangkul generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian serta memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan berbagai pencapaian pembangunan pertanian.

“Semua usaha berat yang kami lakukan saat ini, muara utamanya adalah satu, yaitu meningkatkan kesejahteraan petani,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, Sekretaris BPPSDMP Zuroqi Mubarok memastikan berbagai urusan administrasi penyuluhan internal telah diselesaikan secara bertahap. Ia meminta seluruh penyuluh memiliki komitmen penuh dalam mengawal program prioritas yang dicanangkan Menteri Pertanian dan Presiden.

Di sisi lain, Ketua Kelsi Provinsi Bali I Ketut Arya Sudiadnyana menyampaikan penghargaan atas perhatian dan motivasi yang diberikan langsung oleh Kepala BPPSDMP. Menurutnya, tantangan sektor pertanian di Bali semakin kompleks, terutama tingginya angka alih komoditas dan alih fungsi lahan.

“Bali saat ini menghadapi tantangan tingginya alih komoditas dan alih fungsi lahan. Kehadiran Ibu Kepala Badan menjadi energi baru bagi kami untuk terus menjaga ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Arahan langsung dari pimpinan BPPSDMP tersebut diharapkan semakin memperkuat semangat para penyuluh pertanian Bali sebagai garda terdepan pendamping petani dalam mewujudkan swasembada pangan dan menjaga nafsu sektor pertanian di Pulau Dewata.(Tim Humas)

What's Your Reaction?

Like Like 14
Dislike Dislike 0
Love Love 1
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0