Penyuluh Jadi Kunci, Somya Pertiwi Dipelajari Bappenas, Kemenko Pangan, dan FAO

Pendampingan yang konsisten dari penyuluh pertanian membuktikan bahwa inovasi di tingkat petani mampu menarik perhatian nasional hingga dunia. Keberhasilan Kelompok Padi Organik Somya Pertiwi membangun sistem pertanian organik berkelanjutan kini menjadi bahan pembelajaran Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan FAO.

Jul 10, 2026 - 05:35
 0  14
Penyuluh Jadi Kunci, Somya Pertiwi Dipelajari Bappenas, Kemenko Pangan, dan FAO

Penyuluh Jadi Kunci, Somya Pertiwi Dipelajari Bappenas, Kemenko Pangan, dan FAO

Pendampingan berkelanjutan yang dilakukan penyuluh pertanian kembali membuahkan hasil. Kelompok Padi Organik Somya Pertiwi yang selama hampir dua dekade didampingi dalam menerapkan sistem budidaya organik kini menjadi rujukan pengembangan pertanian berkelanjutan. Kamis (9/7), kelompok tani tersebut menerima kunjungan lapangan dari perwakilan Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan FAO untuk mempelajari praktik terbaik (best practices) pertanian organik yang berkembang di Bali.

Kunjungan ini menjadi pengakuan bahwa kolaborasi antara petani dan penyuluh mampu melahirkan model pertanian yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga berdaya saing dan memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani. Rombongan meninjau secara langsung penerapan budidaya padi organik, sistem pengelolaan air, produksi pupuk organik, hingga proses pengolahan gabah menjadi beras siap konsumsi.

Keberhasilan Somya Pertiwi merupakan buah dari proses panjang. Sejak 2006, para petani bersama penyuluh pertanian secara konsisten membangun sistem budidaya organik, mulai dari penguatan kelembagaan kelompok, penerapan teknik budidaya sesuai standar organik, hingga peningkatan kapasitas petani. Konsistensi tersebut membuahkan hasil ketika pada 2009 Somya Pertiwi memperoleh sertifikasi beras organik dari LeSOS sebagai pengakuan bahwa produk yang dihasilkan telah memenuhi standar pertanian organik.

Kini, pada 2026, Kelompok Padi Organik Somya Pertiwi berkembang menjadi salah satu sentra pertanian organik di Bali dengan sekitar 105 anggota yang mengelola lahan organik seluas kurang lebih 50 hektare. Kelompok ini juga telah mandiri memproduksi pupuk organik padat sehingga mampu memenuhi kebutuhan usaha tani sekaligus memperkuat prinsip pertanian berkelanjutan.

Katimker Penyuluhan Kabupaten Tabanan, Ir. I Made Widiada, M.P., mengatakan keberhasilan Somya Pertiwi merupakan hasil dari proses pendampingan penyuluh yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan, mulai dari perubahan pola pikir petani, penerapan standar budidaya organik, hingga penguatan kelembagaan kelompok.

"Penyuluh hadir bukan hanya sebagai penyampai teknologi, tetapi sebagai pendamping yang membangun kepercayaan petani untuk berproses menuju pertanian organik. Keberhasilan Somya Pertiwi membuktikan bahwa ketika inovasi, pendampingan, dan komitmen petani berjalan beriringan, lahirlah model pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan diakui hingga tingkat nasional maupun internasional. Kunjungan Bappenas, Kemenko Pangan, dan FAO menjadi bukti bahwa pendampingan penyuluh mampu melahirkan praktik-praktik terbaik yang layak direplikasi di daerah lain," ujar Widiada.

Studi lapangan diawali dengan panen padi organik di lahan anggota yang menerapkan sistem budidaya organik berpadu dengan teknologi pengairan berselang (Alternate Wetting and Drying atau AWD). Penyuluh pertanian wilayah binaan, drh. I Made Winaya, mengatakan salah satu petani yang mengadopsi inovasi tersebut adalah I Nyoman Semarandana setelah mengikuti pelatihan AWD di BPP Penebel yang digagas DPW PERHIPTANI Bali bersama Yayasan Shashi.

"Sepulang dari pelatihan, Bapak I Nyoman Semarandana langsung menerapkan AWD di lahan organiknya. Penyuluh terus mendampingi penerapannya sehingga hasilnya baik dan kini menjadi contoh bagi petani lain," ujar drh. I Made Winaya.

Studi lapangan diawali dengan panen padi organik bersama di lahan anggota yang menerapkan sistem pertanian organik berpadu dengan teknologi pengairan berselang (Alternate Wetting and Drying atau AWD). Rombongan kemudian mengunjungi unit produksi pupuk organik padat, Rice Milling Unit (RMU), serta berdialog dengan pengurus dan anggota kelompok mengenai perjalanan, tantangan, hingga strategi menjaga konsistensi pertanian organik dari hulu sampai hilir.

Perwakilan FAO, Narendra, menyampaikan apresiasi atas komitmen petani dan penyuluh yang mampu membangun sistem pertanian organik secara berkelanjutan.

"Saya sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa. Komitmen Kelompok Somya Pertiwi dalam mengembangkan pertanian organik sangat menginspirasi dan layak menjadi contoh bagi daerah lain. Saya berharap kelompok ini semakin maju, semakin dikenal, dan terus menjadi pelopor dalam memperjuangkan pertanian organik yang sehat, berkualitas, dan ramah lingkungan," ujarnya.

Ketua Kelompok Padi Organik Somya Pertiwi, Nengah Suarsana, mengatakan kunjungan tersebut menjadi penyemangat bagi seluruh anggota untuk terus menjaga konsistensi menghasilkan pangan organik yang sehat dan berkualitas.

"Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghasilkan produk pangan organik yang sehat, berkualitas, dan aman dikonsumsi masyarakat. Ke depan kami berharap Somya Pertiwi terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih luas, serta meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota," katanya.

Pendampingan penyuluh yang berpadu dengan komitmen petani menjadikan Somya Pertiwi sebagai contoh nyata bahwa transformasi pertanian dimulai dari lapangan. Melalui penguatan kapasitas petani, penerapan teknologi ramah lingkungan, kemandirian penyediaan sarana produksi, dan pengembangan hilirisasi, Somya Pertiwi membuktikan bahwa pertanian organik mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meningkatkan daya saing produk dan kesejahteraan petani. Kunjungan Bappenas, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, dan FAO pun menjadi pengakuan bahwa model pendampingan penyuluh di Bali layak menjadi inspirasi bagi pengembangan pertanian organik di berbagai daerah di Indonesia.

Koresponden: Ida Bagus Gde Dwijayanta (BPP Penebel Tabanan)

Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 1
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0