Penyuluh Pacu Tanam Modern Lewat Rice Transplanter

Penyuluh pertanian terus mendorong percepatan modernisasi sektor pertanian. Melalui pelatihan pengoperasian rice transplanter di Subak Pejajah Culeg, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, petani dibekali keterampilan mengoperasikan alsintan agar proses tanam padi lebih cepat, efisien, dan mampu menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja.

Jul 5, 2026 - 06:08
Jul 5, 2026 - 13:05
 0  1
Penyuluh Pacu Tanam Modern Lewat Rice Transplanter

Penyuluh Pacu Tanam Modern Melalui Mesin Tanam Padi

Modernisasi pertanian terus dipercepat di Kabupaten Gianyar. Kali ini, petani Subak Pejajah Culeg, Desa Singapadu, Kecamatan Sukawati, dibekali keterampilan mengoperasikan rice grafting melalui pelatihan yang diadakan oleh CV. Mesin Phonna Raya. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas petani dalam memanfaatkan alat dan mesin pertanian (alsintan) sekaligus mendorong percepatan penanaman padi yang lebih efisien.

Pelatihan diikuti Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Dinas Pertanian Gianyar, Pekaseh Subak Pejajah Culeg, para petani anggota subak, serta Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Sukawati. Instruktur dari CV. Phonna Raya Machinery memberikan pembekalan teori sekaligus praktik pengoperasian rice grafting di lahan sawah.

Alsintan yang diperkenalkan adalah rice grafter KOHPAD tipe TRP 200 , bantuan pemerintah yang dirancang untuk mempercepat proses tanam, menjaga keseragaman jarak tanam, mengurangi kebutuhan tenaga kerja, dan meningkatkan efisiensi usaha pertanian. Materi pelatihan meliputi pengenalan komponen alat, teknik pengoperasian, pengaturan jarak tanam, perawatan rutin, hingga praktik langsung di lapangan.

Praktik dilaksanakan di lahan sawah seluas sekitar 40 milik I Nyoman Suparta dan Ketut Murni. Demonstrasi penggunaan alat dilakukan oleh operator I Made Mardika, I Kadek Badra Kartika, dan I Made Wardika. Sementara itu, operator pelatihan diberikan kepada I Ketut Darma, Dewa Gede Wiradana, dan I Ketut Trimayasa yang memperoleh pendampingan langsung dari instruktur.

Seluruh peserta juga mendapat kesempatan mengoperasikan mesin tanam padi secara bergantian. Pendekatan praktik tersebut memberikan pengalaman nyata sehingga petani memahami penggunaan alat sekaligus mampu mengantisipasi kendala yang mungkin ditemui saat bekerja di lapangan.

Peran penyuluh pertanian dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai pengawal proses alih teknologi kepada petani. Penyuluh memastikan teknologi yang diperkenalkan benar-benar dipahami, diterapkan, dan dimanfaatkan secara optimal sehingga investasi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Dinas Pertanian Gianyar, I Made Martha Kasoema Dinatha, SP, MAPmengatakan bahwa bantuan alsintan harus diikuti dengan peningkatan kemampuan sumber daya manusia agar pemanfaatannya maksimal.

“Bantuan alsintan bukan sekedar menyerahkan alat kepada petani. Yang lebih penting adalah memastikan petani mampu mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkannya secara optimal. Karena itu pelatihan seperti ini menjadi bagian penting dalam mendukung percepatan modernisasi pertanian dan peningkatan produktivitas,” ujarnya.

Senada dengan itu, Pekaseh Subak Pejajah Culeg menyambut baik pelatihan tersebut. Menurutnya, kehadiran rice grafter menjadi solusi atas semakin terbatasnya tenaga tanam di wilayahnya.

“Kami berharap alat ini dapat dimanfaatkan bersama oleh anggota subak. Dengan kemampuan operator yang sudah digali, proses tanam akan lebih cepat, biaya tenaga kerja dapat ditekan, dan jadwal tanam menjadi lebih serempak,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Petani aktif berdiskusi, mengajukan pertanyaan mengenai teknik pengoperasian dan perawatan alat, serta bergantian mencoba mengoperasikan rice grafting di lahan sawah. Tingginya partisipasi tersebut mencerminkan semakin besarnya minat petani terhadap mekanisasi sebagai solusi mengatasi tantangan pertanian saat ini.

Melalui pelatihan ini, rice grafter KOHPAD tipe TRP 200 diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal di Subak Pejajah Culeg. Para operator yang telah mengikuti pelatihan juga diharapkan menjadi motor penggerak mekanisasi di tingkat subak dengan menularkan pengetahuan kepada petani lainnya, sehingga pemanfaatan alsintan semakin luas dan mampu mendukung peningkatan produktivitas serta efisiensi usaha pertanian di Kecamatan Sukawati.

Koresponden : Ni Kadek Krisna Jayanti, SP. (BPP Sukawati)

Editor: JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0