Ratih, Bawa Semangat Baru untuk Petani Marga
Setelah belasan tahun mengabdi di kawasan pegunungan Bangli, Pande Nyoman Wiratih Sukma, S.Pt. akhirnya pulang ke Tabanan. Kepulangannya bukan sekadar perpindahan tugas, melainkan awal pengabdian baru untuk mengawal kemajuan pertanian di Kecamatan Marga.
Ratih, Bawa Semangat Baru untuk Petani Marga
TABANAN – Awal 2026 menjadi babak baru dalam perjalanan pengabdian Pande Nyoman Wiratih Sukma, S.Pt. Setelah lebih dari 15 tahun meniti karier sebagai penyuluh pertanian di Kabupaten Bangli, perempuan kelahiran Denpasar ini resmi mengemban tugas di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Marga, Kabupaten Tabanan.
Amanah yang diemban pun tidak ringan. Ratihbegitu ia kerap disapa, langsung dipercaya mendampingi petani di tiga desa sekaligus, yakni Desa Marga, Desa Marga Dajan Puri, dan Desa Baru. Pengalaman panjang di lapangan menjadi bekal berharga untuk mengawal pembangunan pertanian di salah satu lumbung pangan Kabupaten Tabanan.
Kehadiran Ratih semakin memperkuat tim penyuluh di BPP Marga. Bersama Ni Luh Putu Karyati, S.Pt. dan jajaran penyuluh lainnya, ia menjadi bagian dari srikandi pertanian yang siap mendampingi petani menghadapi tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mempercepat adopsi inovasi teknologi, memperkuat kelembagaan petani, sekaligus mendukung percepatan program swasembada pangan.
Bagi Ratih, penugasan ini memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar mutasi jabatan. Ini adalah kepulangan ke tanah tempat ia membangun keluarga, sekaligus kesempatan untuk memberikan pengabdian terbaik di kampung halaman.
Ditempa Alam Pegunungan
Perjalanan karier Ratih dimulai pada 2010, sesaat setelah menyelesaikan pendidikan di Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Sebagai lulusan baru, ia langsung diterima sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Bangli.
Penempatan pertama di BPP Kintamani Timur menjadi ruang pembelajaran yang sesungguhnya. Medan pegunungan yang menantang, suhu dingin, serta karakteristik pertanian dataran tinggi membentuk ketangguhan dan kemampuannya dalam mendampingi petani.
Di mata Niman Sumawatiariasih, S.Pt., Ratih bukan hanya rekan kerja, tetapi juga sosok penyuluh yang selalu total dalam menjalankan pengabdian.
"Bu Ratih itu sederhana, tidak banyak bicara, tetapi kerjanya nyata. Beliau senang berada di tengah-tengah petani, cepat akrab dengan masyarakat, dan tidak pernah lelah mencari jalan keluar ketika petani menghadapi masalah. Menurut saya, Marga beruntung mendapatkan penyuluh yang membawa pengalaman panjang sekaligus semangat baru untuk memajukan pertanian," tutur Niman.
Komunikatif dan Mudah Beradaptasi
Di balik pembawaannya yang tenang, Ratih dikenal sebagai sosok yang komunikatif dan mudah berbaur. Ia percaya penyuluh tidak cukup hanya menguasai teknologi pertanian, tetapi juga harus mampu membangun kepercayaan petani.
Karena itu, ia tak segan turun langsung ke sawah, berdiskusi di gubuk tani, hingga mendengarkan berbagai persoalan yang dihadapi petani. Baginya, setiap tantangan di lapangan harus dijawab dengan inovasi, pendampingan, dan solusi yang aplikatif.
Kemampuan beradaptasi itulah yang membuat dirinya mudah diterima di setiap wilayah penugasan, sekaligus mampu menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan nyata para petani.
Mengabdi Lebih Dekat dengan Petani
Penugasan di BPP Marga pun menjadi momentum untuk mengabdi lebih dekat dengan lingkungan tempat tinggalnya.
Kini, waktu yang sebelumnya banyak tersita di perjalanan dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan intensitas pendampingan kepada petani. Berbekal pengalaman lebih dari satu dekade serta latar belakang ilmu peternakan, ia optimistis mampu memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan produktivitas pertanian di wilayah binaannya.
Bersama Ni Luh Putu Karyati, S.Pt. serta seluruh jajaran penyuluh BPP Marga, Wiratih berkomitmen menghadirkan penyuluhan yang adaptif, inovatif, dan berpihak kepada petani. Baginya, keberhasilan seorang penyuluh tidak hanya diukur dari tercapainya target program, tetapi juga dari semakin mandirinya petani, meningkatnya hasil produksi, dan terjaganya keberlanjutan pertanian sebagai penyangga ketahanan pangan daerah.
Dengan semangat pengabdian yang tak pernah surut, kepulangan Wiratih ke Marga bukan sekadar kembali ke rumah. Lebih dari itu, ia datang membawa pengalaman, harapan, dan tekad untuk terus menumbuhkan pertanian yang maju, mandiri, dan menyejahterakan petani Tabanan. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0