Penyuluh Pacu Padi Organik, Guwang Bidik Sentra Pertanian Hijau
Gerakan Tanam Padi Organik di Subak Umajuan, Desa Guwang, menjadi bukti keseriusan penyuluh pertanian bersama petani membangun pertanian ramah lingkungan. Pendampingan yang berkelanjutan kini mengantarkan Guwang menuju salah satu calon sentra padi organik di Kabupaten Gianyar.
Penyuluh Pacu Padi Organik, Guwang Bidik Sentra Pertanian Hijau
Pendampingan penyuluh pertanian terus menjadi motor penggerak transformasi pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Gianyar. Melalui Gerakan Tanam Padi Organik yang digelar di Subak Umajuan, Desa Guwang, petani didorong menerapkan budidaya sehat yang tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi hasil panen.
Gerakan tanam dilaksanakan di lahan seluas 0,35 hektare menggunakan varietas Inpari 24 beras merah. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas kawasan pertanian organik sekaligus memperkuat komitmen petani dalam menerapkan sistem budidaya yang berkelanjutan. Seluruh proses didampingi secara intensif oleh Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan, Ni Made Ratnasari, SP., mulai dari teknik budidaya, penggunaan pupuk organik, hingga penerapan standar menuju sertifikasi organik.
Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar, Ni Made Yuliani Putri, SP., M.Agb, mengatakan peningkatan produksi pertanian tidak hanya dilakukan melalui perluasan areal tanam, tetapi juga dengan meningkatkan produktivitas lahan serta mendorong penerapan budidaya padi sehat dan ramah lingkungan.
Menurutnya, sejumlah subak di Kabupaten Gianyar saat ini tengah dipersiapkan menjadi kawasan pertanian organik. Untuk memperoleh sertifikasi organik, petani harus memenuhi berbagai persyaratan, di antaranya tidak menggunakan bahan kimia sintetis selama minimal dua tahun dan lolos proses verifikasi oleh lembaga sertifikasi resmi.
"Praktik pertanian ramah lingkungan sebenarnya sudah berjalan di lapangan. Melalui sekolah lapang dan pendampingan penyuluh pertanian, kami terus mendorong subak-subak agar mampu memenuhi seluruh persyaratan hingga memperoleh sertifikasi organik," ujarnya.
Ia menjelaskan, Subak Kwalonan di Desa Sidan dan Subak Kedisan telah mengantongi sertifikat organik. Sementara Subak Guwang bersama kawasan Lebih, Petah, dan Pupuan kini sedang menjalani proses menuju sertifikasi.
Yuliani menegaskan keberhasilan pengembangan kawasan organik membutuhkan kolaborasi seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, kelembagaan subak, hingga penyuluh pertanian yang setiap hari mendampingi petani di lapangan.
"Kami berharap sinergi ini terus diperkuat. Yang paling penting adalah adanya kemauan petani membangun kawasan pertanian organik. Pemerintah bersama penyuluh akan terus memberikan pendampingan hingga subak-subak tersebut memperoleh legalitas organik," tambahnya.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Guwang. Kasi Kesejahteraan Rakyat Desa Guwang, Ketut Sudarsana, mengapresiasi perkembangan pertanian organik yang telah dirintis sejak 2020.
Menurutnya, Subak Umajuan telah menjadi pelopor pengembangan padi organik di Desa Guwang dan kini mulai menjadi rujukan bagi kelompok tani lainnya.
"Padi organik memiliki nilai jual lebih tinggi dengan kualitas yang lebih baik. Kami berharap keberhasilan Subak Umajuan dapat diperluas ke subak-subak lain di Desa Guwang bahkan menjadi percontohan bagi Kabupaten Gianyar," katanya.
Pekaseh Subak Umajuan, I Wayan Balik Suristam, mengatakan Gerakan Tanam Padi Organik merupakan wujud komitmen petani menjaga keberlanjutan pertanian sekaligus memperluas kawasan budidaya organik di wilayahnya.
Ia mengungkapkan, pengalaman menerapkan sistem budidaya organik telah memberikan hasil yang menggembirakan. Produktivitas meningkat sekitar 1,7 ton dibandingkan budidaya sebelumnya. Dari sisi ekonomi, beras organik mampu dipasarkan dengan harga sekitar Rp25.000 per kilogram, sedangkan gabah organik mencapai sekitar Rp10.000 per kilogram. Produk tersebut telah dipasarkan di pasar lokal hingga mulai diminati konsumen dari luar desa.
"Kami berharap pemerintah dapat membantu memperkuat akses pasar dan penyerapan hasil panen. Dengan adanya kepastian pasar, petani akan semakin percaya diri memperluas budidaya padi organik," ujarnya.
Melalui Gerakan Tanam Padi Organik yang dikawal penyuluh pertanian, Desa Guwang diharapkan berkembang menjadi salah satu sentra pertanian ramah lingkungan di Kabupaten Gianyar. Selain memperkuat ketahanan pangan, pengembangan kawasan organik juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, menjaga kelestarian lingkungan, serta mewujudkan sistem pertanian yang sehat, berkelanjutan, dan bernilai ekonomi tinggi.
Koresponden: Ratna sari (BPP Sukawati)
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0