Penyuluh Kuatkan Kelembagaan Subak Lewat Pasubayan
Sinergi penyuluh pertanian, pekaseh, dan pemerintah desa melahirkan Pasubayan Pekaseh Desa Petak sebagai wadah memperkuat kelembagaan subak, mempererat kolaborasi antarpetani, sekaligus mendorong regenerasi pertanian berbasis budaya.
Penyuluh Kuatkan Kelembagaan Subak Lewat Pasubayan
GIANYAR – Penguatan kelembagaan petani terus didorong sebagai fondasi menjaga keberlanjutan pertanian Bali. Salah satunya melalui peluncuran Pasubayan Pekaseh Desa Petak yang dirangkaikan dengan Gerakan Tanam Padi "Demplot Uma Lawas" di kawasan PUSPA AMAN, Desa Petak, Kecamatan Gianyar, Jumat (3/7/2026).
Kehadiran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) bersama pemerintah desa, pekaseh, dan para petani menjadi bagian penting dalam mengawal terbentuknya wadah kolaborasi tersebut. Pasubayan diharapkan mampu memperkuat koordinasi antar-subak, mempercepat penyelesaian berbagai persoalan di tingkat petani, sekaligus menjadi ruang bersama dalam merumuskan pengembangan pertanian berkelanjutan.
Pasubayan Pekaseh Desa Petak menghimpun tujuh subak, yakni Subak Uma Anyar, Subak Pekarangan Hulu Madangan Kelod, Subak Bonnyuh, Subak Bonnyuh Sari, Subak Benawah, Subak Gunung Jimbar Madangan Kelod, dan Subak Gunung Jimbar Madangan Kaja. Kehadirannya menjadi tonggak baru dalam memperkuat sinergi antarpekaseh demi menjaga eksistensi sistem subak sebagai penyangga ketahanan pangan sekaligus warisan budaya Bali.
Kegiatan dibuka oleh Perbekel Desa Petak, Anak Agung Gede Mayun, dan dihadiri Anggota DPRD Provinsi Bali, Putu Diah Pradnya Maharani, B.Sc. (Hons.), Camat Gianyar, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Gianyar, Yayasan IDEP, debtWATCH Indonesia, organisasi desa dan desa adat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Petak, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta perwakilan petani dari tujuh subak di Desa Petak.
Sebagai penanda dimulainya gerakan bersama, seluruh peserta turun langsung ke sawah melakukan penanaman padi varietas Inpari 32 pada demplot seluas sekitar empat are di kawasan PUSPA AMAN. Semangat gotong royong tampak begitu kuat ketika pemerintah, penyuluh pertanian, pekaseh, dan petani bahu-membahu menanam padi sebagai simbol komitmen membangun pertanian yang lebih maju.
Usai gerakan tanam, kegiatan dilanjutkan dengan dialog di Balai Pertemuan PUSPA AMAN. Forum tersebut dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi petani sekaligus membahas berbagai strategi memperkuat kelembagaan subak, meningkatkan kesejahteraan petani, dan mendorong regenerasi pelaku usaha tani.
Anggota DPRD Provinsi Bali, Putu Diah Pradnya Maharani, mengapresiasi lahirnya Pasubayan Pekaseh sebagai langkah strategis menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Menurutnya, petani merupakan garda terdepan dalam menjaga ketahanan pangan sehingga profesi petani harus terus mendapat dukungan dan menjadi kebanggaan, khususnya bagi generasi muda di tengah tantangan regenerasi pertanian.
Ketua Pasubayan Pekaseh Desa Petak, I Nyoman Arsa, menegaskan bahwa regenerasi petani harus dibarengi dengan peningkatan infrastruktur pendukung. Perbaikan jaringan irigasi dan jalan usaha tani dinilai menjadi kebutuhan mendasar agar produktivitas meningkat dan minat generasi muda untuk bertani semakin tumbuh.
Senada dengan itu, Ketua Pokdarwis Desa Petak, I Wayan Arta, melihat potensi besar pengembangan agrowisata berbasis subak. Menurutnya, pembangunan fasilitas pendukung seperti jogging track akan memberikan nilai tambah bagi kawasan pertanian sekaligus memperkuat daya tarik wisata berbasis budaya dan pertanian.
Dalam kegiatan tersebut, Penyuluh Pertanian Lapangan tidak hanya mendampingi gerakan tanam, tetapi juga aktif memfasilitasi dialog bersama para pekaseh dan petani. Peran penyuluh menjadi penghubung antara kebutuhan petani dengan berbagai program pembangunan pertanian, sekaligus memperkuat kapasitas kelembagaan subak melalui pendampingan, pemberdayaan, dan penguatan jejaring kemitraan.
Penyuluh Pertanian Desa Petak, Paksi Bali Dewa, SP., M.Agb., mengatakan pembentukan Pasubayan Pekaseh merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan petani di tingkat desa. Menurutnya, keberadaan forum tersebut akan mempermudah penyuluh dalam menyinergikan program pemerintah dengan kebutuhan riil petani, sekaligus mempercepat penyebarluasan inovasi dan teknologi budidaya di seluruh subak.
"Pasubayan menjadi ruang koordinasi yang sangat penting bagi para pekaseh, penyuluh, dan pemerintah desa. Melalui wadah ini, setiap persoalan pertanian dapat dikomunikasikan lebih cepat, solusi dapat dirumuskan secara bersama, dan berbagai program pemberdayaan petani dapat dijalankan lebih efektif. Harapannya, kelembagaan subak semakin kuat, regenerasi petani terus tumbuh, dan produktivitas pertanian di Desa Petak semakin meningkat," ujar Paksi.
Melalui pendampingan yang berkelanjutan, penyuluh diharapkan mampu mendorong Pasubayan Pekaseh berkembang menjadi wadah koordinasi yang efektif, adaptif terhadap tantangan pertanian, serta mampu melahirkan berbagai inovasi yang memperkuat eksistensi subak sebagai sistem pertanian yang berdaya saing, berkelanjutan, dan tetap lestari sebagai warisan budaya Bali.
Terbentuknya Pasubayan Pekaseh Desa Petak menjadi momentum penting memperkuat solidaritas antarpekaseh, memperlancar komunikasi lintas subak, serta mempercepat lahirnya solusi bersama dalam menjaga produktivitas pertanian. Dengan sinergi pemerintah, penyuluh pertanian, dan seluruh elemen masyarakat, subak diharapkan semakin kokoh sebagai pilar ketahanan pangan dan pembangunan pertanian di Kabupaten Gianyar.
Koresponden: Paksi
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0