Penyuluh Pacu Inovasi Pakan dari Limbah Talas

Limbah keripik talas yang selama ini hanya menumpuk di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, kini berubah menjadi peluang usaha baru. Berkat pendampingan penyuluh pertanian yang menjembatani inovasi hasil riset Universitas Warmadewa, limbah tersebut diolah menjadi pakan kambing bernilai ekonomi dan membuka sumber pendapatan baru bagi peternak.

Jul 8, 2026 - 05:36
 0  5
Penyuluh Pacu Inovasi Pakan dari Limbah Talas

Penyuluh Pacu Inovasi Pakan dari Limbah Talas

Limbah keripik talas yang selama ini hanya menjadi sisa produksi di Desa Wanagiri, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, kini memiliki nilai ekonomi. Melalui pendampingan penyuluh pertanian bersama Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, limbah tersebut diolah menjadi pakan kambing berkualitas yang berpotensi menekan biaya pakan sekaligus menambah pendapatan peternak.

Inovasi itu diperkenalkan melalui kegiatan pemberdayaan Kelompok Ternak Kambing Sami Mupu yang diketuai Ir. Ni Ketut Mardewi, M.P. Program ini menjadi contoh bagaimana penyuluh berperan sebagai penghubung inovasi perguruan tinggi agar dapat diterapkan langsung oleh petani dan peternak.

Kegiatan dihadiri Dekan Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa beserta tim, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Buleleng, Koordinator BPP Sukasada, para penyuluh pertanian lapangan (PPL), Sekretaris Desa Wanagiri, kepala dusun, serta anggota Kelompok Ternak Sami Mupu.

Dekan Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa, Prof. Dr. Ir. Luh Suriati, M.Si., mengatakan perguruan tinggi tidak boleh berhenti menghasilkan riset, tetapi harus memastikan inovasi tersebut benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat.

"Produksi keripik talas di Wanagiri cukup tinggi, tetapi limbahnya selama ini belum dimanfaatkan. Melalui teknologi yang kami kembangkan, limbah tersebut dapat diolah menjadi pakan ternak sehingga memiliki nilai tambah. Petani tidak hanya memperoleh penghasilan dari penjualan keripik talas, tetapi juga dari produk pakan ternak," ujarnya.

Ketua Tim Pelaksana, Ir. Ni Ketut Mardewi, M.P., menjelaskan limbah talas masih memiliki kandungan nutrisi yang baik untuk ternak. Namun, sebelum dimanfaatkan, kandungan antinutrisi berupa kalsium oksalat harus diturunkan melalui teknik pengolahan yang tepat.

"Limbah talas memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi. Kandungan kalsium oksalat harus ditekan hingga sekitar dua persen agar aman dikonsumsi ternak. Dengan pengolahan yang benar, limbah ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai pakan berkualitas," jelasnya.

Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi Penyuluh dan Kinerja Penyuluhan Pertanian Kabupaten Buleleng, Made Sumetriani, M.P., menilai kolaborasi penyuluh dengan perguruan tinggi menjadi kunci percepatan adopsi teknologi di tingkat petani dan peternak.

"Kesempatan memperoleh pendampingan langsung dari perguruan tinggi tidak dimiliki semua kelompok. Karena itu, momentum ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Penyuluh akan terus mengawal penerapan teknologi ini agar tidak berhenti pada pelatihan, tetapi benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat ekonomi bagi kelompok," katanya.

Ketua Kelompok Ternak Sami Mupu, I Kadek Marta, mengaku pelatihan tersebut membuka cara pandang baru bagi anggotanya. Limbah yang sebelumnya dibuang kini justru menjadi bahan baku pakan yang bernilai.

"Selama ini limbah talas hanya menjadi sisa produksi. Kini kami mengetahui limbah tersebut dapat diolah menjadi pakan ternak berkualitas. Harapan kami, pendampingan ini terus berlanjut sehingga kelompok mampu memproduksi pakan secara mandiri, menekan biaya pemeliharaan ternak, bahkan menjadi sumber pendapatan baru," ujarnya.

Kolaborasi penyuluh pertanian, perguruan tinggi, dan kelompok ternak menunjukkan bahwa inovasi akan memberi dampak ketika benar-benar hadir di tengah masyarakat. Dari limbah yang semula tak bernilai, lahir pakan berkualitas, biaya produksi lebih efisien, dan peluang usaha baru bagi peternak di Desa Wanagiri. (DND/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0