PPL Kawal Produk Hortikultura Berdaya Saing

Peningkatan mutu hasil hortikultura kini tidak cukup hanya mengandalkan produksi. Penyuluh pertanian mendorong petani memperkuat kualitas melalui penerapan sistem pertanian organik hingga sertifikasi mutu agar produk memiliki nilai tambah dan daya saing lebih tinggi.

May 22, 2026 - 05:42
May 22, 2026 - 07:57
 0  14
PPL Kawal Produk Hortikultura Berdaya Saing

PPL Kawal Produk Hortikultura Berdaya Saing

Upaya meningkatkan mutu dan daya saing produk hortikultura terus diperkuat melalui pengawalan penyuluh pertanian. Melalui kegiatan peningkatan mutu hasil hortikultura, petani di wilayah Denpasar Timur dibekali pemahaman tentang sistem pertanian organik hingga prosedur sertifikasi mutu produk.

Kegiatan tersebut diikuti 25 petani hortikultura wilayah Denpasar Timur dan mendapat pendampingan dari Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Program ini dilaksanakan atas dukungan Dinas Pertanian Kota Denpasar dalam mendorong peningkatan kapasitas petani, khususnya penguatan kualitas produk melalui penerapan pertanian organik dan sertifikasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kabid Bina Usaha dan Pengolahan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Ketut Anggreni, S.Pi., M.Agb., Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian (Katimker) Kota Denpasar, Luh Ketut Ayu Sukarmi, SP., Katimker Provinsi Bali, Ni Made Ristiani, S.Pt., M.Pt., Koordinator BPP Denpasar Timur, Ni Wayan Lilis Sukma Dewi, dan jajarannya PPL Denpasar Timur.

Materi pertama menghadirkan narasumber dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. Sri Wahcjuni yang memaparkan dasar pelaksanaan sistem pertanian organik serta persyaratan tanaman segar dan hasil olahannya. Peserta dibekali pemahaman mengenai pentingnya penerapan sistem budidaya yang ramah lingkungan dan memenuhi standar mutu produk.

Materi selanjutnya disampaikan Siswi Wulandari Suria, SP dengan fokus pada peningkatan kualitas produk melalui sertifikasi mutu. Materi yang diberikan meliputi alur dan prosedur pengajuan sertifikasi organik mulai dari persiapan dokumen, tahapan verifikasi hingga proses penilaian.

Kabid Bina Usaha dan Pengolahan Dinas Pertanian Kota Denpasar, Ni Ketut Anggreni, S.Pi., M.Agb., menegaskan bahwa peningkatan mutu hortikultura perlu dilakukan secara menyeluruh mulai dari hulu hingga hilir.

“Produk pertanian saat ini tidak hanya dituntut memiliki kuantitas yang baik, namun juga harus memenuhi standar mutu dan keamanan pangan agar mampu bersaing di pasar. Penerapan sistem pertanian organik dan mendidik standar mutu menjadi bagian penting dalam meningkatkan nilai tambah produk hortikultura,” ujarnya.

Menurutnya, petani perlu terus didorong agar tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, namun juga memperhatikan kualitas produk dan peluang pengembangan pasar.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian (Katimker) Kota Denpasar, Luh Ketut Ayu Sukarmi, SP., menekankan pentingnya peran penyuluh pertanian dalam mengawal penerapan ilmu yang diperoleh petani agar dapat diterapkan secara berkelanjutan di lapangan.

“Penyuluh menjadi ujung tombak pendampingan petani. Melalui penguatan kapasitas seperti ini diharapkan petani semakin memahami penerapan pertanian organik, peningkatan mutu produk hingga proses sertifikasi sehingga produk yang dihasilkan memiliki daya saing lebih tinggi,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Petani aktif mengikuti sesi diskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait penerapan pertanian organik serta mekanisme sertifikasi produk hortikultura.

Melalui peningkatan kapasitas yang dikawal penyuluh pertanian tersebut, diharapkan lahir produk hortikultura yang lebih berkualitas, aman dikonsumsi, memiliki nilai, serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani. (Yasa/JikWid)

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0