Penyuluh Kawal Petani Muda, Kentang Kian Berkembang

Regenerasi petani tidak lahir secara instan. Di balik tumbuhnya petani muda, ada peran penyuluh yang terus membimbing, mendampingi, sekaligus membuka ruang inovasi. Melalui pengawalan penyuluh pertanian dan Perhiptani, langkah petani muda di Buleleng mulai menunjukkan hasil nyata.

May 22, 2026 - 05:53
May 22, 2026 - 05:58
 0  41
Penyuluh Kawal Petani Muda, Kentang Kian Berkembang

Penyuluh Kawal Petani Muda, Kentang Kian Berkembang

Regenerasi petani terus menjadi perhatian dalam pembangunan sektor pertanian. Di tengah semakin menurunnya minat generasi muda terjun ke sektor pertanian, penyuluh pertanian melalui organisasi profesinya, Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani), mulai menunjukkan peran nyata dalam melahirkan petani muda yang adaptif dan berani mengembangkan usaha tani.

Salah satunya terlihat dari perjalanan Komang Ediana, petani muda asal Desa Gobleg, Kabupaten Buleleng. Berawal dari semangat bertani, kini Komang mulai melebarkan pengembangan budidaya kentang ke Desa Pancasari, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng.

Melalui demplot seluas 25 are, Komang mengembangkan budidaya kentang varietas Granola dengan dukungan bantuan benih sebanyak 300 kilogram dari PT AIMS. Pengembangan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah sebelumnya budidaya serupa lebih dulu dijalankan di Desa Gobleg sebagai upaya memperluas pengembangan komoditas kentang di wilayah dataran tinggi Buleleng.

Sebagai bentuk pengawalan di lapangan, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian (Katimker) Kabupaten Buleleng, Made Sumetriani, MP, bersama Koordinator BPP Sukasada dan PPL Desa Pancasari melakukan kunjungan langsung ke lokasi demplot untuk memantau pertumbuhan tanaman kentang.

Hasil pengamatan menunjukkan tanaman kentang varietas Granola tumbuh cukup baik dan seragam pada fase awal pertumbuhan. Kondisi tersebut menjadi indikator positif bagi pengembangan komoditas hortikultura di wilayah dataran tinggi Buleleng.

Ketua Kelompok Substansi Pengelolaan Penyuluhan Pertanian (Kelsi) Provinsi Bali sekaligus Ketua Harian Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., menegaskan regenerasi petani tidak hanya mengandalkan program, tetapi juga membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan.

“Regenerasi petani harus terus dibangun melalui pembinaan dan pendampingan yang nyata. Penyuluh memiliki peran penting dalam melahirkan petani muda yang adaptif, inovatif, dan mampu memandang pertanian sebagai sektor usaha generasi generasi yang memiliki masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kerja Pengelolaan Administrasi dan Kinerja Penyuluhan Pertanian (Katimker) Kabupaten Buleleng, Made Sumetriani, MP, mengapresiasi semangat petani muda dalam mengembangkan usaha pertanian hortikultura.

“Kami melihat semangat petani muda seperti Komang menjadi modal penting bagi pengembangan pertanian ke depan. Pendampingan di lapangan akan terus dilakukan agar budidaya berjalan optimal dan menjadi contoh bagi petani muda lainnya,” katanya.

Koordinator BPP Sukasada, Mohammad Hanan, SP. Menekankan bahwa penyuluh pertanian siap terus melakukan pengawalan terhadap pengembangan petani muda di wilayah binaan.

“Kami bersama rekan-rekan penyuluh akan terus mengawali dan mendampingi petani, terutama generasi muda yang memiliki semangat untuk berkembang. Kami berharap semakin banyak petani muda yang tumbuh dan menjadi penggerak pertanian di wilayah masing-masing,” ungkapnya.

Selain pendampingan teknis, faktor penting yang sangat menentukan keberhasilan budidaya adalah penggunaan benih berkualitas. Selama ini petani kentang masih menghadapi kendala sulitnya memperoleh benih berkualitas sehingga sebagian masih menggunakan benih turunan di atas kelas G4 yang berpotensi menurunkan produktivitas.

Pada pengembangan demplot ini, penggunaan benih kentang berkualitas menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan tanaman lebih seragam dan berpeluang meningkatkan hasil produksi.

Komang Ediana mengaku dukungan penyuluh dan benih berkualitas memberikan keyakinan baru dalam pengembangan usaha taninya.

“Awalnya kami mencoba demplot kentang di Desa Gobleg, kemudian sekarang mulai mengembangkan penanaman di Desa Pancasari. Kami bersyukur mendapat pendampingan dari penyuluh dan dukungan berbagai pihak, mulai dari benih hingga pelatihan teknis di lapangan. Semoga hasil demplot ini nantinya dapat menjadi pengalaman untuk pengembangan budidaya yang lebih luas,” ungkapnya.

Melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, pengembangan kentang di wilayah dataran tinggi Buleleng diharapkan tidak hanya membuka peluang usaha yang menjanjikan, tetapi juga melahirkan lebih banyak petani muda baru yang siap menjadi penggerak pertanian masa depan.

Koresponden: DND/Mohan

Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1