BBRMP Bali Kawal Pemuda Buleleng ke Final Nasional
Sukses bawa "Moyang Kopi" ke Grand Final Young Ambassador Agriculture 2026, Gede Nien Ari Cahyadi harumkan nama Buleleng. Kepala BBRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., mengapresiasi langsung prestasi ini dan menegaskan komitmennya dalam mengawal hilirisasi pertanian modern bersama penyuluh.
BBRMP Kawal Pemuda Buleleng ke Final Nasional
Kepala Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, MP, memberikan dukungan penuh kepada Gede Nien Ari Cahyadi, pemuda asal Desa Kayu Putih yang berhasil menembus babak Grand Final Duta Muda Pertanian 2026.
Melalui unit usaha "Moyang Kopi", Nien sukses membawa nama harum Kabupaten Buleleng di kancah nasional. Prestasi menteng ini dinilai sebagai bukti nyata kebangkitan generasi muda dalam sektor pertanian modern.
“Ini adalah pencapaian yang luar biasa. Seorang anak muda dari Desa Kayu Putih mampu membuktikan bahwa sektor pertanian memiliki daya tarik dan prospek besar jika dikelola dengan inovasi,” ujar Made Rai Yasa.
Menurut Rai Yasa, BBRMP Bali terus mendorong pengembangan pertanian modern yang fokus pada hilirisasi produk lokal serta penumbuhan jiwa kewirausahaan ( enterpreneurship ) di kalangan milenial. Hilirisasi menjadi kunci utama agar komoditas lokal, seperti kopi Buleleng, memiliki nilai jual tinggi dan mampu bersaing di pasar global.
Keberhasilan Nien Ari Cahyadi masuk dalam jajaran elit Duta Muda Pertanian 2026 tidak terjadi secara instan. Di balik layar, ada peran besar, pelatihan intensif, serta pendampingan konsisten dari para penyuluh pertanian Kabupaten Buleleng yang mengawal proses dari hulu hingga hilir.
Suasana kompetisi kian panas! Proses penjurian Grand Final Duta Muda Pertanian 2026 sedang berlangsung di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor. Sebanyak 30 finalis terbaik dari berbagai provinsi di Indonesia tengah bersaing ketat dan penuh semangat dalam tahapan kompetisi ini.
Boleh dibilang, kini BBRMP merupakan rumah bagi penyuluh pertanian. Lembaga ini menjadi wadah strategi dalam memperkuat kompetensi para penyuluh agar mampu mencetak petani-petani muda inovatif di lapangan.
Melalui kompetisi ini, Moyang Kopi diharapkan menjadi pemantik bagi pemuda lain di Bali untuk terjun ke dunia pertanian. Sektor ini tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan sebagai industri modern yang menjanjikan dan berbasis teknologi serta pemberdayaan masyarakat lokal. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
5
Dislike
0
Love
3
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
2