Dua Mentor Gianyar Cetak Penyuluh Inovatif
Deretan inovasi digital mewarnai Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kementerian Pertanian Gelombang III Tahun 2026. Di Gianyar, lahirnya berbagai gagasan baru tak lepas dari sentuhan dua mentor yang mengawal para calon penyuluh menghadirkan solusi nyata bagi pertanian.
Dua Mentor Gianyar Cetak Penyuluh Inovatif
Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat barisan penyuluh pertanian melalui Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang III Tahun 2026. Program yang diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian tersebut menjadi bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan di lapangan.
Di balik lahirnya berbagai inovasi peserta Latsar, terdapat dua sosok yang menjadi penggerak lahirnya gagasan-gagasan baru, yakni I Made Geben, S.P., Katimker Kabupaten Gianyar, dan Ni Nyoman Apriani, S.P., Koordinator BPP Gianyar. Keduanya mendampingi peserta dalam menyusun ide yang tidak hanya inovatif, tetapi juga relevan dengan kebutuhan lapangan.
Peserta asal Kabupaten Gianyar tampil membawa sejumlah inovasi berbasis digital untuk memperkuat pelayanan penyuluhan pertanian.
Ni Nyoman Apriani mendampingi tiga peserta dengan tema digitalisasi layanan penyuluhan. Ni Kadek Krisna Jayanti, S.P. mengangkat inovasi Optimalisasi Pengelolaan Data Kelompok Tani melalui Penyusunan Arsip Digital Berbasis Poligon di BPP Kecamatan Sukawati. Kemudian I Gede Septian Eka Putra, SP., mengembangkan TANI SMART (Teknologi Akses Navigasi Informasi dan Sistem Mandiri Aduan Respon Terpadu) berbasis QR Code di wilayah kerja penyuluh Desa Melinggih, Kecamatan Payangan. Sementara Dewi Nur Khofifah Bisri menghadirkan inovasi Optimalisasi Penyuluhan Pertanian Berbasis Digital melalui WhatsApp pada Kelompok Tani Wilayah Binaan Kelurahan Ubud.
Sementara itu, I Made Geben mendampingi dua peserta lainnya. Novita Eka Safitri, S.T.P. mengembangkan Pojok Benih Digital sebagai solusi meningkatkan pemahaman petani terkait pemilihan varietas benih padi yang sesuai di Desa Bona. Sedangkan Sitta Noratuada Aurashka, S.Pt. menghadirkan inovasi Media Informasi Penyuluhan Terintegrasi dalam Bentuk Linktree Berbasis QR Code untuk meningkatkan efektivitas penyuluhan di BPP Tegallalang.
Ide-ide tersebut lahir melalui proses bimbingan rancangan aktualisasi bersama mentor masing-masing. Peserta dituntut mampu mengidentifikasi persoalan di wilayah kerja sekaligus menyusun solusi yang memberi dampak nyata terhadap pelayanan penyuluhan.
Salah satu peserta mengatakan proses aktualisasi tidak hanya menjadi bagian dari kewajiban pelatihan, tetapi juga sarana memahami persoalan lapangan secara lebih mendalam.
"Kami diminta menemukan alternatif solusi dari isu yang diangkat dan paling berdampak di unit kerja masing-masing, yaitu Balai Penyuluhan Pertanian (BPP)," ujarnya.
Seluruh rancangan inovasi tersebut telah diuji di hadapan tim penguji pada Senin (18/5) di BPP Blahbatuh melalui Zoom sebagai bagian dari tahapan Latsar CPNS Gelombang III Tahun 2026.
Lahirnya berbagai inovasi tersebut menunjukkan regenerasi penyuluh pertanian tidak hanya menghadirkan tenaga baru, tetapi juga wajah baru penyuluhan yang semakin modern, adaptif, dan dekat dengan kebutuhan petani. (Jikwid/Sintya)
What's Your Reaction?
Like
8
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0