Dam Parit Ditunggu, Petani Bidik Tiga Panen

Petani di Subak Runuh Kubu, Desa Padangbulia, Sukasada, Buleleng mulai menaruh harapan besar pada pembangunan dam parit. Infrastruktur air itu diharapkan menjadi jawaban atas persoalan klasik yang selama ini membatasi musim tanam.

May 20, 2026 - 04:18
 0  9
Dam Parit Ditunggu, Petani Bidik Tiga Panen

Dam Parit Ditunggu, Petani Bidik Tiga Panen

Harapan petani Subak Runuh Kubu, Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, kini sederhana namun besar dampaknya. Menanam padi tiga kali dalam setahun. Selama ini, petani di subak tersebut baru mampu menanam dua kali akibat keterbatasan pasokan air saat musim kemarau.

Harapan itu kini mulai menemukan titik terang melalui rencana pembangunan dam parit selebar tujuh meter yang diharapkan mampu memperkuat pasokan air bagi lahan pertanian.

Di hamparan sawah seluas 13 hektare yang dikelola subak setempat, keterbatasan air selama bertahun-tahun menjadi persoalan utama. Saat musim kemarau tiba, debit air menurun sehingga sebagian lahan harus menunggu lebih lama untuk kembali diolah. Kondisi tersebut berdampak pada produktivitas hingga pendapatan petani.

Kelian Subak Runuh Kubu Desa Padangbulia, Kecamatan Sukasada, Kabupaten Buleleng, Nyoman Tinggen, berharap bantuan tersebut dapat segera terealisasi. Menurutnya, ketersediaan air menjadi penentu keberhasilan petani dalam meningkatkan produksi.

“Air adalah sumber kehidupan bagi petani. Selama ini kami hanya bisa dua kali tanam karena keterbatasan air saat musim kemarau. Kalau dam parit ini selesai dibangun, kami yakin petani bisa lebih semangat dan target tiga kali tanam dapat tercapai,” ungkapnya.

Pendampingan terhadap petani juga terus dilakukan agar program berjalan sesuai kebutuhan di lapangan. Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat turut mengawal berbagai kesiapan, mulai dari pola tanam hingga potensi pengembangan lahan.

PPL pendamping Luh Gede Adi Pradnyani, S.Pt., mengatakan pembangunan dam parit tidak hanya berbicara soal infrastruktur fisik, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan di tingkat petani.

“Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus kesejahteraan petani. Ketika air tersedia dengan baik, maka semangat bertani juga ikut tumbuh,” jelasnya.

Di tengah tantangan perubahan iklim dan kebutuhan pangan yang terus meningkat, kehadiran infrastruktur air dinilai menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian.

Kini, petani Subak Runuh Kubu tidak hanya menunggu aliran air menuju sawah. Mereka juga menunggu datangnya peluang baru untuk meningkatkan hasil panen dan kesejahteraan keluarga.

Koresponden: DND/Luh Gede Adi Pradnyani
Editor: JikWid

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 2
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 1