Tak Tunggu Meluas, PPL dan Petani Serentak Kepung Penggerek Batang
Ancaman baru muncul, respons di lapangan langsung bergerak. PPL dan petani di Subak Telaga kompak turun ke sawah memburu penggerek batang sebelum mengganggu hasil panen.
Tak Tunggu Meluas, PPL dan Petani Serentak Kepung Penggerek Batang
Ancaman hama penggerek batang yang mulai muncul di sejumlah titik sawah tak dibiarkan berkembang. Petani di Subak Telaga, Desa Pikat, Kecamatan Dawan, bergerak cepat bersama petugas melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) secara massal untuk menjaga tanaman padi tetap aman dan produktivitas panen tidak terganggu.
Kegiatan yang berlangsung Senin (25/5) sejak pagi tersebut melibatkan petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta jajaran pengurus subak. Langkah cepat itu dilakukan sebagai antisipasi dini agar serangan hama tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi petani.
Kelian Subak Telaga, I Wayan Winata, mengatakan gerakan bersama menjadi langkah penting karena gejala serangan penggerek batang mulai terlihat di beberapa titik hamparan sawah. Menurutnya, pengendalian secara serempak menjadi upaya efektif agar serangan tidak berkembang ke areal yang lebih luas.
“Kami sangat berterima kasih atas gerak cepat para petugas. Melalui gerakan gerdal ini kami berharap petani di Subak Telaga dapat meminimalkan kerugian dan mengawal pertanaman hingga panen dengan hasil yang maksimal,” ujarnya di sela kegiatan.
Tak sekadar melakukan pengendalian di lapangan, petani juga memperoleh pendampingan langsung terkait teknik pengendalian yang efektif dan berkelanjutan. Petugas POPT, I Putu Mahardika, S.P., memimpin pelaksanaan teknis pengendalian sekaligus memberikan edukasi kepada petani mengenai pola pengelolaan tanaman yang baik.
Menurutnya, penggerek batang menjadi salah satu hama utama tanaman padi yang perlu diwaspadai sejak fase awal pertumbuhan. Karena itu, pengendalian tidak cukup dilakukan secara individu, tetapi harus serempak agar mampu memutus siklus perkembangan hama.
“Penggerek batang merupakan salah satu hama utama pada tanaman padi yang harus diwaspadai sejak dini. Melalui gerdal ini kami tidak hanya melakukan pengendalian sesuai rekomendasi, tetapi juga mengedukasi petani mengenai sanitasi lingkungan sawah dan pengelolaan tanaman yang baik,” jelasnya.
Pendampingan lapangan juga diperkuat melalui keterlibatan wilayah kerja Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Dawan. Penyuluh Pertanian Lapangan wilayah binaan Desa Pikat, Ayu Rahmawatiningsih, S.P., turut mengawal pelaksanaan kegiatan agar pengendalian dilakukan secara tepat, aman, dan sesuai anjuran teknis.
Kehadiran penyuluh di lapangan juga menjadi bagian penting dalam memastikan petani memahami langkah pengendalian yang efektif, mulai dari ketepatan dosis, waktu aplikasi, hingga pola pengamatan rutin terhadap perkembangan tanaman.
Subak Telaga memiliki luas lahan mencapai 42,11 hektare dengan jumlah anggota sebanyak 156 orang. Dalam kegiatan gerdal kali ini, sekitar 20 petani ikut terlibat sebagai perwakilan dari dua tempek, yakni Tempek Telaga Kaja dan Tempek Peninjoan.
Saat ini mayoritas petani di Subak Telaga menanam padi varietas Inpari 32 dengan rata-rata produktivitas mencapai 6,5 ton per hektare. Melalui pengendalian secara bersama-sama, petani berharap serangan hama dapat ditekan sehingga produktivitas tetap terjaga dan hasil panen optimal.
Gerakan di Subak Telaga menunjukkan bahwa menjaga hasil panen bukan hanya soal menanam dan merawat tanaman, tetapi juga tentang kecepatan membaca ancaman dan bergerak bersama sebelum dampaknya meluas.
Koresponden: Ayu rahma BPP Dawan klungkung
Editor: JikWid
What's Your Reaction?
Like
1
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0