Penyuluh Pacu Modernisasi, Petani Babakan Tua Makin Ngebut
Pendampingan penyuluh pertanian mulai menunjukkan dampak nyata di lapangan. Di Subak Babakan Tua, petani perlahan beralih ke teknologi modern melalui pemanfaatan rice transplanter.
Penyuluh Pacu Modernisasi, Petani Babakan Tua Makin Ngebut
Hamparan sawah di Subak Babakan Tua, Desa Sawan, Kecamatan Sawan, Kabupaten Buleleng, kini mulai menghadirkan wajah baru pertanian. Jika sebelumnya musim tanam identik dengan deretan petani yang menanam padi secara manual, kini suara mesin perlahan mulai mengambil peran. Sentuhan teknologi melalui pemanfaatan rice transplanter membawa cara bertani yang lebih cepat, efisien, dan modern.
Pada musim tanam kedua (MT2), pemanfaatan alat mesin pertanian tersebut mulai diterapkan pada lahan padi seluas 17,5 hektare dari total 19 hektare hamparan sawah yang ditanami padi. Kehadiran rice transplanter menjadi langkah nyata modernisasi pertanian yang mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh petani di tingkat lapangan.
Mesin bergerak perlahan membelah petakan sawah, menanam bibit padi secara teratur dengan jarak tanam yang lebih seragam. Pemandangan itu menjadi penanda perubahan cara kerja petani yang selama ini bergantung pada tenaga tanam manual. Di tengah semakin terbatasnya tenaga kerja pertanian, penggunaan alat modern dinilai menjadi jawaban atas tantangan yang dihadapi petani.
Bila sebelumnya proses tanam membutuhkan banyak tenaga kerja dan waktu hingga beberapa hari, kini pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat dengan hasil tanam yang lebih rapi dan presisi. Efisiensi waktu dan tenaga menjadi keuntungan yang langsung dirasakan petani.
Kelian Subak Babakan Tua, Made Puspawan, mengaku penggunaan rice transplanter membawa perubahan besar dalam aktivitas tanam di sawah. Selain meringankan pekerjaan, alat tersebut juga membantu petani menyelesaikan proses tanam lebih cepat.
“Dulu menanam padi membutuhkan banyak tenaga dan waktu berhari-hari. Sekarang dengan rice transplanter pekerjaan menjadi lebih ringan dan cepat. Kami sangat bersyukur karena alat ini sangat membantu petani,” ujarnya.
Di balik pemanfaatan teknologi tersebut, peran penyuluh pertanian juga terus bergerak mengawal proses modernisasi di tingkat petani. Pendamping pertanian lapangan, I Kadek Indra Guna, S.P., menjelaskan bahwa penggunaan rice transplanter bukan sekadar menghadirkan alat baru ke sawah, tetapi juga mengubah pola budidaya menuju sistem yang lebih efektif dan produktif.
Menurutnya, pola tanam yang lebih teratur dan seragam berpotensi mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal hingga berdampak pada peningkatan hasil produksi. Namun keberhasilan penggunaan alat tidak hanya bergantung pada mesin, melainkan juga kesiapan petani dalam mengelolanya.
“Keberhasilan penggunaan alat ini tidak hanya bergantung pada mesin semata, tetapi juga kesiapan petani mulai dari persemaian bibit, pengolahan lahan, hingga kerja sama subak dalam pemanfaatannya. Pendampingan terus dilakukan agar petani mampu mengoperasikan dan merawat alat dengan baik sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan,” jelasnya.
Pemanfaatan rice transplanter di Subak Babakan Tua menjadi bukti bahwa transformasi pertanian terus berjalan. Ketika teknologi dan pendampingan penyuluh bergerak seiring dengan semangat petani untuk beradaptasi, pertanian modern bukan lagi sekadar wacana, tetapi mulai tumbuh nyata di hamparan sawah. Produktivitas meningkat, pekerjaan menjadi lebih ringan, dan harapan petani pun ikut melaju semakin cepat.
Koresponden: I Kadek Indra Guna, S.P. BPP Sawan Buleleng
Editor: JikWid/DND
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0