PPL Gianyar Diasah Adaptif, Bedah Programa dan Digitalisasi
Penyuluh pertanian tak lagi cukup hanya mendampingi budidaya. Di Gianyar, peningkatan kapasitas PPL kini menyentuh perencanaan, digitalisasi pelaporan, hingga pemetaan lahan berbasis teknologi.
PPL Gianyar Diasah Adaptif, Bedah Programa dan Digitalisasi
Penguatan kapasitas penyuluh pertanian terus dilakukan agar mampu menjawab tantangan sektor pertanian yang semakin dinamis. Melalui kegiatan Temu Teknis Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Gianyar, para penyuluh dibekali berbagai materi mulai dari penyusunan program penyuluhan, sistem pelaporan digital, hingga pemanfaatan teknologi pemetaan lahan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Tegallalang, Selasa (26/5), dihadiri Penyuluh Pertanian Utama Provinsi Bali Ir. I Made Oka Parwata, M.MA, perwakilan UPTD BPSB TPHBUN Bali Ni Made Ulan Wibawani, SP., MP dan I Putu Gede Arya Pramana, SP, Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar yang terdiri dari Plt Kepala Bidang Penyuluhan I Wayan Sudirka, S.Pt, serta Katim Kerja Penyuluhan Kabupaten Gianyar I Made Geben, SP. dan
Kegiatan juga menghadirkan sejumlah narasumber yakni Penyuluh Ahli Pertanian Pertama I Made Adi Suryadi, Ni Kadek Krisna Jayanti, SP dan I Putu Surya Anggaraditya, SP.
Dalam paparannya, I Made Oka Parwata menekankan pentingnya penyusunan program penyuluhan sebagai pedoman kerja yang mampu menjawab kebutuhan petani di lapangan. Menurutnya, program penyuluhan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi juga harus menjadi instrumen perencanaan yang mampu memetakan permasalahan dan solusi sektor pertanian secara nyata.
Sementara itu, UPTD BPSB TPHBUN Bali menyampaikan sosialisasi terkait perbenihan padi, termasuk pemahaman mengenai klasifikasi dan penggunaan label benih yang beredar di masyarakat.
Pada sesi materi teknis, I Made Adi Suryadi memaparkan implementasi sistem pelaporan penyuluh melalui platform Linktree guna mempermudah pelaporan kegiatan secara lebih terintegrasi dan efisien. Materi kemudian dilanjutkan Ni Kadek Krisna Jayanti terkait pembuatan poligon menggunakan aplikasi Google Earth, sebelum peserta mengikuti praktik langsung yang dipandu I Putu Surya Anggaraditya.
Diskusi berlangsung interaktif. Koordinator BPP Tampaksiring I Nengah Surata Adnyana, SP mengangkat pertanyaan mengenai peran penyuluh strategi pada sektor off farm serta perbedaan dan keunggulan masing-masing label benih.
Menyanggapi hal tersebut, Nara menjelaskan bahwa peran penyuluh tidak hanya terbatas pada peningkatan produksi di tingkat budidaya, tetapi juga perlu mendorong penguatan sektor hilir, termasuk pengolahan, pemasaran, hingga peningkatan nilai tambah produk pertanian.
Di akhir kegiatan, Plt Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Kabupaten Gianyar I Wayan Sudirka menekankan pentingnya menjaga sinergi dan koordinasi antara Dinas Pertanian dengan para penyuluh di lapangan.
“Kegiatan peningkatan kapasitas seperti ini akan terus ditingkatkan agar kompetensi penyuluh semakin berkembang dan mampu mengikuti perubahan teknologi maupun kebutuhan petani,” ujarnya.
Temu teknis ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas penyuluh agar semakin adaptif, responsif, dan mampu menjadi penggerak pembangunan pertanian di tingkat lapangan. (JikWid/Sintya)
What's Your Reaction?
Like
5
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0