"Dari Denpasar hingga Buleleng, Aparatur Pertanian Bali Kompak Peringati Hari Lahir Pancasila"
Dari Denpasar hingga Buleleng, insan pertanian Bali kompak memperingati Hari Lahir Pancasila 2026. Melalui upacara serentak yang digelar di berbagai Co-Working Space (CWS), semangat persatuan dan gotong royong kembali diteguhkan untuk mendukung pembangunan pertanian dan ketahanan pangan.
"Dari Denpasar hingga Buleleng, Aparatur Pertanian Bali Kompak Peringati Hari Lahir Pancasila"
Aparatur pertanian di Bali memperingati Hari Lahir Pancasila 2026 dengan menggelar upacara bendera secara serentak, Senin (1/6). Peringatan yang mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia” itu berlangsung khidmat dan diikuti seluruh penyuluh pertanian serta aparatur pertanian di berbagai daerah.
Pelaksanaan upacara dipusatkan di Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian (BBRMP) Bali sebagai lokasi utama tingkat provinsi. Sementara itu, para penyuluh pertanian di daerah mengikuti kegiatan yang sama melalui Co-Working Space (CWS) di masing-masing kabupaten.
Di BBRMP Bali, upacara dipimpin langsung Kepala BBRMP Bali, Dr. drh. I Made Rai Yasa, M.P., selaku inspektur upacara. Kegiatan tersebut diikuti pejabat struktural, pejabat fungsional, serta Penyuluh Pertanian Pusat Penyuluhan Pertanian (Pusluhtan) BPPSDMP yang berkantor di lingkungan CWS BBRMP Bali.
Momentum peringatan Hari Lahir Pancasila dimanfaatkan untuk memperkuat komitmen aparatur pertanian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat. Nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai landasan moral dalam mendukung pembangunan pertanian yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Di Kabupaten Bangli, para penyuluh pertanian mengikuti upacara di CWS setempat. Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama Pancasila diteguhkan kembali sebagai modal penting dalam mendampingi petani dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Suasana serupa juga terlihat di Kabupaten Gianyar. Penyuluh pertanian lapangan mengikuti upacara dengan tertib dan penuh semangat. Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum untuk memperkuat solidaritas serta sinergi antara penyuluh dan kelompok tani dalam mendukung peningkatan produksi pertanian.
Sementara itu, di Kabupaten Buleleng, upacara berlangsung dengan khidmat di CWS daerah. Para penyuluh memaknai peringatan tersebut sebagai pengingat akan tanggung jawab moral dalam menyebarluaskan inovasi dan teknologi pertanian modern secara merata kepada masyarakat.
Pelaksanaan upacara serentak ini menunjukkan komitmen seluruh insan pertanian Bali untuk terus mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus dalam pelaksanaan tugas mendampingi petani menuju pertanian yang maju, mandiri, dan modern.
Secara terpisah, Ketua Kelompok Substansi (Kelsi) Penyuluhan Provinsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., menyampaikan apresiasi kepada seluruh penyuluh pertanian dan aparatur pertanian yang telah mengikuti peringatan Hari Lahir Pancasila secara serentak di seluruh Bali.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh rekan-rekan penyuluh pertanian yang telah berpartisipasi dan menunjukkan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Lahir Pancasila. Momentum ini menjadi pengingat bahwa tugas penyuluh bukan hanya mendampingi petani dalam aspek teknis budidaya, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Pancasila melalui semangat gotong royong, pelayanan, dan pengabdian kepada masyarakat," ujarnya.
Arya Sudiadnyana berharap semangat yang terbangun dalam peringatan Hari Lahir Pancasila dapat terus diwujudkan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari, khususnya dalam mendukung program swasembada pangan dan pembangunan pertanian yang berkelanjutan di Bali. (JikWid)
What's Your Reaction?
Like
2
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0