Pelopor Tabela Bangli Itu Menamai Cucunya "Putu Tabela", Kini Siap Uji PM-AAS
Kecintaan Putu Swastika terhadap metode tanam benih langsung (tabela) bukan sekadar terlihat dari aktivitasnya di sawah. Saking menggilainya pada inovasi tersebut, petani asal Banjar Tegal, Kelurahan Bebalang, Kabupaten Bangli itu bahkan memberi nama cucunya Putu Tabela. Kini, pelopor tabela di Bangli itu dipercaya menjadi petani percontohan penerapan metode PM-AAS.
Pelopor Tabela Bangli Itu Menamai Cucunya "Putu Tabela", Kini Siap Uji PM-AAS
BANGLI – Di kalangan petani Bangli, nama Putu Swastika atau yang akrab disapa Pak Wewen bukanlah sosok asing. Ia dikenal sebagai salah satu pelopor penerapan sistem tanam benih langsung (tabela) di Kabupaten Bangli, jauh sebelum metode tersebut dikenal luas oleh petani setempat.
Berbekal keyakinan bahwa teknologi mampu meningkatkan efisiensi usaha pertanian, Pak Wewen terus mengembangkan sistem tabela hingga akhirnya dipercaya memberikan layanan olah tanah dan tanam menggunakan alsintan kepada petani lain. Saat ini ia mengelola lahan seluas 1,35 hektar yang tersebar di empat wilayah subak, sekaligus melayani puluhan hektar sawah di Kelurahan Kawan dan Kelurahan Bebalang.
Bagi Pak Wewen, tabela bukan hanya metode tanam, melainkan bagian dari perjalanan hidup sebagai petani. Kecintaannya terhadap inovasi tersebut bahkan diwujudkan dengan memberi nama salah seorang cucunya “Putu Tabela', sebuah nama yang kini cukup dikenal di lingkungan keluarga maupun petani sekitar.
Jejak panjang tabela membuat Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Bangli mempercayainya sebagai petani percontohan penerapan PM-AAS.
Koordinator BPP Kecamatan Bangli, I Wayan Widnyana, menilai pengalaman Pak Wewen menjadi modal utama dalam menerapkan metode budidaya modern tersebut.
“Pak Wewen sudah sangat memahami sistem tabela, mulai dari pengolahan lahan, penanaman hingga pemeliharaan. PM-AAS memiliki prinsip yang tidak jauh berbeda sehingga dia sangat siap menjadi pelopor penerapannya,” jelasnya.
Bagi Pak Wewen, PM-AAS merupakan tahapan lanjutan dari perjalanan inovasi yang selama ini ia lakukan.
“Saya yakin PM-AAS akan membawa dampak positif terhadap peningkatan produktivitas padi sawah. Ini menjadi harapan baru bagi kami untuk memperoleh hasil yang lebih baik,” ujarnya.
Keberanian Pak Wewen mencoba teknologi baru menjadi contoh bahwa modernisasi pertanian tidak selalu lahir dari proyek besar. Berawal dari seorang petani yang berani mencoba, didampingi penyuluh yang konsisten mengawal inovasi, perubahan perlahan tumbuh dari petak-petak sawah di Bangli. (JikWid/Atmika)
What's Your Reaction?
Like
6
Dislike
0
Love
2
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0