Uji Lima Varietas Padi, Cakrabuana Agritan Juara!

Produktivitas tinggi kembali lahir dari lahan Subak Delodsema, Mengwi. Dalam uji lima varietas padi unggul yang digelar BPSBTPHBUN Provinsi Bali, Cakrabuana Agritan berhasil tampil sebagai juara dengan hasil mencapai hampir delapan ton per hektare.

Dec 17, 2025 - 04:39
 0  94
Uji Lima Varietas Padi, Cakrabuana Agritan Juara!

Uji Lima Varietas Padi, Cakrabuana Agritan Juara!

Sebagai bentuk komitmen dalam mendukung peningkatan mutu benih dan produktivitas pertanian di Bali, UPTD Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (BPSBTPHBUN) Provinsi Bali melaksanakan kegiatan Pengenalan Varietas Padi Unggul di Subak Dlodsema, Kelurahan Sading, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata BPSBTPHBUN Bali dalam menghadirkan inovasi di bidang perbenihan, sekaligus memberikan edukasi langsung kepada petani mengenai pilihan varietas yang adaptif dan berpotensi hasil tinggi. Melalui kegiatan ini, petani tidak hanya diperkenalkan dengan varietas-varietas unggul baru, tetapi juga dapat menyaksikan secara langsung performa tanaman di lapangan, mulai dari pertumbuhan hingga hasil panen.

Pengujian dilakukan di Subak Dlodsema pada lahan seluas 1 hektare, di mana masing-masing varietas ditanam pada petak uji berukuran 0,20 hektare. lima padi varietas unggul baru (VUB), yang diuji meliputi Cakrabuana Agritan, Padjajaran Agritan, Inpari 50 Marem, Inpari 49 Jembar, dan Inpari 47 WBC.

Penanaman dimulai pada bulan Agustus 2025, dengan masa panen berlangsung pada bulan November hingga Desember 2025. Perbedaan waktu panen ini disebabkan oleh variasi umur tanaman; varietas Cakrabuana Agritan dan Padjajaran Agritan tergolong genjah (berumur pendek) sehingga dipanen lebih awal, sedangkan Inpari 47, Inpari 49, dan Inpari 50 dipanen pada bulan Desember.

Pekaseh Subak Dlodsema, Gede Adnyana, menjelaskan bahwa perbedaan waktu panen tersebut merupakan hal yang wajar.

“Perbedaan waktu panen ini memang karena umur tanaman yang tidak sama. Varietas Cakrabuana dan Padjajaran lebih cepat masak, sedangkan Inpari 47, 49, dan 50 umurnya lebih panjang, jadi baru bisa dipanen di bulan Desember,” ujarnya.

Kegiatan ini turut melibatkan Pengawas Benih Tanaman (PBT) dari BPSB, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat, serta kelompok tani Subak Dlodsema. Kolaborasi lintas pihak ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara lembaga pengawasan benih dan petani dalam menghasilkan varietas yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan lapangan.

Menurut Kepala UPTD BPSBTPHBUN Provinsi Bali, Desak Made Megandini, S.TP, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan alternatif pilihan varietas padi unggul bagi petani, yang diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan pendapatan usaha tani mereka.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk merekomendasikan varietas unggul baru (VUB) yang sesuai dengan agroekosistem dan agroklimat lokal, menguji performa varietas secara langsung di lapangan, serta mendukung penyediaan benih bermutu sebagai bagian dari sistem perbenihan nasional yang berkelanjutan.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap petani dapat memperoleh varietas yang benar-benar sesuai dengan kondisi lahan di Bali, sehingga hasil panen dan kualitas benih dapat terus meningkat. Ini juga menjadi bagian dari peran BPSBTPHBUN dalam menjamin ketersediaan varietas unggul dan memperkuat sistem perbenihan nasional,” jelas Megandini dengan senyum ramah penuh optimisme.

Dari hasil ubinan, Cakrabuana Agritan menempati posisi tertinggi dengan produktivitas 7,98 ton per hektare, diikuti oleh Inpari 50 Marem (7,96 ton/ha) dan Inpari 49 (7,58 ton/ha).

Sementara itu, Padjajaran Agritan dan Inpari 47 juga menunjukkan performa baik dengan produktivitas masing-masing 7,05 ton/ha dan 6,77 ton/ha.

Secara keseluruhan, seluruh varietas yang diuji menunjukkan produktivitas di atas 6,5 ton per hektare, menandakan daya adaptasi yang baik terhadap kondisi agroekosistem/ agroklimat di wilayah Mengwi, Badung.

Kepala Seksi Pengujian Mutu Benih Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan, I Made Windu Yasa, S.P.,M.Agb., selaku pelaksana teknis kegiatan menyampaikan bahwa hasil ubinan ini menjadi bahan penting dalam menentukan varietas yang paling sesuai dan menguntungkan bagi petani di Bali.

“Melalui kegiatan pengenalan varietas ini, kami ingin memberikan rekomendasi varietas unggul baru (VUB) yang lebih baik bagi petani di Bali. Setiap varietas memiliki karakteristik berbeda-beda baik potensi hasil, ketahanan terhadap hama dan penyakit, tahan rebah saat musim hujan, maupun kemampuan adaptasi dengan kondisi lahan dan air irigasi. Dengan pengujian langsung di Subak Dlodsema, kami dapat menilai varietas mana yang paling sesuai untuk dikembangkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, hasil ubinan ini juga menjadi dasar bagi UPTD. BPSBTPHBUN Bali dalam mendukung sistem perbenihan nasional agar petani dapat mengakses benih unggul yang bermutu dan berkelanjutan.  Balai tersebut juga mendorong para penangkar benih seperti kelompok tani penangkar Subak Dlodsema untuk dapat menangkarkan dan mengembangkan varietas Cakrabuana Agritan sebagai alternatif varietas unggul pengganti varietas lama seperti Inpari 32, Ciherang maupun Cegeulis yang terus-menerus mendominasi penggunaan benih dalam beberapa tahun terakhir.

“Kami di UPTD. BPSBTPHBUN Bali berkomitmen mendukung penyediaan benih bermutu dan memperkuat sistem perbenihan nasional. Harapan kami, hasil pengujian ini tidak hanya memberikan data teknis, tetapi juga manfaat nyata bagi petani dan ketahanan pangan daerah,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, BPSBTPHBUN Bali menegaskan perannya sebagai lembaga pengawasan dan pembinaan mutu benih yang memastikan varietas unggul tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga tepat guna dan berdaya hasil tinggi bagi petani di wilayahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi model pembelajaran lapangan sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dalam mewujudkan pertanian Bali yang mandiri, maju, dan berkelanjutan.(Jikwid)

Koresponden Tude Darmawan DPD Perhiptani Badung

What's Your Reaction?

Like Like 5
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0