Refleksi Perhiptani Bali 2025: Perhiptani Bali Nobatkan Tiga Penyuluh Terbaik 2025

Tahun 2025 menjadi catatan bersejarah bagi Perhiptani Bali. Untuk pertama kalinya, organisasi ini menobatkan tiga penyuluh pertanian berprestasi. Sosok-sosok yang mewakili semangat inovasi, dedikasi, dan pengabdian tanpa batas bagi kemajuan pertanian Bali.

Dec 31, 2025 - 04:37
Dec 31, 2025 - 04:49
 0  33
Refleksi Perhiptani Bali 2025: Perhiptani Bali Nobatkan Tiga Penyuluh Terbaik 2025

Refleksi Perhiptani Bali 2025 (4-Habis):

Perhiptani Bali Nobatkan Tiga Penyuluh Terbaik 2025

Tahun 2025 menjadi momentum penting bagi DPW Perhiptani Bali, yang sukses merealisasikan berbagai strategi program. Salah satu yang paling berkesan adalah penyelenggaraan Lomba Penyuluh Pertanian Berprestasi Perhiptani Bali 2025. Ajang bergengsi yang menjadi wadah apresiasi bagi para penyuluh inovatif dan konservasi di seluruh Bali.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Perhiptani Bali menggelar lomba ini sebagai bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi penyuluh pertanian di Pulau Dewata. Dalam pelaksanaannya, panitia menggandeng tim penilai dari Fakultas Pertanian Universitas Udayana, yakni Prof. Dr. Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si., dan Dr. I Gede Setiawan Adi Putra, SP, M.Si. Kehadiran dua akademisi tersebut memperkuat kredibilitas serta memberikan nilai akademik yang tinggi terhadap proses penilaian peserta.

Ketua DPW Perhiptani Bali, Dr.Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si., menegaskan bahwa penyuluh pertanian merupakan garda terdepan dalam membangun pertanian Bali yang tangguh dan berkelanjutan.

“Melalui lomba ini, kami ingin menyalakan semangat baru bagi para penyuluh agar terus berinovasi, mengembangkan diri, dan memberi manfaat nyata bagi petani serta daerah,” tuturnya penuh optimisme.

Tiga Sosok Inspiratif Penyuluh Terbaik

Dari hasil penilaian yang ketat dan objektif, Ni Kadek Sintya Dewi, SP., berhasil meraih Juara Pertama Penyuluh Pertanian Berprestasi 2025 dengan total nilai 114 poin. Posisi kedua diraih oleh Reni Lamtauli Pakpahan, SP dari DPD Perhiptani Kabupaten Karangasem dengan 111 poin, dan posisi ketiga ditempati I Gede Januartha, SP dari DPD Perhiptani Kabupaten Karangasem dengan 108 poin.

Finalis ketiga ini tidak hanya menunjukkan keunggulan individu, tetapi juga mewakili semangat baru penyuluhan pertanian Bali kolaborasi antara kearifan lokal, ilmu pengetahuan, dan aksi nyata di lapangan.

“Ketiganya bukan sekedar kompetitor, melainkan simbol kebangkitan penyuluhan pertanian Bali. Penyuluhan yang tumbuh dari nilai-nilai kemandirian petani,” ujar Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, I Ketut Arya Adnyana, SP, M.Agb., dengan nada penuh bangga.

Prestasi yang Lahir dari Pengabdian

Dalam proses penilaian, Prof.Dr.Ir. I Dewa Putu Oka Suardi, M.Si., menegaskan bahwa peran utama penyuluh pertanian tidak hanya menyampaikan informasi atau teknologi baru, melainkan mengubah perilaku, sikap, dan keterampilan petani agar mampu beradaptasi dengan tantangan zaman.

“Keberhasilan pembangunan pertanian sejati tidak hanya diukur dari peningkatan hasil panen, tetapi dari perubahan pola pikir dan tindakan petani menuju kemandirian dan inovasi,” ujarnya.

“Penyuluh pertanian adalah agen perubahan di akar rumput. Mereka membimbing, memotivasi, dan membimbing petani menuju pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan.”

Senada dengan itu, Dr. I Gede Setiawan Adi Putra, SP, M.Si., menambahkan pesan yang sarat makna tentang ketulusan profesi penyuluh.

"Menjadi penyuluh itu tidak mudah. ​​Tapi di situlah kemuliaannya," katanya lembut.
"Penyuluh adalah orang yang menggerakkan perubahan tanpa harus terlihat di panggung. Keringatnya mungkin tak selalu dipuji, tapi hasilnya dirasakan banyak orang."

Penyuluh, Penjaga Masa Depan Pertanian

Bagi Perhiptani Bali, penghargaan ini bukan semata-mata tentang siapa yang terbaik, tetapi tentang bagaimana setiap penyuluh menjadi agen perubahan di tingkat akar rumput. Penilaian tidak hanya berfokus pada pencapaian teknis, tetapi juga pada inovasi, dampak sosial, kemampuan membina kelompok tani, dan konsistensi dalam pendampingan lapangan.

Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, I Ketut Arya Adnyana, SP, M.Agb., menutup kegiatan dengan penegasan yang menggugah.

“Penyuluh adalah jembatan antara ilmu dan tanah, antara kebijakan dan kenyataan. Di tangan mereka, masa depan pertanian Bali terus hidup,” ujarnya.

Ajang tahunan ini diharapkan menjadi tradisi yang menumbuhkan semangat kompetitif yang sehat, memperkuat jejaring antarpenyuluh, serta meneguhkan posisi Perhiptani Bali sebagai garda depan pembangunan pertanian yang berwawasan sosial dan budaya.

Melalui penyelenggaraan Lomba Penyuluh Pertanian Berprestasi ini, Perhiptani Bali tidak hanya memberikan ruang apresiasi bagi para penyuluh, tetapi juga meneguhkan kembali peran mereka sebagai ujung tombak pembangunan pertanian. Para penyuluh adalah sosok yang bekerja di senyap, namun hasil kerja mereka menggerakkan perubahan nyata di lapangan. Dari tangan merekalah tumbuh semangat baru bagi petani untuk berinovasi, mandiri, dan berdaya saing.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh penyuluh pertanian di Bali untuk terus meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, dan menebarkan semangat pengabdian demi terwujudnya pertanian Bali yang maju, berdaulat, dan berkelanjutan. (Jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 2
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0