Bali Tak Salah Pilih: Dia, Pemimpin yang Mengayomi dan Visioner
Kepemimpinan yang tenang, langkah yang pasti. I Ketut Arya Sudiadnyana membuktikan bahwa pengabdian sejati lahir dari hati yang tulus. Bali tak salah pilih sosok pemimpin yang berjuang, mengayomi dan visoner untuk masa depan pertanian.
Bali Tak Salah Pilih:
Dia, Pemimpin yang Mengayomi dan Visioner
Pemerintah resmi mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pendayagunaan Penyuluh Pertanian untuk Percepatan Swasembada Pangan. Melalui kebijakan ini, seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) yang sebelumnya berada di bawah pemerintah daerah kini dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP).
Langkah besar itu membuka babak baru dalam sistem penyuluhan pertanian Indonesia. Di tengah arus perubahan tersebut, muncul sosok penyuluh yang menjadi representasi semangat baru I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb. Bagi Arya, kebijakan ini bukan sekadar peralihan struktur, melainkan momentum untuk memperkuat peran penyuluh sebagai garda terdepan ketahanan pangan bangsa.
Momen Tak Terduga
Pemilihan Ketua Kelompok Substansi (Kapoksi) Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali menjadi momen tak terduga bagi Arya. Ia tak pernah menyangka akan dipercaya memegang amanah sebesar itu. Proses pengusulan berlangsung penuh pertimbangan, melibatkan para penyuluh senior dan tokoh-tokoh berpengalaman di dunia penyuluhan Bali.
Bahkan pihak pusat turut meminta pandangan serta rekomendasi dari para dedengkot penyuluh di daerah. Dari hasil musyawarah dan penilaian yang matang, nama Arya pun mengemuka. Sosoknya dinilai paling layak memimpin berkat rekam jejak pengabdian, kepemimpinan yang mengayomi, dan kemampuannya menjembatani penyuluh serta petani dengan bijaksana.
Kepercayaan itu semakin kuat karena sebelumnya ia juga telah memegang amanah sebagai Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, organisasi profesi yang menaungi para penyuluh pertanian di seluruh Pulau Dewata.
Di dua posisi strategis itu, Arya terus memperjuangkan penguatan kapasitas penyuluh dan peningkatan kesejahteraan petani dua fondasi penting bagi keberlanjutan pertanian Bali di masa depan.
Dari Kampus hingga Sawah
Dari ruang kuliah hingga hamparan sawah, dari gerakan sosial hingga lembaga profesi, sosok Arya tak henti menebar semangat perubahan. Ia hadir membawa ilmu, ketulusan, dan kepemimpinan yang menyejukkan.
Di balik senyum teduhnya, tersimpan bara semangat yang tak pernah padam.
Dikenal sebagai penyuluh pertanian yang visioner dan peduli terhadap masa depan pertanian Bali, Arya bukan hanya bekerja ia mengabdi.
“Pertanian bukan pekerjaan masa lalu, melainkan masa depan yang bisa tumbuh subur bila dirawat dengan ilmu dan ketulusan,” ujarnya suatu ketika.
Benih Kepemimpinan dari Kampus
Sejak masa kuliah di Universitas Udayana, sosok yang akrab disapa Arya Ading telah menunjukkan jiwa kepemimpinan yang kuat. Sebagai mahasiswa agribisnis, ia aktif memimpin Forum Persaudaraan Mahasiswa Hindu Dharma (2002–2003), menanamkan nilai-nilai kebersamaan dan spiritualitas di kehidupan kampus.
Dari idealismenya lahir gerakan “Pemertani ke Seluruh Bali”, kolaborasi antara mahasiswa dan petani bersama Yayasan Kayon Bali dengan dukungan UNDP.
Gerakan ini menjadi wujud nyata kepedulian Arya terhadap pemulihan sosial-ekonomi Bali pasca tragedi Bom Bali 2002.
Dari situlah benih kepemimpinan Arya tumbuh berpadu antara kecerdasan, spiritualitas, dan kepedulian sosial.
Tak berhenti di situ, ia turut mendirikan “Bali Santi” (2003–2005), gerakan yang memperjuangkan pelestarian lahan pertanian serta perlindungan kawasan suci pura dari tekanan investasi. Bagi Arya, tanah bukan sekadar sumber pangan, tetapi sumber kehidupan. Menjaga tanah berarti menjaga jiwa Bali itu sendiri.
Menempa Diri di Dunia Korporasi
Usai menamatkan studinya, Arya menempuh pengalaman baru di dunia korporasi.
Ia memulai karier dari bawah sebagai Sales Promotion Boy (2004–2006), kemudian dipercaya menjadi Brand Promotion Executive (2006–2008) di PT Bintang Toedjoe, salah satu perusahaan nasional di bawah grup Kalbe Farma.
Pengalaman itu menjadi ruang pembelajaran berharga. Dunia korporasi menempanya dalam hal strategi, komunikasi, dan disiplin kerja. Di tengah ritme bisnis yang dinamis, Arya belajar tentang ketekunan, kepemimpinan, dan pentingnya empati nilai-nilai yang kelak menjadi bekal saat ia kembali ke panggilan sejatinya, penyuluhan pertanian.
Mengayomi di Garis Terdepan
Kini, Arya dipercaya menakhodai Kelompok Substansi Penyuluhan Pertanian Provinsi Bali, sekaligus menjabat sebagai Ketua Harian DPW Perhiptani Bali. Di bawah kepemimpinannya yang tenang namun tegas, Perhiptani Bali bergerak dinamis, memperkuat peran penyuluh di tengah arus modernisasi pertanian.
Kehadirannya membawa energi baru mendorong sinergi antara penyuluh, petani, dan pemerintah dalam membangun sistem pertanian yang tangguh dan berkelanjutan.
Banyak pihak menilai penunjukan Arya sebagai langkah tepat. Kalimat “Bali tak salah pilih” pun kerap terdengar dari rekan-rekan seprofesinya, menggema sebagai bentuk kepercayaan dan kebanggaan terhadap sosoknya.
Langkah awal kepemimpinannya dimulai dengan pemetaan tenaga penyuluh di seluruh Bali, langkah strategis untuk memastikan pemerataan dan efektivitas program pertanian nasional. Dengan pendekatan yang hangat, mengayomi, dan visioner, Arya memastikan para penyuluh dan petani berjalan seiring bukan berjarak, tetapi bergandengan.
(jikwid)
What's Your Reaction?
Like
18
Dislike
0
Love
5
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
1