Buleleng Makin Menggeliat, Menyongsong Pertanian Modern
Transformasi pertanian di Buleleng terus bergerak maju. Dari pola tradisional, kini petani mulai melangkah ke arah mekanisasi modern, termasuk di Kecamatan Sukasada yang menjadi babak baru perubahan.
Buleleng Makin Menggeliat, Menyongsong Pertanian Modern
Transformasi pertanian di Buleleng terus menggeliat dari sistem tradisional menuju arah mekanisasi modern. Setelah sebelumnya diterapkan di Kecamatan Banjar dan Kubutambahan, kini giliran Kecamatan Sukasada yang menandai langkah maju tersebut. Para petani Subak Tegal Panji pun menanam masa depan dengan memanfaatkan teknologi pertanian.
Subak Tegal Panji, Kecamatan Sukasada, Buleleng, menapaki babak baru dalam pengelolaan pertanian. Melalui penerapan alat tanam modern rice transplanter, petani kini tidak lagi harus berbungkuk-bungkuk menanam padi secara manual. Mekanisasi menjadi tonggak perubahan sekaligus simbol kebangkitan pertanian subak menuju sistem yang lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan.
Penggunaan rice transplanter tersebut menjadi langkah konkret dalam mendorong modernisasi dan percepatan mekanisasi pertanian di tingkat petani. Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua dan anggota Kelompok Tani Subak Tegal Panji, petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), serta para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dari BPP Sukasada sebagai bentuk sinergi pendampingan teknis di lapangan.
Pelaksanaan dilakukan di lahan milik Ketua Kelompok Tani sekaligus Kelian Subak Tegal Panji, Nyoman Somajana, dengan luas sekitar 40 are. Sementara itu, total luas lahan sawah yang dikelola Subak Tegal Panji mencapai 18,84 hektare, sehingga penerapan mekanisasi diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap efisiensi dan produktivitas pertanian subak.
Varietas padi yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Inpari 32 dengan sistem tanam tegel yang direkomendasikan karena mampu menghasilkan pertumbuhan tanaman seragam, jarak tanam teratur, serta memudahkan pemeliharaan tanaman. Penerapan alat tanam rice transplanter bertujuan meningkatkan kecepatan tanam, efisiensi penggunaan tenaga kerja, dan ketepatan pola tanam guna mendukung peningkatan produktivitas usahatani padi.
Dalam rangkaian kegiatan ini, Luh Putu Indrayani, SP selaku Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) wilayah binaan secara aktif memberikan pendampingan teknis, mulai dari persiapan lahan, pemilihan varietas unggul, hingga penerapan sistem tanam menggunakan alat mesin pertanian. Pendampingan tersebut bertujuan memastikan proses tanam berjalan tepat waktu, efisien, dan sesuai dengan rekomendasi teknis.
Penerapan alat tanam padi turut menjadi sarana pembelajaran langsung bagi petani di wilayah binaan, sehingga mereka tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga memahami manfaat mekanisasi dalam menghemat tenaga kerja, mempercepat proses tanam, serta menghasilkan pertumbuhan tanaman yang lebih seragam.
Kelian Subak Tegal Panji, Nyoman Somajana, menyambut positif pelaksanaan penggunaan alat pertanian modern dalam kegiatan tanam padi. Menurutnya, kehadiran alat mesin pertanian seperti rice transplanter sangat membantu krama subak, khususnya dalam mengatasi keterbatasan tenaga kerja serta meringankan beban petani di lapangan.
“Dengan adanya alat tanam modern ini, petani kami tidak lagi harus bekerja secara manual dan berbungkuk-bungkuk. Proses tanam menjadi lebih cepat, rapi, dan efisien, sehingga kami sangat merasakan manfaatnya,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para penyuluh pertanian yang selama ini setia mendampingi krama subak. Pendampingan yang berkelanjutan dinilai berperan besar dalam meningkatkan pemahaman petani terhadap teknologi pertanian modern tanpa meninggalkan nilai-nilai kearifan lokal subak.
“Atas nama krama Subak Tegal Panji, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh penyuluh yang dengan penuh dedikasi terus mendampingi kami, memberikan bimbingan dan arahan. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut demi kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tanam padi ini, diharapkan sinergi antara petani, penyuluh, dan pemangku kepentingan terkait semakin kuat, sehingga mampu mendorong transformasi pertanian menuju sistem yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan di wilayah binaan.
Koresponden : Indrayani DPD Perhiptani Buleleng
Editor : Widianta
What's Your Reaction?
Like
3
Dislike
0
Love
1
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0