Ristiani: “Dari Aktivis Kampus hingga Menakhodai Penyuluhan Bali”

Tak ada yang instan dalam perjalanan hidupnya. Dari masa kuliah yang penuh semangat, bekerja sepuluh tahun sebagai tenaga honor, hingga dipercaya memimpin administrasi penyuluhan Bali.

Jan 21, 2026 - 00:19
Jan 21, 2026 - 00:24
 0  68
Ristiani: “Dari Aktivis Kampus hingga Menakhodai Penyuluhan Bali”

Ristiani:

“Dari Aktivis Kampus hingga Menakhodai Penyuluhan Bali”

Terlahir dari keluarga sederhana, Ni Made Ristiani, S.Pt., M.Pt., tumbuh dalam kehangatan nilai kerja keras dan ketulusan hati. Sejak kecil, semangat belajarnya seakan tak pernah padam ia tekun, haus pengetahuan, dan selalu ingin berbuat lebih. Langkah pendidikannya dimulai dari Taman Kanak-Kanak, berlanjut hingga SMA Negeri 3 Denpasar, tempat benih cita-cita pengabdiannya pada dunia pertanian mulai tumbuh.

Perjalanan pendidikannya tidak selalu mudah, namun semangatnya tak pernah surut. Tahun 1991, Ristiani menapaki babak baru dalam hidupnya dengan melanjutkan studi di Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Di lingkungan kampus, sosoknya dikenal aktif, disiplin, dan mudah bergaul. Ia pernah dipercaya sebagai Sekretaris Bidang Minat dan Bakat di Senat Mahasiswa , serta bergabung dalam paduan suara Universitas Udayana. Aktivitas-aktivitas itu bukan sekedar menambah pengalaman dan jaringan pertemanan, tetapi juga menumbuhkan karakter kepemimpinan, rasa tanggung jawab, dan kepekaan sosial nilai-nilai yang kelak menjadi fondasi penting dalam perjalanan karir dan pengabdiannya.

Setelah menyelesaikan studi S1 ​​pada tahun 1996, Ristiani memulai pengabdiannya di Dinas Peternakan Provinsi Bali pada tahun 1997 sebagai tenaga kehormatan. Sepuluh tahun lamanya ia bekerja dengan penuh dedikasi, hingga akhirnya diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil pada tahun 2007, dan resmi menjadi PNS setahun kemudian.

“Perjalanan saya penuh liku-liku,” sambil tersenyum. “Tapi justru dari situ saya belajar arti kesabaran dan ketulusan.”

Dalam dirinya melekat sifat-sifat khas Taurus , zodiak yang menaunginya. Taurus dikenal sebagai sosok yang kuat, setia, dan penuh kasih. Ristiani membuktikan semua itu melalui kerja keras dan kesetiaannya dalam pengabdian. Ia menjalani setiap tugas dengan ketekunan luar biasa, bekerja bukan sekedar karena kewajiban, tetapi karena panggilan hati untuk memberi manfaat bagi masyarakat.

Tahun 2010, ia mendapat kepercayaan menjadi pendamping program Simantri, program unggulan yang fokus pada pengembangan pertanian dan peternakan berkelanjutan di Bali. Dari situ, ia semakin mengenal kehidupan petani dan peternak dari dekat, memahami perjuangan mereka, dan belajar bagaimana ilmu bisa menjadi jembatan antara teori dan praktik di lapangan.

Sejak tahun 2007, Ristiani berstatus sebagai staf struktural di Dinas Peternakan. Di akhir tahun yang sama, ia diangkat menjadi Kasi Perbibitan Ternak. Jabatan itu membawa pada tanggung jawab baru yang lebih besar. Namun, panggilan hatinya berbicara lain.

Di tengah kesibukan kerja, Ristiani juga tak berhenti menimba ilmu. Tahun 2015, ia melanjutkan studi S2 Ilmu Peternakan di Universitas Udayana, dan berhasil menamatkannya pada tahun 2017.

Tahun 2021, Ristiani mengambil keputusan yang tidak mudah mengundurkan diri dari jabatan Kasi Perbibitan Ternak dan beralih menjadi Penyuluh Pertanian melalui jalur inpasing. “Menjadi penyuluh adalah tugas mulia,” tuturnya lembut. “Saya ingin berada di tengah masyarakat, mendengar langsung, belajar bersama, dan tumbuh bersama mereka.”

Kini, Ristiani dikenal sebagai sosok yang rendah hati, pekerja keras, dan penuh empati. Seperti sifat Taurus yang setia dan kuat, ia menjalani hidup dengan konsistensi dan cinta yang mendalam terhadap pekerjaannya.

Kini, sejak penyuluh daerah ditarik ke pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian, Ristiani pun mengemban amanah baru sebagai Ketua Tim Kerja (Katimker) Provinsi Bali yang membidangi Pengelolaan Administrasi Penyuluhan. Sebuah tanggung jawab baru yang kembali menguji keteguhan dan dedikasinya namun seperti layaknya seorang Taurus sejati, ia menjalaninya dengan penuh cinta, ketulusan, dan komitmen untuk terus mengabdi bagi kemajuan pertanian Bali.(jikwid)

What's Your Reaction?

Like Like 7
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0