Tugas Berpindah, Pengabdian Tetap
Tahun 2026 menjadi awal baru bagi para penyuluh pertanian yang kini berstatus sebagai ASN pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian. Perubahan ini menandai komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi, inovasi, dan efektivitas penyuluhan di seluruh Indonesia.
Tugas Berpindah, Pengabdian Tetap
Tahun baru membawa semangat baru bagi para penyuluh pertanian di seluruh Nusantara. Kamis (2/1/2026), menjadi hari pertama mereka menjalani tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) pusat di bawah naungan Kementerian Pertanian. Meski status kepegawaiannya berpindah dari daerah ke pusat, semangat mereka untuk mengabdi kepada petani tetap menyala tanpa jeda.
Sejak pagi, aktivitas di berbagai wilayah sudah tampak hidup. Di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, para penyuluh berkumpul di ruang pertemuan mengikuti apel pagi virtual melalui Zoom. Mereka menyimak arahan pimpinan dengan serius, sambil sesekali saling bertukar senyum di layar. Suasana serupa juga terlihat di Kabupaten Jembrana, di mana para penyuluh antusias menyambut pola kerja baru yang lebih fleksibel namun tetap disiplin.
Sementara itu, di Provinsi Bali, para penyuluh yang kini berkantor di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali memulai hari dengan senam pagi bersama. Gerakan ritmis dan tawa ringan mewarnai halaman kantor yang rindang, sebelum akhirnya mereka bergabung dalam apel virtual nasional. Semangat mereka menyatu, meski berjauhan jarak.
Salah satu yang turut merasakan atmosfer baru itu adalah Ir. I Made Oka Parwata, MMA, Penyuluh Pertanian Ahli Utama yang kini bertugas di BRMP Bali. Bagi Oka, langkah pertama di balai baru ini menjadi momen reflektif sekaligus inspiratif.
“Mengawali tugas di BRMP Bali memberikan semangat baru bagi kami untuk terus berinovasi dan memperkuat penerapan teknologi di sektor pertanian. Saya percaya, modernisasi pertanian adalah kunci menuju kemandirian pangan dan kesejahteraan petani Indonesia,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Ia menuturkan, suasana kerja di BRMP Bali terasa hidup dan kolaboratif. Para penyuluh muda yang energik dan terbuka terhadap inovasi memberikan warna baru dalam dinamika penyuluhan pertanian. Menurutnya, modernisasi bukan hanya soal alat dan sistem digital, tetapi juga cara berpikir dan cara bekerja yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman.
Apel pagi virtual yang kini menjadi rutinitas nasional disebut Oka sebagai langkah positif. Selain menjaga komunikasi lintas wilayah, kegiatan ini juga menjadi ruang koordinasi dan motivasi bersama. “Meski dilakukan secara daring, semangatnya tetap terasa. Kita bisa saling menyapa, berbagi kabar, dan saling menguatkan sebelum turun ke lapangan,” tambahnya.
Bagi para penyuluh, setiap pagi bukan sekadar awal hari, melainkan awal dari sebuah pengabdian baru. Dari Banjarangkan hingga Jembrana, dari Denpasar hingga pelosok negeri, mereka bergerak dalam satu semangat, mendampingi petani, menggerakkan pertanian, dan membangun kemandirian bangsa.
Tugas boleh berpindah, tapi pengabdian tetap abadi.
What's Your Reaction?
Like
6
Dislike
0
Love
1
Funny
1
Angry
0
Sad
1
Wow
1