Arya: “Jangan Goyah, Ikuti Proses Sesuai Arah Pusat”
Di tengah masa transisi kebijakan penarikan status penyuluh pertanian dari daerah ke pusat, Ketua Harian Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, mengingatkan agar para penyuluh tetap bersikap profesional, sabar, dan mengikuti instruksi sesuai arahan Kementerian Pertanian.
Arya: “Jangan Goyah, Ikuti Proses Sesuai Arah Pusat”
Ketua Harian Perhiptani Bali minta penyuluh tetap solid, sabar, dan disiplin di masa transisi kebijakan pusat.
Di sela kegiatan Farmer Field Day (FFD) Agri Mitra, hasil kolaborasi antara Perhiptani Bali dan Pupuk Indonesia, Ketua Harian Perhiptani Bali sekaligus Kepala Kelsi Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, SP., M.Agb., menyampaikan pesan tegas dan membangun kepada para penyuluh pertanian.
Menurutnya, perubahan besar dalam sistem penyuluhan pertanian tidak bisa dihadapi dengan sikap lemah atau tergesa-gesa. Setiap penyuluh dituntut untuk tetap tenang, solid, dan mengikuti alur kebijakan yang ditetapkan pemerintah pusat.
Pesan itu disampaikan Arya di hadapan peserta FFD yang digelar di Balai Subak Penasan, Kecamatan Banjarangkan, Kabupaten Klungkung, Selasa (13/1). Dalam forum itu, ia menekankan pentingnya mental kuat dan kedewasaan sikap dalam menghadapi masa transisi kebijakan penyuluhan dari kewenangan daerah ke pusat.
“Masa transisi ini tentu menantang. Tapi kita harus tangguh dan berjiwa besar, tidak bereaksi berlebihan. Semua ada tahap dan mekanismenya, jadi ikuti proses sesuai arah pusat,” ujarnya dengan nada tegas.
Arya menyoroti dinamika yang muncul setelah keluarnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025. Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat koordinasi nasional, tetapi juga membawa sejumlah penyesuaian yang harus dihadapi dengan kedewasaan sikap.
“Masa transisi ini pasti menimbulkan penyesuaian. Ada penataan ulang administrasi, sistem penggajian, hingga pola kerja. Tapi kita harus sadar, penyuluh di Indonesia jumlahnya puluhan ribu orang, tersebar di seluruh provinsi. Tim pusat tentu butuh waktu untuk menata semuanya,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Arya juga menegur dengan nada pembinaan terhadap sebagian penyuluh yang dinilai terlalu reaktif terhadap perubahan.
“Jangan sok tahu, apalagi mendahului kewenangan pusat. Beberapa hari lalu ada yang langsung menelepon ke pusat, nitip-nitip orang, bahkan sudah menanyakan SKP ke BRMP. Itu tidak perlu. Ikuti saja tahapan yang diinstruksikan,” katanya tegas.
Ia menekankan, setiap langkah komunikasi harus dilakukan secara berjenjang dan melalui jalur resmi yang telah ditetapkan.
“Kalau ada yang belum jelas, koordinasikan dulu lewat Kapoksi atau Kelsi yang memang ditunjuk oleh tim Kementerian di bawah BPPSDMP. Semua sudah ada prosedurnya. Jangan bergerak sendiri,” ujarnya mengingatkan.
Menurut Arya, sikap disiplin, sabar, dan koordinatif menjadi kunci menjaga marwah profesi penyuluh pertanian.
“Kita harus menunjukkan bahwa penyuluh Bali tangguh dan berintegritas. Jangan goyah oleh perubahan. Justru di masa seperti inilah kualitas kita diuji,” tegasnya.
Ia menutup pesannya dengan ajakan penuh semangat.
“Perubahan ini bukan hambatan, tapi peluang. Jadilah penyuluh yang adaptif, menjaga kehormatan profesi, dan terus berkontribusi nyata untuk petani serta bangsa.” (jikwid)
What's Your Reaction?
Like
6
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0