“Sawah Hemat Air, Petani Raup Untung Karbon”

“Saya membayangkan, jika saja penyuluh berhasil, maka subak Bali yang sudah berusia ratusan tahun itu akan mendapat makna baru. Tidak hanya menjadi warisan budaya. Tapi juga warisan ekonomi masa depan,” Hal tersebut dilontarkan I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., ketika diskusi ringan dengan Prof. J. Stephen Lansing.

Aug 25, 2025 - 09:25
Aug 25, 2025 - 09:32
 0  32
“Sawah Hemat Air, Petani Raup Untung Karbon”

“Sawah Hemat Air, Petani Raup Untung Karbon”

“Saya membayangkan, jika saja penyuluh berhasil, maka subak Bali yang sudah berusia ratusan tahun itu akan mendapat makna baru. Tidak hanya menjadi warisan budaya. Tapi juga warisan ekonomi masa depan,” Hal tersebut dilontarkan I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb., ketika diskusi ringan dengan Prof. J. Stephen Lansing.

 

Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (PERHIPTANI) Provinsi Bali akan menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Peningkatan Pendapatan Petani Melalui Pemanfaatan Metode Penyuluhan yang Tepat dalam Industri Peternakan dan Implementasi Teknologi Irigasi Berselang serta Perdagangan Karbon pada Budidaya Padi Sawah.”

 

Ketua Harian DPW Perhiptani Bali, I Ketut Arya Sudiadnyana, S.P., M.Agb. mengatakan, kegiatan ini merupakan kerjasama dengan Fakultas Peternakan Universitas Udayana. Pembicara utamanya bukan sembarangan. Prof. J. Stephen Lansing. Nama itu sudah lama melekat dengan Bali. Orang Amerika yang sejak 1980-an meneliti subak. Bahkan UNESCO memasukkan subak jadi warisan dunia juga karena banyak terinspirasi dari penelitian Lansing. Hadir pula Dr. Ir. I Wayan Alit Artha Wiguna, M.Si yang memaparkan strategi praktis penerapan teknologi ramah lingkungan di lahan pertanian.

 

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam dua gelombang, dengan target peserta sebanyak 100 orang penyuluh pertanian dari berbagai wilayah di Bali. Gelombang I : 29 Agustus 2025, bertempat di Ruang Klas P4S Cau Chocolates Bali, Jalan Raya Marga-Apuan Km. 7, Dusun Cau, Desa Tua, Marga, Tabanan. Sementara, Gelombang II : pada minggu II diantara tanggal 8–12 September 2025, bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Banjarangkan, Klungkung.

 

Arya Sudiadnyana yang juga Ketua Bidang Organisasi DPW Perhiptani Bali, menegaskan bahwa penyuluh pertanian memiliki peran strategis dalam mendampingi petani. Pemilihan metode penyuluhan yang tepat akan menentukan keberhasilan adopsi teknologi baru, baik di sektor peternakan maupun budidaya padi sawah.

 

Kegiatan FGD bertujuan, penyuluh pertanian memahami penerapan teknologi irigasi berselang untuk menekan emisi metan. Memperoleh keterampilan mendampingi petani dalam proses mitigasi karbon. Mengetahui potensi pendapatan tambahan melalui mekanisme perdagangan karbon. Mendorong terjalinnya sinergi antara petani, penyuluh, dan lembaga terkait. Serta, menentukan metode penyuluhan yang efektif untuk meningkatkan pendapatan petani.

 

Dengan adanya kegiatan ini, DPW PERHIPTANI Bali berharap penyuluh pertanian dapat menjadi agen perubahan yang mendorong petani Bali beralih ke praktik pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan. Selain memberi dampak positif terhadap mitigasi perubahan iklim, kegiatan ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi petani dan penyuluh pertanian melalui keterlibatan dalam pasar karbon.

 

What's Your Reaction?

Like Like 3
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0